Membangun Rasa Kekeluargaan di Komunitas

Jurnalis : Agus Lee (Tzu Chi Batam), Fotografer : Nopianto (Tzu Chi Batam)

Relawan komunitas Xie Li 2 mengadakan acara berkumpul bersama yang bertajuk “Family Gathering Xie Li 2 Batam” bertepatan di Hari Raya Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 24 April 2017.

Di saat matahari mulai memancarkan cahayanya yang lembut, relawan Xie Li 2 Batam dengan hati penuh sukacita mempersiapkan diri untuk berangkat dari rumah menuju Kantor Yayasan Tzu Chi Batam. Alasannya karena relawan komunitas Xie Li 2 mengadakan acara berkumpul bersama yang bertajuk “Family Gathering Xie Li 2 Batam” bertepatan di Hari Raya Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 24 April 2017 ini. Jam 7 pagi, bus yang sudah penuh mulai beranjak menuju lokasi gathering di Nipah Island Resort yang terletak di Jembatan 2 Barelang, Batam.

Tiba di Nipah Island Resort, sebelum acara dimulai, para peserta memanjatkan doa terlebih dahulu agar acara dapat berlangsung lancar serta turut mendoakan dunia bebas dari bencana. Belajar dari pepatah ‘Tak kenal maka tak sayang’, Wangi selaku ketua Xie Li 2 memperkenalkan relawan fungsionaris komunitas Xie Li 2. Master Cheng Yen berkata beras dunia ini harus dipikul bersama-sama, Wangi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak para peserta untuk mengemban tanggung jawab di komunitas. Ajakan ini segera ditanggapi dengan baik oleh beberapa peserta untuk bergabung di bagian yang diminatinya.


Para relawan juga melakukan senam sehat Xing Fu Mei Man Hu La La di acara pagi itu.

doc tzu chi

Relawan dengan penuh semangat mengumpulkan sampah dan plastik-plastik yang ada di pesisir pulau Nipah dan dimasukkan ke dalam kantong hitam yang telah disediakan.

Gathering ini terasa lebih bermakna dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi bumi. William sebagai koordinator pelestarian lingkungan mengajak para relawan yang hadir untuk bersama-sama membersihkan pantai. Di bawah cuaca yang cukup terik, para peserta dengan penuh semangat mengumpulkan sampah dan plastik-plastik yang ada di pesisir pulau Nipah dan dimasukkan ke dalam kantong hitam yang telah disediakan.

Setelah melakukan pelestarian lingkungan, hujan mulai turun.  Pemilik resort segera membawa para peserta untuk pindah ke dalam ruangan. Di sana panitia gathering ini mengajak para peserta untuk bermain bersama. Salah satu permainannya adalah San E Ba He (tarik tambang antara kebaikan dan kejahatan), di mana orang yang terpilih sebagai zombie akan berusaha menjadikan orang lainnya untuk ikut menjadi zombie. Para peserta sangat aktif mengikuti arahan yang diberikan, tawaan kerap terdengar sepanjang permainan berlangsung. Makna dari permainan ini mengajarkan kepada kita agar tidak menjadi orang yang jahat, karena bertambahnya satu orang jahat akan mempengaruhi orang lain untuk menjadi jahat dan akhirnya tidak ada lagi manusia yang baik di dunia ini.

Tiba waktunya makan siang, makanan disajikan langsung oleh pemilik resort, Jefri Sudianto. Jefri sangat bersyukur atas kedatangan insan Tzu Chi Batam ke resortnya, “Hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagiku. Biasanya saya ingin mengikuti kegiatan Tzu Chi, namun karena kesibukan pekerjaan saya, saya tidak bisa ikut. Hari ini akhirnya saya berkesempatan mengikutinya, tidak di luar sana melainkan di tempat saya sendiri. Oleh karena itu, hari ini semua pekerjaan sudah saya kesampingkan dan memilih untuk melayani segala kebutuhan shixiong shijie di sini.”


Tim isyarat tangan sedang membawakan sebuah isyarat tangan Tian Mi De Jia (keluarga yang manis).


Rafi dan istrinya menjadi pemenang dengan jumlah jawaban tepat yang paling banyak dalam permainan Tanya jawab keluarga untuk mencari kecocokan.

Kita Satu Keluarga

Gathering hari ini tidak hanya mengajak para relawan, tetapi panitia juga turut berharap agar relawan dapat mengikutsertakan keluarganya. Menurut Wangi, itu juga merupakan alasan mengapa gathering kali ini dinamakan Family Gathering. “Kami berharap keluarga relawan kami dapat lebih mengerti apa saja yang dilakukan di Tzu Chi. Selain mengikuti berbagai kegiatan di luar, kita juga mengadakan gathering seperti ini agar semuanya dapat berkumpul bersama dan mendalami filosofi Tzu Chi melalui sharing dan permainan yang ada,” imbuhnya.

Wangi (kanan) membagikan suvenir bagi relawan yang menang di berbagai permainan dalam acara family gathering kali ini.

Keluarga yang manis adalah keluarga yang bahagia, sehat, sejahtera, sesama saudara dapat hidup harmonis dan mempunyai orang tua yang penyayang. Kondisi seperti itu ditampilkan dalam isyarat tangan Tian Mi De Jia (keluarga yang manis) oleh tim isyarat tangan. Untuk lebih memahami antar anggota keluarga, panitia juga menyelipkan permainan tanya jawab kepada ibu dan anak ataupun suami istri. Contohnya panitia menanyakan makanan favorit suami kepada istrinya, disaat yang sama suami juga harus menjawab pertanyaan tersebut. Di kategori suami istri, Rafi dan istrinya menjadi pemenang dengan menjawab paling banyak jawaban yang sama. “Kadang karena berbagai kesibukan di luar, seringkali kita melupakan apa yang keluarga kita inginkan. Melalui permainan ini, saya semakin sadar betapa pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga. Terima kasih buat shixiong shijie yang mempersiapkan permainan ini walaupun harus membuka semua kartu keluarga saya,” ucapnya Rafi diikuti tawa bahagia.

Wangi merasa sangat bersukacita melihat para peserta dapat berpartisipasi dengan baik, “Kami berharap setiap tahun bisa diadakan sekali gathering seperti ini untuk mendekatkan interaksi antar sesame.” Hari libur nasional ini menjadi hari yang berkesan bagi 79 peserta yang hadir karena melalui gathering ini, para peserta semakin mengenal dan dekat dengan keluarga besar Tzu Chi khususnya di komunitas Xie Li 2. Isyarat tangan Satu Keluarga menjadi penutup gathering ini sebelum semuanya kembali ke bus dan pulang ke rumah masing-masing.


Artikel Terkait

Membangun Rasa Kekeluargaan di Komunitas

Membangun Rasa Kekeluargaan di Komunitas

28 April 2017

Relawan komunitas Xie Li 2 mengadakan acara berkumpul bersama yang bertajuk “Family Gathering Xie Li 2 Batam” bertepatan di Hari Raya Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 24 April 2017 ini. Gathering diadakan di Nipah Island Resort yang terletak di Jembatan 2 Barelang, Batam.

Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -