Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Memulihkan Surga Kecil di Kaki Gunung Rinjani

03 September 2018 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A.


Kebahagiaan warga Desa Sembalun, Lombok Timur setelah menerima bantuan logistik dari Tzu Chi Indonesia.

Berada di ketinggian yang bervariasi antara 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB menjadi salah satu lokasi terdampak gempa Lombok yang sulit dijangkau. Di wilayah ini, rumah warga yang rusak dan runtuh akibat gempa tidak tersentuh alat berat untuk membersihkannya. Warga pun secara bergotong royong membersihkan puing-puing material bangunan yang runtuh secara mandiri.

Wilayah dengan bentang alam yang indah dan memanjakan mata ini tepat berada di lereng timur Gunung Rinjani serta memiliki suhu yang dingin. Warga yang biasanya berada di dalam rumah, kini harus bertahan di dalam tenda darurat akibat gempa dengan terpaan hawa dingin angin gunung. Jumat, 31 Agustus 2018, Tzu Chi Indonesia yang fokus di wilayah Lombok Timur dalam penyaluran bantuan gempa gelombang ke-3 juga memberikan bantuan di Kecamatan Sembalun.


Antusias warga dari 6 dusun di wilayah Desa Sembalun saat akan mendapatkan kopon bantuan dari Tzu Chi Indonesia di halaman Kantor Desa Sembalun.


Joe Riadi, Ketua Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia memberikan pengenalan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi kepada warga Desa Sembalun.

Setelah melewati jalan menanjak dengan waktu tempuh selama 2,5 jam dari wilayah Lombok Barat yang menjadi posko bantuan Tzu Chi Indonesia, relawan tiba di Kantor Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun. Kehadiran relawan Tzu Chi Indonesia langsung disambut hangat oleh aparatur desa dan pihak Koramil Sembalun, Lombok Timur. Tanpa banyak membuang waktu, relawan segera berkoordinasi untuk membagikan kupon bantuan kepada warga-warga Desa Sembalun melalui Kepala Desa serta para Kepala Dusun di wilayah tersebut.

“Sebelumnya sudah kita survei terlebih dahulu, karena Sembalun ini adalah daerah yang paling jauh dan susah dijangkau. Dan kita (Tzu Chi) memang diharapkan membantu daerah terpencil serta tepat sasaran bagi orang-orang yang memang memerlukan bantuan,” jelas Joe Riadi, Ketua Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia. Bantuan diprioritaskan kepada ibu yang memiliki anak-anak, selain itu karena hawa dingin di sekitar pemukiman, Tzu Chi juga memprioritaskan sarung, terpal, dan selimut. “Kami berharap dengan bantuan ini bisa membantu kehidupan mereka selama pemulihan,” tambah Joe Riadi.


Harmini (kiri), Kepala Desa Sembalun memandu warganya untuk antre saat akan mendapatkan bantuan dari Tzu Chi.

Kecamatan Sembalun terdiri dari 6 desa dengan jumlah 7.400 kepala keluarga (KK). Tzu Chi memberikan bantuan di wilayah ini selama dua hari (31 Agustus – 1 September 2018). “Hari ini kita memberikan 2.400 paket bantuan untuk 2 desa terlebih dahulu di Kecamatan Sembalun karena terbatasnya waktu dan akan kita lanjutkan lagi besok,” ungkap Joe Riadi. Dua desa tersebut terdiri dari 6 dusun yaitu Dusun Mentagi, Dusun Dasan Tengah, Dusun Ledang Luar, Dusun Berugak Mujur, Dusun Dasan Bantek, dan Dusun Dasan Tegak Timur.

Bantuan yang diberikan Tzu Chi di wilayah Sembalun ini juga mendapatkan apresiasi dari Aparatur Desa yang menyambut baik Tzu Chi yang ingin bertemu langsung dengan para warga. “Kami atas nama Pejabat Desa Sembalun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tzu Chi yang masih mau memperhatikan saudara-saudara di wilayah yang jauh ini,” kata Harmini (38), Kepala Desa Sembalun.


Relawan Tzu Chi Padang yang ikut membagikan bantuan juga berinteraksi hangat dengan para warga Desa Sembalun.

Menurut Harmini, dampak dari gempa cukup terlihat sekali di Desa Sembalun seperti dari segi ekonomi dan kegiatan masyarakat yang lumpuh. “Secara umum kondisi masyarakat masih trauma dan tinggal di luar rumah. Mereka masih takut untuk beraktivitas,” ungkapnya. Selain bantuan logistik yang sifatnya untuk keperluan sehari-hari, Tzu Chi juga memberikan lori (gerobak kecil) sebagai sarana untuk mengangkut puing-puing bangunan karena tidak adanya bantuan alat berat.

Gempa yang berkali-kali mengguncang Lombok memang memberikan ketakutan tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Inajani (40). Pada saat kejadian, tepatnya gempa besar kedua yang berkekuatan 7 SR, ia sedang berada di dalam rumah bersama 7 orang anggota keluarganya. “Saat gempa besar saya sedang salat, udah pas tanah goyang saya langsung lari sambil teriak-teriak takbir dan memanggil orang-orang rumah untuk keluar,” ungkap Inajani. Semenjak saat itu, ia dan keluarga memutuskan untuk tinggal di luar rumah karena kondisi rumahnya rusak serta takut anak tertimpa material bangunan.


Inajani membawa serta anaknya yang masih berusia 2 tahun untuk mendapatkan bantuan logistik dari Tzu Chi Indonesia.

Bantuan yang diberikan Tzu Chi ini juga dirasakan manfaatnya secara langsung oleh Inajani yang memiliki suami bermatapencaharian sebagai petani. Bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun, dangan sabar ia mengikuti antrean untuk mendapatkan bantuan. “Alhamdulillah, syukur kita terima bantuan ini, karena di tempat ini kan kita susah cari uang. Jadi barang-barang ini sangat berguna,” ungkap Inajani di sela-sela pembagian bantuan yang berlokasi di lapangan depan Kantor Desa Sembalun.

Selain memberikan bantuan logistik, Tzu Chi rencananya juga akan membawa tim medis dari TIMA Indonesia menuju wilayah Kecamatan Sembalun pada kegiatan hari ke dua (1 September 2018) di wilayah tersebut karena sebelumnya tim medis dari TIMA Indonesia berpencar untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang berada di wilayah Lombok Utara.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 435 kali


Berita Terkait


Bantuan Gempa Lombok Gelombang ke-3: Bantuan Terpadu di Lombok Timur

31 Agustus 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Saat membantu orang lain, yang paling banyak memperoleh keuntungan abadi adalah diri kita sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat