Waisak 2019: Membersihkan Hati Dihari Waisak

Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Para relawan Tzu Chi Bandung menjadi pembuka untuk melakukan prosesi pemandian rupang Buddha dengan pelita hati, melati, dan air wangi.

Pada 12 Mei 2019, Tzu Chi Bandung mengadakan perayaan Tiga Hari Besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang kini menginjak usia ke-53.  Kegiatan pun berlangsung di Aula Jing Si, Tzu Chi Bandung dan diikuti oleh 82 relawan Tzu Chi serta 382 peserta yang terdiri dari para donatur Tzu Chi dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan prosesi pemandian rupang Buddha yang bermakna setiap hati cinta kasih dapat bangkit, dalam hati setiap orang terkandung rasa syukur, rasa hormat serta cinta kasih dari lubuk hati semua orang dapat disucikan sehingga masyarakat aman dan sejahtera. Sementara bagi Waisak adalah membersihkan hati kita dari kekotoran batin, seperti sifat kesombongan, keangkuhan, kerakusan, kemarahan, dan ketidaktahuan (ragu-ragu) agar semua mahluk hidup mencapai ke-Buddha-an dan mencapai pencerahan batin.

 

Pemuka agama Buddha, relawan Tzu Chi beserta tamu undangan menghadiri dan mengikuti proesi pemandian rupang Buddha.


Para tamu undangan mengikuti acara perayaan Tiga Hari Besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia ke-53 yang diadakan Tzu Chi Bandung (12/5/2019).

Suasana prosesi pemandian rupang Buddha pun begitu khusuk dan khidmat, terlihat para tamu undangan beserta relawan Tzu Chi menjalankannya dengan bersungguh sungguh, sehingga apa yang diharapkan rasa ketentraman, aman, dan welas asih dapat terwujud. Hal ini pun dirasakan oleh pasangan suami istri yang mengikuti kegiatan Waisak, yaitu Randy Yap (45) dan Lina Setiawan (35), Ia mengatakan kegitan yang diadakan oleh Tzu Chi begitu menginspirasi semua orang selain dengan kegiatan sosialnya.

"Kesannya sih bagus sekali, banyak yang datang umatnya, terus khidmat acaranya. Kegiatan seperti ini memang harus sering dilaksanakan tiap tahun soalnya jadi ingat kembali kita dengan kelahiran Siddhartha Gautama," ucap Randy Yap.

 

Pasangan suami istri, Randy Yap (45) dan Lina Setiawan (35) melakukan prosesi pemandian rupang Buddha, yang dipandu langsung oleh relawan Tzu Chi Bandung.

Menurut Djonni Andhella selaku Ketua Tzu Chi Bandung, tujuan diadakan di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung, agar para donator Tzu Chi serta masyarakat umum dapat mengetahui perkembangan gedung dan kontribusi Tzu Chi di Bandung. “Dengan begitu, para donator akan terketuk hatinya untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Misi Kemanusian Tzu Chi dan ada keinginan untuk menjadi bagian dari Tzu Chi," kata Djonni. “Semoga dengan kegiatan ini apa yang dicita-citakan oleh Master Cheng Yen agar dunia terbebas dari bencana dapat terwujud," lengkapnya.

Hati yang penuh ketulusan mampu mengharukan langit dan bumi, dapat mengumpulkan keberuntungan yang penuh berkah. Dengan berdoa semoga semakin hari dunia semakin bebas dari bencana, batin manusia makin disucikan, dan semua dikaruniai badan sehat, aman dan sejahtera. Semoga cahaya kebijaksanaan dan welas asih Dharma Buddha bisa menyinari alam semesta selamanya, membuat lahan batin setiap orang terang dan jernih.


Editor: Arimami Suryo A.


Artikel Terkait

Menyucikan Noda Batin, Mendamaikan Pikiran dan Hati

Menyucikan Noda Batin, Mendamaikan Pikiran dan Hati

02 Juni 2023

Peringatan Tiga Hari Besar Tzu Chi yaitu Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia, dilaksanakan Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat di ITC Mangga Dua pada Minggu, 28 Mei 2023 dan diikuti 150 Peserta.

Menjalankan Tanggung Jawab Bersama

Menjalankan Tanggung Jawab Bersama

07 Mei 2015

Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Buddha menjadikan relawan tidak sedikit pun merasa patah semangat. Sebanyak 78 relawan  mempersiapkan dengan baik, mulai dari cara berjalan hingga prosesi pemandian rupang.

Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna

Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna

16 Mei 2025

Perayaan Waisak 2025 di Tzu Chi Makassar berlangsung khidmat pada Minggu, 11 Mei 2025, dengan mengusung tema "Membalas budi luhur Buddha, orang tua kita, dan semua makhluk hidup." Acara dihadiri 107 relawan dan tamu undangan.

Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -