Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Memperpanjang Barisan Pencatat Sejarah Tzu Chi

09 Juli 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan, Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)


Djohar Djaja dengan semangat menjelaskan tentang liputan video dan bagaimana cara menggunakan kamera video.

Yayasan Buddha Tzu Chi yang tersebar di 57 negara,  di dalam menjalankan visi dan misinya menyucikan hati manusia, menciptakan masyarakat damai sejahtera dan dunia terbebas dari bencana dengan ragam dan jenis bangsa, agama  dan budaya. Apa saja yang dilakukan relawan dan cinta kasih apa yang ditebarkan, tidak luput dari mata  dan hati welas asih Master Cheng Yen. Bagaimana Master Cheng Yen bisa mengetahui apa yang relawan Tzu Chi lakukan di seluruh dunia, semua ini karena adanya relawan Zhen Shan Mei (ZSM), yakni relawan yang mencatat apa yang dilihat, rasakan, dan yang didengar, kemudian merangkainya sebagai catatan sejarah. Dengan begitu maka Master Cheng Yen akan tahu apa yang dilakukan relawan Tzu Chi lakukan. Itulah sebabnya mengapa relawan Zhen Shan Mei disebut “mata dan telinga” Master Cheng Yen. Relawan Zhen Shan Mei meliputi artikel, foto, dan video.

Tzu Chi Medan semakin hari semakin bertambah banyak kegiatannya. Sumbangsih para relawan di dalam menyebarkan cinta kasih juga begitu indah dan meluas. Alangkah sayangnya jika sejarah baik ini tidak diukir menjadi sebuah catatan sejarah. Inilah peran dari relawan ZSM  karena apa yang diukir adalah sesuatu yang benar, bijak dan indah, serta bisa menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

 

Amir, pengurus He Qi Zhen Shan Mei Medan memberikan kata sambutan dan semangat kepada peserta pelatihan agar bisa belajar video dengan optimal.

“Untuk relawan ZSM foto dan artikel, saat ini di Tzu Chi Medan sudah lumayan banyak, namun untuk bagian video masih sangat sedikit. Hal ini mungkin karena tidak semua orang memiliki kamera video.  Untuk itu dalam usaha menggalang semakin banyak relawan video maka kita upayakan peralatan yang telah ada yaitu kamera Dslr dan Mirroles,” kata Amir, pengurus He Qi Zhen Shan Mei Medan. Ada 11 orang relawan yang mengikuti Pelatihan ZSM Video pada Minggu, 7 Juli 2019 di Komplesk jati Junction ini. “Kita harapkan 11 orang ini nantinya bisa membantu dalam peliputan video,” sambung Amir.

Apa Itu Relawan Zhen Shan Mei Video?
Relawan ZSM Video yang biasanya disebut Campers (camera person), operator kamera, juru kamera, ataupun videografer adalah orang yang mengoperasikan kamera video dan bertanggung jawab memastikan gambar yang diambil hasilnya tajam, komposisi tepat, serta setting level atau tingkat suara sesuai.    

Agar gambar yang diambil tajam maka ada beberapa sudut pengambilan gambar yang harus diperhatikan. Begitu juga untuk menghasilkan sebuah video yang baik maka relawan video harus menguasai cara pengambilan komposisi gambar, baik dengan menggunakan tripod maupun tanpa tripod, bagaimana mengambil gambar dalam pergerakan dinamis kamera, yang terdiri dari Pan (pergerakan dari kanan ke kiri) dan Tilt (pergerakan dari atas ke bawah), serta bagaimana  proses pengeditan dan komposisi suara.

Tugas Seorang ZSM Video
Untuk menjadi ZSM video, peralatan yang dibutuhkan adalah Kamera Video/Kamera Dslr atau Mirroles, tripod, microphone, clip on, memory card, card reader, laptop, lampu, dan battery. Seorang ZSM video selain mengambil gambar, juga harus mengedit video, yaitu proses memilih gambar dari hasil shooting  dan menyisipkan sebuah transisi agar menjadi video yang utuh dan baik untuk ditonton. Dalam proses editing tidak cukup hanya menggabungkan gambar, tetapi banyak sekali variable yang harus diketahui dalam proses editing, diantaranya proses memindahkan hasil liputan dari kamera ke dalam komputer, proses penyuntingan seluruh materi menjadi tatanan video yang memiliki arti, proses penyelarasan seluruh materi audio, dan proses dari seluruh materi editing menjadi video yang bisa dinikmati.


Djohar Djaja membagikan beberapa teknik liputan, termasuk cara memegang kamera yang benar.


Djohar Djaja memberikan arahan kepada peserta saat praktik liputan di Jing Si Book dan Café.

Untuk menjadi seorang campers yang menghasilkan video yang baik maka seorang campers harus sering menonton hasil karya di televisi, harus mampu berimajinasi dan harus tetap berkarya.

Pelatihan ZSM Video dibawakan oleh Djohar Djaja, relawan Tzu Chi Medan. Djohar membawakan materi dengan semangat dan diselingi sedikit lelucon, dan Djohar menerangkan ke para relawan apa itu liputan video, apa saja peralatannya, bagaimana trik pengambilan gambar yang bagus dan juga mengajak para peserta untuk praktik langsung di Jingsi Book and Café Medan.

Pelatihan relawan ZSM kali ini bukan hanya diikuti relawan Medan, tetapi juga ada 5 orang relawan Tebing Tinggi. Salah satunya adalah Lidyawaty (陳玉萱), yang mempunyai kegemaran di bidang fotografi dan merasa senang bisa belajar video dalam pelatihan ini. “Saya sangat senang bisa menjadi relawan ZSM, disamping sesuai dengan kegemaran saya, juga sangat banyak yang bisa saya pelajari seperti hari ini. Saya belajar mengambil gambar video dengan kamera Dslr. Saya sangat bahagia karena bisa menjadi mata dan teliga Master Cheng Yen,”` kata Lidyawaty.


Selain relawan Tzu Chi Medan, relawan Tebing Tinggi, Sumatera Utara juga mengikuti pelatihan ini.

Lain halnya dengan Inggrid (湯佳音) yang bekerja sebagai staf di Jingsi Book and Café dan juga menjadi relawan Tzu Chi. Ketika mengikuti Pelatihan 4 in 1 di Jakarta pada tahun 2018, ketika melihat sharing dalam bentuk video, Inggrid merasa lebih mudah memahami daripada membaca sebuah artikel, mulai saat itu Inggrid sangat ingin belajar membuat sebuah karya video yang mungkin bisa digunakan untuk mengambil momen atau sebuah kegiatan yang ada di Jingsi Book and Café. “Hari ini saya bisa ikut pelatihan ZSM video, ini merupakan berkah bagi saya. Banyak yang saya dapatkan dari sudut pengambilan gambar, cara mengambil gambar yang bagus, dan diajak untuk praktik langsung. Walaupun ini pertama kalinya saya ikut pelatihan ZSM dan terus terang sulit bagi saya, namun saya akan tetap belajar dan berlatih. Semoga nanti saya bisa menghasilkan sebuah karya video yang bisa menginspirasi orang lain,” ungkap Inggrid dengan semangat.

Melihat semangat dari para peserta, Djohar Djaja merasa sangat bahagia, “Para peserta pelatihan hari ini sangat bersemangat dan begitu antusias untuk belajar. Praktik langsung pengambilan gambar hasilnya juga cukup bagus, walupun ada beberapa yang masih perlu dikembangkan, namun melihat semangat belajar mereka saya sangat bahagia.”

Semoga apa yang dipelajari para peserta dalam Pelatihan Relawan Zhen Shan Mei ini dapat dipraktikkan dalam kegiatan Tzu Chi ke depannya, seperti yang Master Cheng Yen katakan, “Sekadar ‘mengetahui’ saja tidaklah cukup, namun harus dapat mempraktikkannya dalam tindakan nyata.”

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 278 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat