Memberi Perhatian Kepada Para Lansia

Jurnalis : Moses Silitonga (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Rel. Dokumentasi Tzu Sinar Mas


Kebahagiaan terlihat dari wajah para penerima bantuan ketika menerima bingkisan cinta kasih dari relawan. Perhatian ini menjadi penyemangat mereka dalam  menjalani hidup di usia senjanya.

“Anak yang berbakti pada orang tua adalah anak yang paling beruntung.”

(Master Cheng Yen)

 

Pagi itu langkah relawan beriringan menuju lokasi kegiatan kunjungan kasih. Semangat untuk menebar cinta kasih inilah yang menjadi kekuatan bagi para relawan untuk memberikan perhatian dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tujuh orang relawan Tzu Chi Sinar Mas, Xie Li Kalimantan Selatan 2 pada tanggal 25 Mei 2019 melakukan kegiatan kunjungan kasih ke  desa-desa di sekitar Perkebunan Sungai Magalau di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Kegiatan kunjungan kasih ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen relawan Tzu Chi dalam membantu masyarakat sekitar. Kali ini ada tujuh orang relawan Tzu Chi Sinar Mas yang berpartisipasi melaksanakan kunjungan kasih bagi orang tua lanjut usia.


Selain memberi paket bantuan kebutuhan sehari-hari, relawan Tzu Chi juga menghibur dan memberikan motivasi kepada mereka (penerima bantuan) yang berusia lanjut (lansia).


Relawan Tzu Chi juga menjadi “pendengar” yang baik dalam mendengarkan suka duka para penerima bantuan. Kehangatan seperti inilah yang memberi warna kekeluargaan menjadi sangat terasa.

Relawan berharap kunjungan kasih ini dapat meringankan beban para orang tua lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Dalam kunjungan kasih ini relawan memberikan paket bantuan berupa bahan-bahan makanan, yang terdiri beras, minyak goreng, gula, teh, mi instan, dan telur.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, hujan dan panas, serta jauhnya jarak rumah penerima bantuan yang satu dan lainnya tidak menjadi halangan bagi para relawan untuk tetap melaksanakan kegiatan kunjungan kasih ini. Semua letih dan lelah seolah terbayar ketika melihat kegembiraan dari para orang tua lanjut usia sewaktu bercengkarama dengan para relawan dan menerima bingkisan cinta kasih.


Kepada para lansia yang tengah sakit, relawan juga memberi semangat kepada keluarga untuk selalu sabar, sayang, dan merawat mereka.

”Makasih ya, sudah lihat kita di sini, sudah bawa makanan juga. Terima kasih sekali sudah menyempatkan lihat kami yang sudah tua ini,” ungkap Iyum dengan haru.

Sukacita para orang tua lanjut usia ini menjadi rasa syukur yang mendalam bagi para relawan atas kesempatan mereka untuk berbuat kebaikan. Melalui kunjungan kasih ini diharapkan semangat para orang tua lanjut usia ini dapat kembali menyala, serta menginspirasi masyarakat di sekitar desa untuk turut memberikan perhatian kepada mereka yang telah lanjut desa sehingga cinta kasih dapat dirasakan oleh lebih banyak oleh mereka yang membutuhkan.

Editor: Hadi Pranoto


Artikel Terkait

Aaron yang Kini Sudah Dapat Berkomunikasi dengan Sempurna

Aaron yang Kini Sudah Dapat Berkomunikasi dengan Sempurna

13 Mei 2024

Jie Tju Foeng, Denasari, juga Lie San Ying begitu gembira saat bertemu Aaron, penerima bantuan Tzu Chi berupa biaya implan koklea tahun 2014 dan 2017. Ketiga relawan senior ini sekaligus takjub karena Aaron dapat berkomunikasi dengan sempurna.

Bantuan Foot Abduction Brace (FAB) untuk Mazzaya

Bantuan Foot Abduction Brace (FAB) untuk Mazzaya

27 September 2024

Relawan Tzu Chi dari komunitas Xie Li Downstream Belawan berbagi kasih dengan memberikan bantuan sepatu Foot Abduction Brace (FAB) kepada Mazzaya, Balita yang mengalami kekurangan fisik pada kakinya.

Landasannya adalah Berbakti Kepada Orang Tua

Landasannya adalah Berbakti Kepada Orang Tua

01 Oktober 2018
Shigu, lain kali tolong infokan ke saya ya. Saya mau ikut bersama teman-teman ke panti jompo” ujar Cindy Jonathan, siswi kelas XI SMA Cinta Kasih Tzu Chi kepada relawan Zhen Shan Mei. “Kenapa kamu mau ikut lagi?” tanyanya. “Karena dari kunjungan ke Panti Jompo, saya belajar bersyukur, jadi semakin sayang kepada mama dan papa,” jawab Cindy.
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -