Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Melihat Wajah Bahagia Endah

17 Juli 2020 Jurnalis : Anand Yahya
Fotografer : Anand Yahya

Memiliki wajah dengan mata, hidung, mulut yang sempurna adalah dambaan setiap orang. Namun tidak semua orang terlahir sempurna, ada yang terlahir dengan kelainan genetik atau penyakit bawaan. Seperti yang dialami oleh Endahyuningsih (40), salah satu warga di wilayah Kampung Jati, Cikarang Kota, Kab. Bekasi.


Relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Cikarang datang berkunjung ke rumah Endah, salah satu penerima Tzu Chi di wilayah Kampung Jati, Cikarang Kota, Kab. Bekasi.

Wanita yang akrab disapa Endah ini sejak lahir mengalami Neurofibromatosis yaitu sejenis penyakit turunan yang disebabkan oleh kelainan genetik pada kulit yang ia dapatkan dari ayahnya, Apun (62). Kelainan genetik ini pun menyebabkan tumbuhnya tumor jinak di sekujur tubuhnya termasuk di wajah kanan Endah.

Pada umur 8 tahun, wajah Endah tepatnya di sisi mata kanan terdapat benjolan kecil. Namun benjolan ini lama-lama membesar hingga menutupi bola mata kanannya. Tidak ada keluhan sedikitpun pada diri Endah akibat benjolan tersebut. Namun dalam bersosialisasi di lingkungannya, ia merasa minder dengan kondisi wajahnya. Bahkan benjolan tersebut sampai-sampai menghilangkan penglihatan di mata kanannya.

Berjodoh Baik Dengan Tzu Chi
Jalinan jodoh Endah dengan Tzu Chi berawal dari seorang wanita bernama Supriyani. Empat tahun yang lalu, Supriyani masih bekerja di sebuah pabrik, sedangkan suami adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cikarang. Karena Supriyani dan suaminya bekerja, ia memutuskan untuk mencari asisten rumah tangga untuk mengurus anaknya yang masih sekolah. Melalui salah satu warung dekat rumahnya, Supriyani dikenalkan dengan Manih, ibu dari Endah.

 


Budi shixiong, Yuni Shijie, dan Supriyani Shijie berjalan menyusuri gang menuju rumah Endah.       

Setelah saling kontak, Manih menawarkan Endah untuk bekerja di rumah Supriyani. Namun ketika Endah datang, ia pun kaget melihat kondisi wajah Endah, apalagi anak Supriyani juga takut melihat wajah Endah. “Anak saya takut ngelihat wajah Endah saat itu,” ingat Supriyani.

Akhirnya Supriyani memutuskan tidak menerima Endah untuk mengurus anaknya. Namun dalam hati kecil Supriyani sangat iba melihat kondisi Endah, ia merasakan bagaimana jika ia sakit seperti Endah. Dari peristiwa inilah Supriyani bertekad untuk membantu Endah mengobati tumor di dekat mata kanannya.

Ketika Tzu Chi mengadakan baksos kesehatan ke-119 (11-12 Agustus 2017) di Rumah Sakit Centra Medika Cikarang, Supriyani kebetulan sedang menunggu anaknya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Pada saat itu Supriyani bertemu dengan relawan Tzu Chi, Yuni Shijie yang memang sebelumnya sudah saling mengenal.

“Ci Yuni, sedang apa di rumah sakit,” tanya Supriyani.

“Ini kita dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sedang mengadakan baksos kesehatan katarak, benjolan, dan hernia gratis untuk warga Cikarang,” jawab Yuni Shijie.

“Wahh mulia benar ya. Tetangga saya wajahnya ada benjolan, entah itu tumor atau benjolan, apakah bisa dibantu ci?” tanya Supriyani.

“Coba saja diajukan ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia semoga bisa dibantu,” jawab Yuni shijie.


Endah (kiri) bersama Supriyani (kanan) sedang mengenang pada saat Endah tidak mau dioperasi. Ketika itu Supriyani memberikan pengertian kepada Endah bahwa segala sesuatu jika ingin baik maka harus berusaha.

Beberapa minggu kemudian Supriyani mendatangi rumah Endah bermaksud memberitahukan bahwa ada sebuah yayasan sosial yang bisa membantunya untuk memeriksa benjolan di wajah Endah. “Saat itu Endah gak mau saya ajak untuk mengajukan pengobatan di wajahnya, takut dioperasi, kalau kata orang kampung yang namanya operasi itu taruhannya nyawa,” kenang Supriyani.

Namun Supriyani memberi semangat kepada Endah bahwa kita harus berusaha agar bisa sembuh. Beberapa hari berselang akhirnya Endah bersama adiknya menemui Supriyani untuk mengajukan bantuan dan mendaftarkan dirinya ke Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di ITC Mangga Dua.

“Awalnya saya disarankan untuk mengisi syarat-syarat administrasi yang diperlukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia seperti, kartu BPJS/KIS, Kartu Keluarga, KTP, dan persyaratan lainnya,” kenang Endah.

Dalam hal ini Supriyani sangat berperan mendampingi Endah untuk proses pembuatan kartu BPJS hingga proses pengajuan bantuannya disetujui oleh Tzu Chi. Bantuan yang disetujui untuk Endah adalah bantuan biaya tanggungan di luar BPJS. Proses operasi juga tidak bisa dilakukan di Cikarang, maka pengobatan Endah dilakukan di Rumah Sakit Cicendo, Bandung.

Alhamdulillah, saya dapat dibantu Tzu Chi melalui Bu Amel (Supriyani) yang menganjurkan saya untuk dioperasi. Untuk biaya, Yayasan Buddha Tzu Chi sudah menyetujui untuk membantu,” kenang Endah sambil tersenyum.

“Saya bersyukur sekali dengan keadaan wajah saya sekarang, kalau dulu kan besar sampai menutupi pipi. Setelah dioperasi, Alhamdulillah mulai mengecil. Sekarang keadaannya seperti ini,” sambil menunjuk ke arah pipi kanannya.

“Saya bersyukur, Alhamdulillah banget. Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi,” ucapnya berkali-kali. 

Dalam kesempatan ini tiga orang relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Cikarang Budi shixiong, Yuni Shijie, dan Supriyani Shijie berkesempatan mengunjungi rumah Endah dengan membawa paket sembako untuk keluarganya.

Endah bersama ayah dan ibunya sedang memulung barang-barang yang mempunyai nilai jual seperti botol plastik, kardus, dan barang lainnya untuk menambah penghasilan. Sedangkan sang Ibu setiap harinya juga berjualan nasi dan lauk pauk di dekat rumahnya.

Melihat kondisi Endah yang sehat para relawan pun merasa senang. “Ini kepuasan batin saya ketika melihat orang senang, saya juga senang,” ungkap Supriyani. 

Supriyani beranggapan bahwa jika dalan lingkungan rumah kita ada tetangga yang sakit dia juga turut merasakan bagaimana jika dirinya yang sakit seperti itu.

“Ini Endah saya lihat sudah sangat baik dan saya lihat ekonomi keluarganya mulai membaik, kita lihat sekarang rumahnya cukup layak huni tidak seperti dua tahun lalu rumahnya enggak begini, sekarang sudah ditembok,” ujar Supriyani.

Supriyani berpendirian menurut keyakinannya bahwa, jika kita ikhlas membantu orang yang sedang dalam kesusahan pastilah Tuhan akan memberikan kesehatan untuk dirinya dan keluarganya. “Kalau kita ikhlas membantu, Allah SWT akan memberi kita kesehatan pula, itu keyakinan saya,” kata Supriyani mantap.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 373 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat