Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Melangkah dengan Penuh Keberanian

13 Agustus 2019 Jurnalis : Marina (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Jenny Agusri, Marina (Tzu Chi Batam)


Anggota TIMA mengecek kondisi fisik peserta selama donor darah.

Minggu, 21 Juli 2019, hari terakhir Bazar Cinta Kasih, Tzu Chi Batam kembali mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan yang rutin diadakan di berbagai mall di Kota Batam ini, kali ini untuk kedua kali diselenggarakan di Aula Jing Si Batam. Oleh sebab itu, lantai 3 aula dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB terus didatangi para donor. Tercatat sebanyak 328 orang yang hadir dan siap untuk mendermakan darah mereka.

Peserta yang datang untuk donor darah berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Baik relawan Tzu chi, pengusaha, karyawan ataupun warga sekitar, semuanya ingin ambil andil dalam perbuatan bajik ini. Di tengah kerumuhan peserta yang hadir, ada seorang anak muda dari Singapura yang turut mendonorkan darahnya.

“Di dunia ini, kita semua akan membutuhkan darah. Saya mengimbau agar kita bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat, layaknya masyarakat telah terlebih dahulu menolong kita,” ucap Brendon Loy dalam Bahasa Inggris.

 

Suasana ruang donor darah selama kegiatan berlangsung.


Ruang pendaftaran dan ruang tunggu dipadati oleh calon donor.

Setiap dari kita tentunya selalu tergerak untuk menolong sesama dalam masyarakat. Namun, bagi beberapa orang, donor darah merupakan tantangan yang besar. Salam shixiong (saudara sedharma) salah satu contohnya. Walau Salam sudah 10 tahun menjadi insan Tzu Chi dan sering berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi, namun ini merupakan pengalaman pertamanya untuk mendonor darah.

“Saya selalu ingin mendonor, tetapi awalnya saya terhalang sama fobia terhadap jarum suntik. Hari ini saya menguatkan tekad dan keberanian untuk mengalahkan rasa takut sama jarum suntik yang besar. Saya merasa sangat senang bisa donor dan akan ikut lagi di acara donor darah selanjutnya,” kata Salam.

Pengalaman pertama juga dialami oleh Santos selaku koordinator kegiatan. Pertama kali diberi kepercayaan sebagai koordinator kegiatan donor darah, Santos merasakan cukup tertekan karena belum ada pengalaman dalam mengadakan kegiatan ini. Walau hati terisi dengan berbagai kekhawatiran, namun Santos terus berusaha sebaik mungkin untuk menyukseskan acara ini. Berkat usaha Santos dan rong dong (tim pengusaha) Tzu Chi Batam lainnya, kegiatan hari itu dapat berjalan lancar dan tidak sepi dengan pendonor.

 

Relawan berusaha mengembalikan stamina salah seorang donor yang nyaris pingsan.


Salam melawan fobianya terhadap jarum agar bisa menjadi pendonor. 

“Kekompakan, bantuan dan kerja sama para shixiong/shijie (saudari sedharma) dalam mensosialisasikan kegiatan ini ke kalangan teman-teman, tetangga, pabrik dan kalangan masyarakat dengan semaksimal mungkin,” jawab Santos shixiong saat ditanyakan kunci keberhasilannya dalam mengkoordinir donor darah dengan jumlah donor tertinggi di Tzu Chi Batam.

Tidak hanya Santos, semua relawan sangat senang dan bersyukur kegiatan donor darah dapat berjalan lancar. Dengan mengandalkan upaya dari 35 orang relawan, 6 dokter TIMA (Asosiasi Tim Medis Tzu Chi Internasional) dan 6 petugas PMI, donor darah kali ini berhasil menghimpun sebanyak 235 kantong darah bagi PMI cabang Batam.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 152 kali


Berita Terkait


Sebungkus Darah, Sejuta Kebaikan

03 September 2019

Menolong Sesama Melalui Donor Darah

03 September 2019

Meningkatkan Kepedulian Melalui Donor Darah

15 Agustus 2019

Menjalin Jodoh Baik Dengan Donor Darah

03 Juli 2019

Niat yang Tak Lekang Oleh Hujan

07 Mei 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat