Rabu, 20 November 2019
Indonesia | English

Makin Semangat Menimba Ilmu dengan Gedung Kampus yang Baru

23 Oktober 2019 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Anand yahya, Henry Tando

Gedung baru Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor diresmikan kemarin, 23 Oktober 2019 yang juga bertepatan dengan Hari Santri Nasional. Meski baru diresmikan kemarin, sejak tanggal 10 Oktober lalu, beberapa kelas sudah digunakan.

Gedung baru Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor yang diresmikan kemarin, 22 Oktober 2019 rupanya menciptakan multiplier effect dalam proses belajar mengajar di kampus ini. Dengan gedung yang baru, Eliza Qatratunnada yang biasa dipanggil Eliza, misalnya, mahasiswi jurusan PGMI atau Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah makin semangat dalam menimba ilmu.

“Tambah semangat, banget, pasti. Kalau dulu kelas kan hanya sebagian. Sampai kadang kami kekurangan kelas juga. Alhamdulillah dengan gedung (baru) ini, InsyaAllah tidak seperti dulu lagi. Sekarang mungkin kelasnya per jurusan-jurusan. Alhamdulillah senang sekali,” kata mahasiswi yang sekarang semester 3 ini.


Eliza, mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah mengakui, keberadaan gedung baru kampusnya menambah semangatnya dan teman-temannya dalam menuntut ilmu.

Karena itu Eliza sangat bersyukur, dengan kerja sama yang terjalin antara Nahdlatul Ulama dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, kampusnya semakin memadai. Eliza berharap kerja sama ini terus berlanjut. Sedikit out of the topic nih, kira-kira sejauh mana ya Eliza mengenal Tzu Chi?

“Tzu Chi yang saya tahu adalah organisasi yang kental kemanusiaannya. Saya kan sudah pernah ke sana (Tzu Chi Center Jakarta) banyak kegiatan kerelawanan, juga setiap ada bencana, Tzu Chi hadir, toleransinya juga sangat bagus,” jawab Eliza mantap.  


Direktur Kemahasiswaan UNUSIA, Akhmad Nurul Huda mengatakan, gedung baru Kampus UNUSIA ini secara langsung juga mendorong para pengajar untuk membuat lompatan pada proses belajar mengajar di UNUSIA.

Semangat para mahasiswa ini tentu saja diikuti dengan semangat pengajarnya, lalu semangat pengelolanya. Akhmad Nurul Huda, Direktur Kemahasiswaan Unusia mengatakan, ketika semuanya bersinergi dengan semangat tersebut, tentu semua akan bisa bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Dengan kata lain, gedung baru Kampus Unusia ini juga mendorong para dosen untuk membuat lompatan pada proses pendidikan di Unusia itu sendiri.

“Terkait pembelajaran, kami di Unusia memang selalu meng-update proses pembelajaran yang terkini mungkin. Apalagi adanya sarana baru ini tentunya semangat untuk memperbaharui metode pembelajaran itu lebih terfasilitasi,” kata Pak Huda, sapaan akrabnya. 

Mendapati mahasiswa-mahasiswi serta pengajar Unusia yang makin semangat menjalankan proses belajar mengajar ini, Hong Tjhin, relawan Tzu Chi Indonesia turut berbahagia. CEO DAAI TV Indonesia ini punya pesan untuk  para mahasiswa Unusia.

“Saya rasa semangat sangat penting, keinginan untuk belajar, untuk selalu maju. Kita juga harus bekerja keras, kita harus rajin belajar dan tahan banting. Dan kuasailah imu dan teknologi. Tapi yang lebih penting juga karakter dan moral yang baik,” ujarnya. 

 

Evelina Setiawan (paling kiri) dari Agung Sedayu Grup bahagia menyaksikan gedung baru kampus UNUSIA.

Sebagaimana diketahui bersama, pembangunan kampus baru UNUSIA ini merupakan kerja sama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Pembangunan kampus ini dimulai sejak 9 Oktober 2018, atau setahun yang lalu. Gedung baru ini terdiri dari 46 ruang kelas belajar, perpustakaan, musala, ruang rapat, dan gedung serbaguna. Pembangunan kampus ini juga didukung oleh Sinarmas, Agung Sedayu Grup, Indofood, serta Djarum Foundation.

Melihat gedung baru Kampus Unusia, Evelina Setiawan dari Agung Sedayu Grup merasa sangat senang, apalagi menyaksikan para santri dan mahasiswa yang sangat antusias menggunakan bangunan baru ini.

“Saya mewakili Agung Sedayu Grup senang sekali hari ini bisa melihat wadah, tempat untuk para santri menimba ilmu. Luar biasa apalagi bertepatan dengan Hari Santri Nasional, saya senang sekali,” ungkap Evelina Setiawan.


Saleh Husin mewakili Sinarmas berharap kampus Unusia dapat terus mendidik para santri menjadi masyarakat Indonesia yang unggul.

Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma berjabat tangan dengan Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Tak berhenti di pembangunan gedung kampus, ke depan Tzu Chi akan memperkenalkan tentang pelestarian lingkungan, dan memperdalam character development melalui budi pekerti, khususnya dari kata-kata perenungan Master Cheng Yen.

Sementara itu, Saleh Husin yang datang mewakili Sinarmas juga berharap kampus Unusia dapat terus mendidik para santri menjadi masyarakat Indonesia yang berpendidikan, yang bermartabat sehingga dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mantan Menteri Perindustrian RI ini juga melihat pembangunan gedung Unusia ini merupakan wujud dari anak bangsa yang menjunjung Kebhinnekaan.

“Saya rasa (kerja sama) ini adalah bagian dari makna Pancasila yaitu Kebhinnekaan sehingga kita tahu bahwa Yayasan Buddha Tzu Chi yang dari agama Buddha tulus membantu Kampus Unusia dari agama Islam. Saya rasa ini adalah kolaborasi yang sangat bagus, yang mencerminkan ke dunia luar bahwa toleransi antar umat beragama itu berjalan dengan baik di Indonesia,” tambahnya.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 414 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat