Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Memanfaatkan Tubuh Untuk Berbakti kepada Orang Tua

09 Mei 2019 Jurnalis : Lindawati Tjiawi (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Ryanto Budiputra (Tzu Chi Medan)


Dengan berlutut, para xiao pu sa memberikan muffin dan menyuguhkan teh ke mama mereka. 

Wujud bakti kepada orang tua dapat diwujudkan dengan berbagai cara seperti dengan menyayangi, menafkahi, mencuci kaki ibu, dan berbagai cara lainnya. Untuk membantu xiao pu sa (panggilan untuk murid-murid Jingsi Ban) mewujudkan bakti mereka kepada ibu, Minggu 5 Mei 2019, Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen, Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan memperingati Hari Ibu dengan  Tema Family.

Paulia, koordinator kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk mengingatkan xiao pu sa pada jasa ibu yang hamil sembilan bulan sampai melahirkannya dan membesarkannya hingga saat ini. Kegiatan ini juga untuk mempererat jalinan kasih dalam keluarga.

“Tema Family tujuannya lebih menekankan pada kebersamaan keluarga, jadi selain mau membuat suasana yang haru juga ada suasana  bahagia. Kita berharap melalui kegiatan ini xiao pu sa dapat menggunakan event yang spesial ini untuk memperlihatkan wujud baktinya kepada ibu,” kata  Paulia.

Para xiao pu sa dan papa menghias muffin dengan topping kesukaan mama yang akan disuapkan untuk mama tersayang.                     

Acara ini dihadiri oleh 74 peserta yang terdiri dari 23 xiao pu sa, 18 orang tua murid, 33 relawan dan dipandu oleh MC Tony Honkley dan MC cilik Federick Anders Chandra. Seperti biasa acara dimulai dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah Master Cheng Yen tentang berbakti kepada orang tua.

Dalam ceramah tersebut Master Cheng Yen mengatakan, kita harus berbakti kepada orang tua, gunakan tubuh pemberian  orang tua untuk berkontribusi bagi orang-orang di dunia. Saat melayani sesama dan bersumbangsih bagi dunia berarti kita tengah membalas budi orang tua. Jika orang tua sudah tak berdaya, janganlah memasukan mereka ke panti jompo, biarkanlah mereka tinggal bersama  dengan anak cucunya  sebab panti jompo yang terbaik adalah di rumah. Orang tua akan merasakan kebahagiaan di rumah dengan adanya pendampingan anak-anaknya.

Sesi Berbakti
Xiao pu sa berkolaborasi dengan Tzu Ching (muda mudi Tzu Chi) dan relawan mempertunjukan isyarat tangan dengan lagu Mama, yang sebagian liriknya mengatakan ”Mama, kamu adalah sebuah pohon yang besar, saya adalah seekor ulat kecil di pohon,  setiap hari saya memakan dedaunan di pohon tetapi mama tidak mempermasalahkannya”.


Mario dan Mandy memberikan muffin dengan topping hasil karya sendiri, diterima oleh mamanya dengan perasaan suka cita.

Setelah itu, Xiao pu sa dan para ayah turun ke lantai 2 untuk menyiapkan kejutan untuk mama. Mama yang tetap berada di lantai 3 juga menuliskan ungkapan kasih kepada buah hati mereka.  Beberapa saat kemudian, para papa dan xiao pu sa memasuki ruangan kembali dengan membawa hasil karya mereka  berupa muffin yang sudah dihias bersama papa dan kartu ucapan yang ditulis oleh xiao pu sa sendiri untuk mama tercinta beserta teh dan diberikan kepada mama tercinta.

Xiao pu sa dengan berlutut memberikan muffin dengan topping karya sendiri untuk dicicipi mamanya dan menyuguhkan teh  dengan rasa hormat. Sehabis meninum teh semua mama membaca kartu ucapan  dari anaknya disertai pelukan untuk anak tercinta. Sebagian mama merasa terharu membaca ungkapan kasih anaknya, karena selama ini tidak semua anak mau mengungkapkan rasa kasih pada mamanya.

Seperti yang ditulis oleh Wenton Wei (10 tahun) dari kids class Jingsi Ban di kartu ucapan untuk mama. ”Selamat hari ibu. Terima kasih karena mama telah merawat aku dan kakak hingga dewasa. Aku berjanji akan mencintai dan merawat mama kalau sudah tua. Dan kalau mama sakit, aku tetap di hadapan mama untuk merawatmu untuk sembuh dari sakit..”


Saat sesi membasuh kaki orang tua, terlihat mama Agung, salah satu xiao pu sa sangat terharu sampai meneteskan air mata.

Erlina, mama dari Wenton Wei mengatakan bahwa selama ini anaknya tidak peduli dengan ucapan kasih sayang dari mama, contohnya kalau disapa I Love You dia akan diam saja tidak pernah balas menyapa. Tapi hari ini di kartu ucapan dia mau mengungkapkan isi hatinya. Erlina berharap sesi untuk kartu ucapan ini harus terus dilanjutkan setiap tahunnya karena sangat membantu si anak untuk berani mengungkapkan apa yang selama ini mereka rasakan.

Rosna, relawan Tzu Chi yang mempunyai ide untuk penulisan kartu ucapan ini mengatakan, penulisan kartu ucapan ini supaya anak-anak bisa  mencurahkan isi hati yang jujur, polos dan lucu  dalam tulisan. Sebab ada anak-anak yang merasa malu untuk langsung menyampaikan ucapan selamat hari ibu.

“Jadi kita buat ucapan ini melalui tulisan, meskipun sederhana  tapi anak-anak bisa tetap menyampaikan rasa sayang untuk ibu mereka dalam tulisan dan gambar-gambar,” kata Rosna.


Para mama menuliskan pesan cinta kasih untuk anak tersayang mereka di kartu ucapan.

Sesi berbakti belum selesai sampai di sini, dilanjutkan lagi dengan membasuh kaki mama dan juga papanya jika ikut hadir. Xiao pu sa membasuh kaki mama dan papa dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang. Inilah kebahagiaan sesungguhnya, ada rasa kasih di antara orang tua dan anak. Xiao pu sa kemudian bersujud memberikan penghormatan kepada mama dan papa serta memohon maaf jika ada kesalahan yang pernah diperbuat.  Setelah itu giliran mama yang memberikan kartu ucapan untuk xiao pu sa.

Sharing  Xiao Pu Sa dan Orang Tua
Untuk mengetahui apa saja yang sudah didapati xiao pu sa  selama belajar di Jingsi Ban, dan perubahan sikap xiao pu sa maka diadakan sesi sharing. Jovelyn Hutama yang baru 4 bulan bergabung di Jingsi Ban  mengatakan sudah belajar menyapa semua orang, belajar berpakaian ala Tzu Chi yang rapi serta rambut dikepang.  Natalina, mama dari Jovelyn juga merasakan Perubahan sikap pada anaknya. Sebelumnya Jovelyn selalu bertengkar dengan adiknya, sekarang sudah mau mengalah dan sayang pada adiknya, juga sudah mulai disiplin.


MC Tony Honkley dan MC cilik Frederick Anders Chandra memandu jalannya acara Hari ibu ini.

“Terima kasih kepada relawan yang sudah bersedia mendidik anak saya, gan en,” Natalina mengungkapkan rasa syukurnya. 

Sementara itu Federick Anders Chandra yang sudah bergabung di  Jingsi Ban selama 3,5 tahun mengatakan sudah banyak belajar Kata Perenungan Master Cheng Yen, salah satu yang paling diingatnya adalah “Dengan berpakaian rapi, walaupun terbuat dari bahan kasar, tetap akan memperlihatkan fisik yang sehat”. Federick yang awalnya pendiam dan pemalu saat mulai bergabung di Jingsi Ban perlahan-lahan berubah menjadi berani tampil menjadi MC cilik di acara ini.


Mama dari Federick, Amei Tio menuturkan perubahan anaknya, yang dulu pemalu kini berani tampil menjadi MC. 

“Anak saya dari yang tidak tahu  apa-apa, secara perlahan  jadi berani tampil jadi MC. Dulu pendiam, diajarkan pembimbingnya harus hormat pada orang tua dan bersosialisasi, secara bertahap dia ikuti kata pembimbing, kelakuan sehari-harinya sudah berubah,” Ungkap Amei Tio, mama Federick. Sementara itu Eddy Chandra, papa dari Federick, berharap ke depannya Federick bisa berbakti pada orang tua dan hormat pada semua orang.

Perubahan yang sangat jelas juga terlihat pada sikap Mario yang sudah 4 tahun bergabung di Jingsi Ban. Mario dulunya tidak peduli dan tidak terbuka dengan orang tua sekarang sudah mulai mau membantu pekerjaan di rumah bila melihat mamanya sibuk, sudah mau berkomunikasi dengan orang tua dan mau berkumpul bersama dengan keluarga saat malam tanpa memegang gadget.


Lim Ik Ju dengan senyuman khasnya memulai pesan cinta kasih dengan berpesan pada xiao pu sa agar  rajin belajar dan tidak lupa  berbakti pada orang tua.

”Mario dulunya kalau ada masalah di sekolah dia hanya diam saja, tidak mau mengatakan apa-apa, sekarang sudah mau menceritakan masalah yang terjadi di sekolah. Kalau saya sedang sibuk dia dan adiknya Mandy mau bantu menyapu dan ngepel. Sekarang kalau malam kita satu keluarga kumpul bersama nonton tv dan bercerita tanpa memegang gadget,” Emy Kwan, mamanya Mario dan Mandy mengungkapkan  dengan  rasa bahagia. 

Ketua Hu Ai Medan Timur, Lim Ik Ju memberikan pesan cinta kasih pada sesi terakhir. Ia berpesan pada para xiao pu sa agar rajin belajar dan jangan lupa berbakti pada orang tua. Dari dini sudah harus belajar berbakti dan diteruskan sampai dewasa.


Para xiao pu sa kolaborasi dengan muda-mudi Tzu Chi atau Tzu Ching, relawan Abu Putih dan Abu Logo memperagakan isyarat tangan lagu Mama.

Gan en kepada papa mama xiao pu sa yang sudah mendukung Jingsi Ban, tanpa dukungan kalian kelas ini tiak akan bertahan. Gan en juga kepada shixiong shijie yang sudah bersedia membimbing xiao pu sa di sini. Berkat kalian semua Jingsi Ban dapat berlanjut dan semakin maju,” tukas Lim Ik Ju.

Pada kesempatan ini Lim Ik Ju juga mengajak orang tua xiao pu sa untuk hadir mengikuti kebaktian yang diadakan di Depo Mandala setiap tanggal 1 lunar.

Akhirnya  xiao pu sa dan relawan kembali menampilkan  isyarat tangan dengan lagu “Xing Fu De Lien”, yaitu wajah yang berbahagia untuk menghibur papa mama. Untuk menutup acara Hari ibu, semua hadirin diajak melakukan doa bersama.


Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 1369 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Seulas senyuman mampu menenteramkan hati yang cemas.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat