Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Kita Bisa Luar Biasa

13 April 2017 Jurnalis : Novia Ferryani (Tzu Chi Singkawang)
Fotografer : Bong Bui Kim (Tzu Chi Singkawang)

doc tzu chi

Sebanyak 24 muda mudi Tzu Chi (Tzu Ching) ikut dalam kegiatan Tzu Ching Kamp di Tzu Chi Singkawang yang dilangsungkan pada 18 – 19 Maret 2017.

Masa muda adalah masa yang penuh kejutan dan menyenangkan. Banyak hal yang bisa kita lakukan selagi muda untuk memperkaya kualitas diri demi menjemput kesuksesan di masa depan. Di masa ini pula, karakter kita sudah mulai terbentuk. Kalau salah melangkah dalam perjalanan sekarang, akibatnya bisa fatal. Penting untuk benar-benar memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita punya sekarang.

Seperti salah satu kata Master Cheng Yen, “Bila pandangan hidup tidak benar, tidak akan mampu berusaha di jalan benar, andaikan pandangan hidup menyimpang, maka apapun yang dilakukan akan salah”. Untuk itu, pada 18 – 19 Maret 2017, Tzu Chi Singkawang melaksanakan Tzu Ching Kamp yang keempat untuk menghimpun muda-mudi yang ada di Kota Singkawang dan mengajak mereka untuk berjalan di jalan yang benar.

Tema kamp kali itu adalah “BE AVENGERS, Lets Become A Hero: Save Our World”. BE AVENGERS bermakna menjadi pahlawan. Tapi bukan pahlawan yang ada di dalam tokoh perfilman, melainkan menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi keluarga, pahlawan bagi masyarakat, atau pun pahlawan bagi makhluk hidup.

Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta itu dilangsungkan di dua tempat, yakni di Kantor Tzu Chi Singkawang dan Villa Diamond Hills Singkawang. Mereka menerima berbagai materi tentang Tzu Chi.

Selain materi Tzu Chi, peserta pun diajak untuk bermain games untuk menghangatkan suasana.

Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta itu dilangsungkan di dua tempat, yakni di Kantor Tzu Chi Singkawang dan Villa Diamond Hills Singkawang.

Panitia mengawali kamp dengan sebuah permainan perkenalan yang dibawakan oleh Marianty. Selanjutnya relawan membawakan kisah Master Cheng Yen dan perjalanan cinta kasih Tzu Chi yang menjadi media untuk mengenal dan memahami apa itu Tzu Chi. Materi mengenai berbakti kepada orang tua pun tak ketinggalan dibagikan untuk para peserta.

Tidak jauh berbeda dari hari pertama, kamp hari kedua yang dilakukan di lokasi berbeda pun memberikan berbagai materi yang tentu bermanfaat bagi para peserta. Materi tersebut antara lain: Welas Asih dengan Tindakan Nyata dan Semangat Tiada Henti. Kedua materi tersebut menggugah semangat peserta untuk berkomitmen sebagai relawan muda mudi Tzu Chi (Tzu Ching).

Berbagai materi yang dibawakan diharapkan dapat menggugah semangat peserta untuk berkomitmen sebagai relawan muda mudi Tzu Chi (Tzu Ching).

Melalui kamp, peserta mendapatkan teman dan keluarga baru di Tzu Chi.

Salah satu peserta bernama Yuli mengatakan bahwa ia sempat cemas, ragu, dan malu untuk ikut serta dalam kamp karena tidak ada satu orang pun yang ia kenal. “Tapi salah satu relawan berkata bahwa, kalau saya ikut kamp ini saya tidak hanya akan mendapatkan teman baru tetapi juga keluarga baru,” katanya. Ia pun mengaku bahwa yang dikatakan relawan ternyata memang bukan hanya ungkapan hiburan semata. “Ternyata melalui kamp ini saya mendapatkan banyak teman baru, keluarga baru, yang dapat membuat saya merasa sangat bahagia dan merasa sangat ceria,” tuturnya berbunga. Selain itu saya juga mendapatkan banyak pengetahuan tentang berbakti dan lainnya,” imbuh Yuli.

Berbeda dengan Yuli, Charry Septriani ikut kamp karena didasari hal yang begitu sederhana, yaitu ia sangat suka melihat ekspresi orang yang sedang tersenyum. Dan di Tzu Chi segala hal selalu berbumbu senyuman karena merupakan ungkapan kebahagiaan dapat berbagi dengan sesama. “Dari kamp ini saya diajarkan untuk bersosialisasi lebih baik lagi, untuk menolong sesama, berbagi cinta kasih, dan tentu saja membuat orang tersenyum,” katanya senang.

Dari kamp ini, relawan berharap dapat menumbuhkan bibit cinta kasih dari para muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) sehingga cinta kasih tetap akan terjaga hingga masa yang akan datang.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 1861 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat