Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Waisak 2019: Membersihkan Hati Dihari Waisak

14 Mei 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Para relawan Tzu Chi Bandung menjadi pembuka untuk melakukan prosesi pemandian rupang Buddha dengan pelita hati, melati, dan air wangi.

Pada 12 Mei 2019, Tzu Chi Bandung mengadakan perayaan Tiga Hari Besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang kini menginjak usia ke-53.  Kegiatan pun berlangsung di Aula Jing Si, Tzu Chi Bandung dan diikuti oleh 82 relawan Tzu Chi serta 382 peserta yang terdiri dari para donatur Tzu Chi dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan prosesi pemandian rupang Buddha yang bermakna setiap hati cinta kasih dapat bangkit, dalam hati setiap orang terkandung rasa syukur, rasa hormat serta cinta kasih dari lubuk hati semua orang dapat disucikan sehingga masyarakat aman dan sejahtera. Sementara bagi Waisak adalah membersihkan hati kita dari kekotoran batin, seperti sifat kesombongan, keangkuhan, kerakusan, kemarahan, dan ketidaktahuan (ragu-ragu) agar semua mahluk hidup mencapai ke-Buddha-an dan mencapai pencerahan batin.

 

Pemuka agama Buddha, relawan Tzu Chi beserta tamu undangan menghadiri dan mengikuti proesi pemandian rupang Buddha.


Para tamu undangan mengikuti acara perayaan Tiga Hari Besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia ke-53 yang diadakan Tzu Chi Bandung (12/5/2019).

Suasana prosesi pemandian rupang Buddha pun begitu khusuk dan khidmat, terlihat para tamu undangan beserta relawan Tzu Chi menjalankannya dengan bersungguh sungguh, sehingga apa yang diharapkan rasa ketentraman, aman, dan welas asih dapat terwujud. Hal ini pun dirasakan oleh pasangan suami istri yang mengikuti kegiatan Waisak, yaitu Randy Yap (45) dan Lina Setiawan (35), Ia mengatakan kegitan yang diadakan oleh Tzu Chi begitu menginspirasi semua orang selain dengan kegiatan sosialnya.

"Kesannya sih bagus sekali, banyak yang datang umatnya, terus khidmat acaranya. Kegiatan seperti ini memang harus sering dilaksanakan tiap tahun soalnya jadi ingat kembali kita dengan kelahiran Siddhartha Gautama," ucap Randy Yap.

 

Pasangan suami istri, Randy Yap (45) dan Lina Setiawan (35) melakukan prosesi pemandian rupang Buddha, yang dipandu langsung oleh relawan Tzu Chi Bandung.

Menurut Djonni Andhella selaku Ketua Tzu Chi Bandung, tujuan diadakan di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung, agar para donator Tzu Chi serta masyarakat umum dapat mengetahui perkembangan gedung dan kontribusi Tzu Chi di Bandung. “Dengan begitu, para donator akan terketuk hatinya untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Misi Kemanusian Tzu Chi dan ada keinginan untuk menjadi bagian dari Tzu Chi," kata Djonni. “Semoga dengan kegiatan ini apa yang dicita-citakan oleh Master Cheng Yen agar dunia terbebas dari bencana dapat terwujud," lengkapnya.

Hati yang penuh ketulusan mampu mengharukan langit dan bumi, dapat mengumpulkan keberuntungan yang penuh berkah. Dengan berdoa semoga semakin hari dunia semakin bebas dari bencana, batin manusia makin disucikan, dan semua dikaruniai badan sehat, aman dan sejahtera. Semoga cahaya kebijaksanaan dan welas asih Dharma Buddha bisa menyinari alam semesta selamanya, membuat lahan batin setiap orang terang dan jernih.


Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 197 kali


Berita Terkait


Waisak 2019: Kesungguhan Hati

20 Mei 2019

Waisak Tzu Chi 2018: Doa Jutaan Insan Untuk Kedamaian dan Keamanan Surabaya

14 Mei 2018

Membersihkan Kegelapan Batin di Hari Waisak 2562 BE

14 Mei 2018

Membangkitkan Ketulusan dan Rasa Syukur di Hari Waisak

22 Mei 2017

Waisak 2016: Persaudaraan Antar Manusia

16 Mei 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat