Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Membuang Mitos Bulan Hantu

22 September 2014 Jurnalis : Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Amir, Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan acara doa bersama dalam rangka merayakan bulan tujuh penuh berkah sesuai penanggalan imlek pada tanggal 7 September 2014 di Sekolah Djuanda dan dihadiri oleh sekitar 400 tamu undangan.

Mitos bahwa bulan tujuh penanggalan Imlek adalah bulan hantu sudah lama dipercayai oleh masyarakat etnis Tionghoa. Hal ini yang mendasari Kantor Penghubung Tzu Chi di Kota Tebing Tinggi untuk menggelar acara doa bersama pada tanggal 7 September 2014 di Sekolah Djuanda. Acara ini sendiri merupakan kali ketiganya sejak KP Tebing Tinggi dibentuk lima tahun lalu. Acara ini dihadiri oleh sekitar 400 tamu undangan yang datang dari berbagai wilayah, antara lain Medan, Pematang Siantar, Kisaran, Perdagangan dan Desa Laut Tador Kabupatan Batubara.

Sebelum acara doa bersama, para relawan telah melakukan sosialisasi mengenai tata cara, makna, serta tujuan dari acara doa tersebut. Sosialisasi ini dilakukan kepada warga yang tinggal di Jalan Tengku Hasyim dan Komplek Perumahan Citra Harapan. Hal ini merupakan pertama kalinya karena sebelumnya sosialisasi ditujukan kepada relawan dan pengunjung wihara. Dalam sosialisasi ini warga diajak untuk memahami arti sesungguhnya bulan tujuh penanggalan Imlek.

Makna sesungguhnya dari bulan tujuh penanggalan Imlek sebagai bulan penuh berkah, bulan sukacita dan bulan balas budi kepada Buddha, para guru, orangtua dan semua makhluk. Master Cheng Yen ingin merubah pandangan atau kepercayaan sebagian umat Buddhis yang beranggapan bulan tujuh adalah bulan hantu, bulan yang tidak baik untuk memulai atau melakukan aktivitas tertentu,” ujar Wardi, koordinator acara.

Lebih lanjut sosialisasi ini mengajak para peserta untuk membangkitkan niat untuk melakukan kebajikan dan melatih diri. Selain itu, mereka diberi wawasan mengenai manfaat bervegetaris serta membuang kebiasaan membakar kertas sembahyang dan sesajen makhluk hidup.

Acara ini juga bertujuan untuk membuang mitos bahwa bulan tujuh penanggalan Imlek adalah bulan yang tidak baik. Ajakan untuk bervegetaris dan untuk tidak membakar kertas sembahyang serta tidak menyajikan sesajen makhluk hidup.


Selain doa bersama, sebelumnya Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi juga melakukan sosialisasi kepada warga Jalan Tengku Hasyim dan Komplek Perumahan Citra Harapan mengenai makna sesungguhnya bulan tujuh penanggalan Imlek sebagai bulan yang penuh berkah.

Artikel dibaca sebanyak : 2482 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat