Jumat, 06 Desember 2019
Indonesia | English

Lestarilah Pantaiku

11 Juli 2016 Jurnalis : Marcopolo A.Tumurang (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo A.Tumurang (Tzu Chi Biak)

Sabtu 2 Juli 2016, relawan Tzu Chi Biak untuk bersatu hati melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dengan menanam 261 bibit bakau di Desa Kakur.

Cuaca cerah di Biak pada hari Sabtu 2 Juli 2016, menambah semangat langkah kaki relawan Tzu Chi Biak untuk bersatu hati melakukan kegiatan pelestarian lingkungan.

Setelah 10 bulan yang lalu melakukan penanaman 5.600 bibit bakau di Desa Kakur, hari yang cerah tersebut membawa relawan Tzu Chi Biak kembali ke sana untuk melakukan hal yang sama. Di sana, mereka melihat 25% bibit bakau yang telah mereka tanam dapat tumbuh dengan baik. Sungguh hal yang menggembirakan ketika melihat pertumbuhan bibit bakau tersebut menjadi pohon bakau. Memang masih butuh waktu yang panjang untuk melihat pohon bakau tersebut tumbuh besar, namun relawan tetap bersyukur dengan kondisi bakau yang bisa berkembang.

Dari penanaman bakau pertama pula, ada sekitar 95% pancang atau tempat untuk mengikat bibit bakau yang hingga kini masih ada. Hanya saja, bibitnya mati atau terlepas dari ikatan dan terbawa air pasang. Relawan datang untuk menanam kembali bibit baru. Sebanyak 261 bibit bakau baru ditanam di sana. Memang belum sepadan dengan luas bibir pantai, namun relawan tetap bertekad melakukan apa yang bisa dilakukan.

Melalui berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, Tzu Chi Biak secara rutin mengupayakan kelestarian alam.

Setelah 10 bulan yang lalu melakukan penanaman 5.600 bibit bakau di Desa Kakur, ada sekitar 25% bibit bakau yang dapat tumbuh dengan baik.

Melalui berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, Tzu Chi Biak secara rutin mengupayakan kelestarian alam. “Kita tahu bahwa setiap tahun permukaan air laut semakin naik dan menyebabkan abrasi di pantai-pantai Biak. Kegiatan semacam ini harus terus dilakukan bersama-sama,” ucap relawan. Untuk mendukung kegiatan ini, Tzu Chi beberapa kali melakukan kerja sama dengan berbagai komunitas juga instansi.

Kegiatan yang pernah dilakukan seperti penanaman bibit bintangor untuk melindungi mata air, implan terumbu karang untuk ekosistem laut, penanaman bibit bakau, pembersihan sampah di jalan dan selokan, pameran foto dan sosialisai tentang ekosistem yang ada di Biak, dan banyak lainnya. Semua dilakukan demi menjaga alam semesta tetap lestari dan demi generasi mendatang. Jika semakin banyak pihak yang sadar akan pentingnya menjaga bumi maka kekuatan yang dihimpun bisa mengubah kondisi alam dalam jangka panjang.

Artikel dibaca sebanyak : 1940 kali


Berita Terkait


Satu Bibit Satu Harapan

29 Juni 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat