Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Konvensi TIMA 2020: "Mengatasi Pandemi, Melindungi Bumi dan Batin"

08 Oktober 2020 Jurnalis : Erli Tan
Fotografer : Erli Tan


Sebanyak 1.821 anggota TIMA dari 24 negara mengikuti Konvensi TIMA 2020 yang dilaksanakan secara online, termasuk 104 anggota TIMA Indonesia.

Tiap tahunnya dalam acara Konvensi Tahunan Tzu Chi International Medical Association (TIMA), para anggota TIMA seluruh dunia berkumpul bersama Master Cheng Yen di Hualien untuk melewati Festival Pertengahan Musim Gugur (penanggalan lunar bulan 8 tanggal 15), sekaligus memberi laporan terkait kegiatan TIMA di tiap negara. Tahun ini karena pandemi, anggota TIMA dari luar negeri tidak bisa hadir di Hualien, Taiwan.

Selama 3 hari, 1-3 Oktober 2020 Konvensi TIMA diadakan, sebanyak 1.821 anggota TIMA dari 24 negara hadir secara virtual, termasuk 104 anggota TIMA Indonesia. Konvensi ini juga sekaligus memperingati Ulang Tahun TIMA (Internasional) ke-24.


Tim dari TIMA Indonesia pada sesi perkenalan per negara.

Hingga akhir tahun 2019, TIMA sudah berkontribusi di 57 negara, memberi manfaat bagi 3,22 juta pasien, melibatkan 320 ribu tenaga paramedis, 570 ribu relawan Tzu Chi melalui 16.656 kali baksos kesehatan di seluruh dunia.

Hari pertama konvensi diisi dengan laporan dari tiap negara berkenaan dengan pandemi Covid-19, kemudian ditutup dengan ceramah oleh Master Cheng Yen secara langsung dari Griya Jing Si. Hari kedua, acara berpindah ke Aula Jing Si Hualien. Bermacam sharing informatif dan inspiratif dibawakan oleh para dokter, juga beberapa relawan Tzu Chi yang kompeten di bidangnya.

Acara berlangsung hingga malam hari, dan dari tim Indonesia juga berkesempatan mengisi acara. Sharing dari Indonesia meliputi laporan mengenai penanganan pandemi wabah Covid-19, laporan terkini mengenai pembangunan Tzu Chi Hospital, dan pemulihan kondisi kehidupan di Palu pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi dua tahun silam.

 

Konvensi TIMA ini diisi dengan bermacam sharing inspiratif. Salah satu yang cukup menarik adalah cara pengolahan makanan nabati yang dilakukan langsung oleh para dokter Kepala/Wakil Rumah Sakit Tzu Chi Taipei, Dalin, Taichung, dan Hualien.

Chia Wen Yu sebagai moderator mempersilahkan Sugianto Kusuma, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk sharing mengenai penanganan Covid-19.

Saat itu bulan Maret 2020, ketika pandemi mulai merebak di Indonesia, Sugianto mengajak para pengusaha, termasuk pengusaha-pengusaha besar, untuk berdana. Targetnya pun tidak kecil, 500 milyar rupiah.

“Dari kita supaya ada satu pertanggungjawaban kepada masyarakat, itu yang saya katakan kepada mereka. Saat itu saya pikir jumlah dana kecil tidaklah seimbang, haruslah dengan sejumlah angka besar untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan saat itu, barulah bisa mengejar kecepatan pandemi,” katanya.

 

Di hari kedua, tim dari Indonesia juga berkesempatan menyampaikan laporan dan sharing, dengan Chia Wen Yu sebagai moderator.

Menurutnya, para pengusaha rela berdana, ini juga karena melihat sumbangsih nyata yang telah dilakukan oleh insan Tzu Chi selama 20-an tahun ini, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Ini juga karena ada ajaran dan petunjuk dari Master Cheng Yen kepada kami bagaimana menjalankan Tzu Chi,” lanjutnya. Sugianto juga sangat bersyukur dan berterima kasih pada insan Tzu Chi di Tiongkok yang sangat membantu dalam proses pembelian alat medis dalam penanganan pandemi. 

 

Bulan Maret 2020, ketika pandemi mulai merebak di Indonesia, Sugianto Kusuma mengajak para pengusaha untuk berdana. Tergetnya 500 milyar rupiah.

Laporan berikutnya dilanjutkan oleh Eka Tjandranegara mengenai kondisi terkini pembangunan Tzu Chi Hospital. Eka Tjandranegara selaku penanggung jawab utama pembangunan Tzu Chi Hospital mengatakan bahwa Tzu Chi Hospital yang terletak di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara ini akan beroperasi mulai April 2021, dengan kapasitas 520 ranjang.

“Saat ini mesin-mesin ukuran besar sudah masuk, ada MRI 3T, MRI 1.5T, CT scan 32 slice, CT Scan 512 slice, CT Simulator 64 slice, Electa Linac Versa HD, semuanya sudah terpasang,” papar Eka. Karena pandemi Covid-19, maka di Tzu Chi Hospital juga menyediakan ruang isolasi di lantai 9.

“Saat ini para pekerja seniman bangunan semuanya masih kerja seperti biasa, tiap hari mengikuti protokol kesehatan, dan mereka juga menjalani rapid test secara rutin. Yang membuat saya sangat senang adalah hingga saat ini belum ada yang positif terinfeksi,” jelas Eka.


Eka Tjandranegara selaku penanggung jawab utama pembangunan Tzu Chi Hospital melaporkan kondisi terkini pembangunan Tzu Chi Hospital di Indonesia.

Dari tayangan video, bangunan Tzu Chi Hospital terlihat megah dan agung, begitu juga dengan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang telah dibangun untuk warga Palu dan Sigi korban bencana 2018, mengundang decak kagum orang yang melihatnya.

Di hari ketiga pada acara penutupan, Dr.Lin Jin Long selaku Ketua Misi Kesehatan Tzu Chi (Internasional) memberi pesan cinta kasih. Ia berharap setiap anggota TIMA hendaknya bersyukur dan menggenggam jalinan jodoh ini.


Dr. Lin Jin Long selaku Ketua Misi Kesehatan Tzu Chi (Internasional) berharap setiap anggota TIMA hendaknya bersyukur dan menggenggam jalinan jodoh di Tzu Chi.

“Kalian bergabung dengan TIMA, apa tujuannya? Master Cheng Yen sudah memberitahu kita, bahwa dengan melihat penderitaan orang maka kita bersyukur atas berkah yang dimiliki, kemudian yang paling penting adalah menciptakan berkah kembali,” ucap Dr. Lin Jin Long. Ia berharap semuanya bisa terus bersumbangsih karena orang yang memberi lebih beruntung dari yang menerima.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 161 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat