Rabu, 12 Desember 2018
Indonesia | English

Memahami Lebih Jauh Tentang Kanker Kolorektal

10 Oktober 2018 Jurnalis : Stefanny Doddy
Fotografer : Stefanny Doddy


Dr. Peter F, Chen mengawali materi dengan pengetahuan umum tentang kanker dan penyebab utamanya.

"Setiap tahun, sekitar 1,4 juta kasus kanker di dubur dan usus besar terdiagnosa. Dan prediksinya akan ada 2,4 juta kasus baru yang akan muncul di tahun 2035. Apabila kita tidak melakukan pencegahan dengan screening test atau perubahan pada pola hidup dan diet, kemungkinan data ini akan meningkat terus,” ujar Dr. Peter F, Chen.

Dua puluh tahun yang lalu, data dari World Cancer Research Fund International di Eropa tidak ditemukan satupun negara di Asia masuk dalam urutan negara-negara dengan tingkat kanker kolorektal yang tinggi. Namun, sejak tahun 2016, Korea menduduki peringkat satu dan dari 100 ribu orang terdapat 45 orang yang terkena kanker kolorektal. Selanjutnya adalah Singapura yang menduduki peringkat 16, serta Jepang pada peringkat 20. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, negara di Asia memasuki 20 peringkat di atas.

Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon), atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Kanker ini dikenal juga dengan sebutan kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker.

Dengan kondisi yang memprihatinkan ini, Dr. Peter F, Chen dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Amerika Serikat melihat betapa pentingnya penyuluhan tentang kanker harus banyak digelar. Ia pun menawarkan diri untuk memberikan seminar dengan fokus topik kanker saluran pencernaan bagian bawah di Tzu Chi Indonesia pada Selasa, 9 Oktober 2018 yang dilaksanakan di Aula Jing Si lantai 3, Pantai Indah Kapuk. Seminar ini dihadiri 420 peserta.

Acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua TIMA Indonesia, Awaluddin Tanamas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta dan berharap agar seminar ini bermanfaat bagi para peserta serta dapat memberikan pencerahan untuk memulai hidup sehat.

Materi langsung dibawakan oleh Dr. Peter F, Chen dengan bantuan penerjemah yaitu Dr. Feliciana. Ia memulai dengan pengetahuan umum tentang kanker dan penyebabnya yang kemudian secara bertahap fokus pada kanker kolorektal sebagai tema utama seminar hari itu.


Suasana sangat kondusif selama presentasi materi dengan pandangan antusias para peserta terhadap penjelasan Dr. Peter.

Dahulu, usia rata-rata orang yang dapat terkena kanker ini adalah 67 tahun. Tetapi sekarang semakin lama, kanker ini menyerang orang-orang dengan usia yang lebih muda di bawah umur 50 tahun. Dua puluh lima persen penyebab kanker kolorektal berhubungan dengan sejarah keluarga, tetapi 75% dipengaruhi oleh pola hidup, diet, dan juga lingkungan sekitar.

Ada beberapa gejala kanker kolorektal, contohnya perubahan pada kebiasaan buang air besar (BAB), dari sehari sekali menjadi 3 atau 4 hari sekali. Kemudian gejala lain yaitu sakit di bagian perut, mual, badan lemas, anemia, maupun penurunan berat badan yang tidak wajar. Dokter Peter juga secara khusus memperingatkan untuk selalu memperhatikan bentuk atau warna kotoran ketika BAB dan apakah ada darah pada tinja, karena tidak selalu darah pada tinja berarti ambeien.

“Kakak ipar saya didiagnosa dengan hemorrhoid bleeding (ambeien) selama enam tahun. Namun, pada kenyataannya ia tidak ambeien. Mereka tidak pernah melakukan pengecekan pada rektum atau melakukan screening test seperti kolonoskopi. Hingga akhirnya, kanker pada tubuhnya menyebar dan ia meninggal dalam kurun waktu tiga bulan,” ucap Dokter Peter.

Sebagai dokter yang fokus di dunia pembedahan dan Gastrointestinal Endoscopy, Dr. Peter F, Chen memberikan operasi untuk mengangkat tumor sebagai salah satu cara pengobatan kanker kolorektal. Selain operasi, perawatan-perawatan lain yang dapat dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi (XRT), dan juga sekarang yang sedang maju adalah imunoterapi.

Untuk mengetahui apabila terjangkit kanker ini sendiri dapat diketahui dengan melakukan beberapa screening test, seperti H&P (termasuk tes digital rektal, FmHx), tes laboratorium (CBC, BMP, LFT’s, CEA), dan tes lainnya. Namun, solusi terbaik menurut Dokter Peter adalah untuk melakukan kolonoskopi agar hasil diagnosa lebih tepat.

Harapan Sebagai Calon Perawat


Salah seorang peserta dengan semangat bertanya pada Dr. Peter saat sesi tanya jawab.

Setelah materi selesai dibawakan oleh Dokter Peter, seminar semakin terasa hangat dengan sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias berpartisipasi dalam sesi ini dan mengajukan banyak pertanyaan kepada Dokter Peter dengan bantuan Dr. Felicia sebagai moderator.

Acara terbilang sukses dengan respon positif dari para peserta, salah satunya adalah Rika Rahmani yang datang bersama dengan teman-temannya. Rika adalah mahasiswi semester 3 di Akademi Keperawatan Andalusia Jakarta dengan jurusan keperawatan.

“Saya baru tahu dari seminar ini bahwa ternyata di usia yang muda ini juga beresiko terkena kanker. Lalu, yang lebih mengejutkan lagi adalah masalah kecil pada usus saja bisa memicu kanker. Saya tidak pernah tahu bahwa bentuk dan warna tinja itu menentukan kondisi tubuh kita sampai sejauh itu. Saya pikir semua itu hanya tergantung dari apa yang kita makan di hari itu atau di hari sebelumnya saja,” kata Rika.

Ia berharap ke depannya ketika ia menjadi perawat, ia dapat menyebarluaskan pengetahuan yang ia dapat hari ini kepada pasien maupun orang-orang di sekelilingnya.


Rika Rahmani sangat senang dapat berpartisipasi dalam seminar ini. Ia berbicara bagaimana penjelasan Dr. Peter memberikannya pengetahuan baru tentang kanker.

Ekspetasi terhadap TIMA Indonesia

Sebagai anggota dari TIMA Amerika Serikat, Dr. Peter F, Chen juga menaruh ekspetasi terhadap TIMA Indonesia untuk berkontribusi dalam melawan kanker dan mendorong masyarakat untuk mau mengubah pola hidup mereka demi menghindari bahaya kesehatan.

“Seperti yang saya katakan, yang pertama adalah edukasi. Sudah menjadi tanggung jawab kita yang bekerja di bidang medis untuk mengedukasi publik tentang gejala kanker dan cara pencegahan awal. Saya harap TIMA Indonesia dapat melakukan hal ini, memberikan informasi yang benar dan sehat kepada publik. Ajarkan masyarakat Indonesia untuk berpola hidup sehat dengan aktivitas sehari-hari dan diet yang benar,” pungkas Dr. Peter F, Chen.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 425 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat