Minggu, 21 April 2019
Indonesia | English

Kunjungan Relawan Tzu Chi Mozambik ke Tzu Chi Center Jakarta

11 Februari 2019 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah


Dino Foi (paling kanan) dan Denise Tsai (kedua dari kanan) ditemani relawan Tzu Chi Indonesia berbincang dengan murid-murid Sekolah Tzu Chi Indonesia.

Relawan Tzu Chi Mozambik, Denise Tsai dan Dino Foi melihat dari dekat bagaimana proses belajar mengajar, fasilitas, serta sistem di Sekolah Tzu Chi Indonesia. Kunjungan pada Senin 11 Februari 2019 ini merupakan rangkaian kegiatan mereka selama di Indonesia.

Dino Fai mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan mengunjungi Sekolah Tzu Chi Indonesia. Terutama bahwa Sekolah Tzu Chi Indonesia ternyata dimulai dari preschool terlebih dulu baru kemudian ada level secondary. Ini menjadi masukan bagi Tzu Chi Mozambik yang bercita-cita untuk mendirikan sekolah, bahwa pihaknya juga bisa mulai membangun sekolah Tzu Chi di Mozambik dari level yang paling bawah. Dino juga mendapati bahwa sekolah Tzu Chi di Indonesia tetap menjunjung kearifan lokal yang ada.

“Kami sudah mengunjungi sekolah Tzu Chi di Taiwan dan sekarang kami mengunjungi sekolah Tzu Chi Indonesia. Kami melihat di sini tetap mengadaptasi kearifan lokal. Kami datang ke sini sesungguhnya ingin mencontoh bagaimana pengalaman relawan Tzu Chi Indonesia memulai ini semua,” kata Dino Foi.


Kedua relawan Tzu Chi Mozambik ini sangat antusias mendapati para murid yang tak segan menyapa mereka. 


Denise Tsai mengaku sangat terkesan dengan penerapan budaya humanis Tzu Chi yang diterapkan baik di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng maupun di Sekolah Tzu Chi Indonesia. 

Sementara itu setelah sebelumnya mengunjungi satu sekolah lainnya yakni Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Denise Tsai menilai budaya humanis Tzu Chi sangat terlihat dari bagaimana murid, guru dan semua yang ada di sekolah bersikap.

“Kelihatannya dua sekolah ini berbeda di fasilitas luarnya. Tetapi keduanya sama-sama menggunakan filosofi Master Cheng Yen untuk mendidik benih di masa mendatang,” ujar Denise Tsai.

Editor: Arimami SA

Artikel dibaca sebanyak : 270 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat