Senin, 20 Mei 2019
Indonesia | English

Memperkenalkan Bulan Tujuh Penuh Berkah

15 Agustus 2016 Jurnalis : Nopianto
Fotografer : Nopianto

Relawan Tzu Chi Tanjung Pinang mempersiapkan makan siang vegetarian di kantor penghubung Tzu Chi Tanjung Pinang dalam rangka Bulan Tujuh Penuh Berkah

Relawan Tzu Chi Tanjung Pinang mempersiapkan makan siang vegetarian di kantor penghubung Tzu Chi Tanjung Pinang dalam rangka Bulan Tujuh Penuh Berkah

Dalam keyakinan kuno etnis tionghoa, bulan tujuh imlek dipercayai sebagai bulan hantu. Mereka percaya bahwa dengan melakukan sembahyang dalam skala yang besar, segala aktivitas akan berlangsung dengan lancar dan baik pada bulan ini. Dalam ajaran Buddha, bulan tujuh memiliki makna yang berbeda, bulan ini adalah bulan berbakti dan bulan penuh syukur. Oleh karena itu, bulan tujuh juga disebut sebagai sebuah bulan yang penuh berkah.

Demi memperkenalkan gagasan ini, relawan Tzu Chi Tanjung Pinang menggelar kegiatan makan siang vegetarian bersama di Kantor Penghubung Tzu Chi Tanjung Pinang. Kegiatan selama satu minggu ini dimulai sejak tanggal 08 Agustus 2016 yang dimulai pukul 11.30 WIB setiap harinya. Para peserta berturut-turut hadir di kantor penghubung Tzu Chi Tanjung Pinang. Selain dapat menikmati makan siang vegetarian, para peserta juga diterangkan tentang makna bulan tujuh penuh berkah.

Pada tiga hari pertama, jumlah warga yang hadir dalam rangka Bulan Tujuh Penuh Berkah di Tzu Chi Tanjung Pinang mencapai 60 orang.

Pada tiga hari pertama, jumlah warga yang hadir dalam rangka Bulan Tujuh Penuh Berkah di Tzu Chi Tanjung Pinang mencapai 60 orang.

Pada tiga hari pertama (8-10 Agustus 2016), jumlah warga yang hadir mencapai 60 orang. Ada beberapa dari mereka yang mendengarkan istilah “Bulan Tujuh Penuh Berkah” untuk pertama kalinya. Seperti yang diungkapkan Kim Hoi (52). “Kita tidak pernah tahu bahwa bulan tujuh itu penuh berkah karena tidak ada yang beritahu,” ungkapnya. Berkat kegiatan ini Kim Hoi menjadi tau tentang makna Bulan Tujuh Penuh Berkah dan akan mencoba menjalaninya dengan cara mengurangi pembakaran kertas sembahyang.

Melalui kegiatan ini, relawan Tzu Chi Tanjung Pinang ingin mengajak warga setempat untuk menyambut bulan berkah ini dengan hati yang bersyukur. “Menyambut kedatangan bulan tujuh penuh berkah, kami ingin warga setempat bisa menjalani pola makan vegetarian, meskipun cuma satu kali dalam sehari,” ungkap Dewiningsih, Wakil Ketua Tzu Chi Tanjung Pinang.

Diana Loe, yang hadir di kegiatan ini menyampaikan pesan cinta kasih kepada para relawan Tzu Chi Tanjung Pinang, memotivasi mereka lebih giat dalam menjalani kegiatan-kegiatan Tzu Chi.

Diana Loe, yang hadir di kegiatan ini menyampaikan pesan cinta kasih kepada para relawan Tzu Chi Tanjung Pinang, memotivasi mereka lebih giat dalam menjalani kegiatan-kegiatan Tzu Chi.

Memiliki hati yang tulus dalam melakukan ritual sembahyang patut dipuji. Namun, tentunya kita perlu memiliki kebijaksanaan dalam menjalaninya. Relawan Tzu Chi Tanjung Pinang menawarkan sebuah cara yang baru dalam menyambut kedatangan bulan tujuh bagi warga setempat, yakni menjalani pola makan vegetarian. Sebuah cara yang sederhana namun tidak mengurangi ketulusan hati kita.

Artikel dibaca sebanyak : 1112 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat