Sabtu, 19 Oktober 2019
Indonesia | English

Menanamkan Kebaikan Melalui Lomba Budaya Humanis

25 Juli 2018 Jurnalis : Moses Silitonga
Fotografer : Moses Silitonga, Laode Rizal, Randhy Putra, Usmandi


Suasana lomba cepat tepat 52 Kata Perenungan Master Cheng Yen di Wilayah Perkebunan Sinar Mas yang dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Semitau, Kalimantan Barat. Lomba ini dibagi dalam 3 kategori berdasarkan tingkatan kelas 4, 5 dan 6 SD.

“Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat” (Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Misi pendidikan Tzu Chi adalah sebuah misi untuk membentuk manusia seutuhnya. Tidak hanya sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, namun juga fokus pada penanaman nilai-nilai budi pekerti dan kemanusiaan. Pola ini pun turut dikembangkan untuk membimbing anak-anak yang merupakan cikal bakal masa depan.

Untuk mewujudkannya, satu kegiatan Lomba Budaya Humanis Tingkat SD di wilayah Perkebunan Sinar Mas dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas pada tahun 2018 ini. Untuk pertama kalinya, kegiatan ini dilaksanakan oleh para relawan Tzu Chi Sinar Mas dari Xie Li Semitau, Kalimantan Barat.

Pembinaan Budaya Humanis bagi Siswa-Siswi


Pembinaan Budaya Humanis dilakukan terlebih dahulu oleh relawan Dharma Wanita dan guru di SD Eka Tjipta Muara Tawang, Kapuas Hulu, Sungai Beran, dan Belian. Pelatihan berlangsung sejak Mei 2018 hingga Juni 2018.

Sebelum mengadakan perlombaan, relawan membuat kegiatan pembinaan budaya humanis bagi siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SD. Melalui pembinaan itu, relawan memiliki harapan anak-anak tersebut tumbuh dengan berlandaskan semangat cinta kasih universal, keinginan untuk saling menghormati, dan menjadi pribadi yang penuh syukur yang kemudian dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan di 4 sekolah dasar yang berada di sekitar wilayah Perkebunan Sinar Mas area Semitau. Keempat sekolah tersebut adalah SD Eka Tjipta - Muara Tawang, SD Eka Tjipta - Kapuas Hulu, SD Eka Tjipta - Sungai Beran, dan SD Eka Tjipta - Belian. Materi Pembinaan yang diberikan kepada para siswa-siswi meliputi pengenalan Kata Perenungan Master Cheng Yen, pendidikan budi pekerti dan tata krama, pemberian pemahaman akan pentingnya cinta kasih, hingga pemberian pemahaman akan pentingnya memiliki rasa syukur. Agar lebih mudah dipahami oleh para siswa dan siswi tingkat SD, kegiatan pembinaan ini dikemas semenarik mungkin dengan menggunakan cerita dan video yang berlandaskan Kata Perenungan Master Cheng Yen.

Pembinaan budaya humanis ini berlangsung sejak Mei 2018 hingga Juni 2018. Para relawan Dharma Wanita Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Semitau yang berada di sekitar daerah Muara Tawang, Kapuas Hulu, Sungai Beran, dan Belian dengan semangat melaksanakan pembinaan bersama-sama dengan para guru dari tiap sekolah.

Pada saat kegiatan pembinaan berlangsung, para guru juga turut melihat potensi yang terdapat pada siswa-siswi. Hal tersebut terkait dengan akan dilaksanakannya Lomba Budaya Humanis, sebagai bentuk rasa syukur para relawan atas potensi yang dimiliki oleh siswa-siswi. Adapun lomba yang dilaksanakan meliputi, lomba menggambar humanis, lomba bercerita humanis, dan lomba cepat tepat 52 Kata Perenungan Master Cheng Yen.

Lomba Budaya Humanis


Para siswa berbaris dengan rapi dan tertib sebelum mengikuti perlombaan menggambar.

Bibit cinta kasih harus terus disebar dan ditanamkan hingga ke pelosok, ditanamkan di lahan batin di usia sedini mungkin. Melalui kegiatan perlombaan budaya humanis ini, benih cinta kasih diharapkan dapat tumbuh dan berkembang melalui semangat berkompetisi yang positif.

Setelah para siswa dan siswi mendapatkan pembinaan budaya humanis, para guru kemudian memilih perwakilan dari sekolah mereka untuk mengikuti Lomba Budaya Humanis. Perlombaan ini diikuti siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 SD dan diikuti lebih dari 200 siswa-siswi dari SD Eka Tjipta Muara Tawang, Kapuas Hulu, Sungai Beran, dan Belian.

Pada 17 Juli 2018, perlombaan dimulai dengan tahap seleksi lomba menggambar humanis yang diikuti oleh sebanyak 218 siswa dan siswi. Para relawan, guru, dan peserta berkumpul di Club House, Belian sejak pukul 8.00 pagi. Kegiatan dimulai dengan tertib dan indah, di mana para siswa dan siswi masuk ke dalam ruangan dengan berbaris dibimbing oleh para relawan.

Setelah melakukan registrasi dan duduk di tempat yang telah ditentukan, masing-masing anak mendapatkan lembar menggambar. Pukul 10 pagi siswa dan siswi mulai menggambar berlandaskan kata Perenungan Master Cheng Yen dengan menggunakan peralatan menggambar yang telah disediakan. Dari proses tersebut, sebanyak 35 karya yang terpilih kemudian akan diperlihatkan pada puncak Lomba Budaya Humanis, keesokan harinya.

Menanti Pemenang


Ketiga Juri sedang berdiskusi, melihat, dan menentukan pemenang lomba menggambar humanis.

Tiba saatnya 18 Juli 2018 yang merupakan hari yang dinantikan-nantikan oleh para peserta lomba, relawan, guru, dan juga ketiga Juri. Adapun juri pada lomba ini adalah perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Ernie Lindawati, perwakilan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Viny Kwan, dan Ketua Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Xie Li Semitau Farry Surya.

“Program ini sangat baik, di mana bertujuan supaya generasi penerus di masa depan lebih berbudaya humanis, berbudi pekerti, dan mempunyai adat istiadat yang baik sehingga membentuk satu karakter baru yang diharapkan lebih baik lagi dari sekarang,” ungkap Farry Surya.

Selain 35 gambar yang terpilih dalam tahap seleksi kategori lomba menggambar humanis, para juri juga memberikan penilaian untuk dua kategori lainnya yakni: lomba bercerita humanis yang diikuti 12 peserta dan lomba cepat tepat 52 Kata Perenungan Master Cheng Yen yang diikuti 24 peserta.


Para relawan bersama dengan ketiga juri berfoto bersama dengan kelima pemenang dari tiap kategori lomba.

Pada lomba cepat tepat, suasana sangat ramai dan penuh keceriaan. Para pendukung, guru, relawan yang mendampingi para peserta dari tiap sekolah pun turut menyanyikan yel-yel sebagai bentuk dukungan untuk menyemangati para peserta. Pada kegiatan lomba bercerita, para peserta terlihat sangat kreatif. Tidak jarang dari mereka menggunakan alat peraga untuk memperjelas makna dari cerita yang ingin sampaikan.

“Saya merasa sangat bangga dan merasa damai karena kata-kata perenungan itu adalah kata-kata bijak dari Master Cheng Yen. Tadi saya lihat mereka bukan hanya sekadar menghapal, namun juga sudah memahami. Saya berharap mereka dapat dengan baik menggunakan kata perenungan Master Cheng Yen untuk kehidupan mereka ke depannya,” tutur Ernie Lindawati.

Usai penilaian gambar humanis, penilaian lomba cepat tepat dan penilaian lomba bercerita, akhirnya para pemenang pun diumumkan pada pukul 3.00 siang.

Pada kategori lomba cepat tepat 52 Kata Perenungan Master Cheng Yen terdapat 3 pemenang untuk masing-masing tingkatan kelas lomba.

Nama Kelas Juara Asal Sekolah
M. Ridho 4 1 SD Eka Tjipta Muara Tawang
Dewi Florine 5 1 SD Eka Tjipta Kapuas Hulu
Lisa 6 1 SD Eka Tjipta Belian

Sementara itu untuk kategori menggambar humanis dimenangkan oleh Rendi dari SD Eka Tjipta Kapuas Hulu, kemudian juara lomba bercerita adalah Faisal Munadi dari SD Eka Tjipta Kapuas Hulu.

Kelima pemenang juara 1 tersebut memperoleh kesempatan untuk ke Jakarta dan mengikuti rangkaian kegiatan bersama relawan Tzu Chi Sinar Mas dan mendatangi wahana permainan anak yang edukatif. Minimnya kesempatan untuk melihat dunia luar selain wilayah tempat tinggal mereka, memberikan rasa bahagia dan haru atas kesempatan yang mereka dapatkan.

“Senang, setelah banyak latihan sebelumnya bisa membanggakan guru dan orang tua. Udah jauh-jauh datang kesini dan bisa menang,” ungkap Rendi.

“Bertutur dengan kata yang baik, berpikir dengan niat baik, dan melakukan perbuatan baik,” tambah Rendi mengungkapkan Kata Perenungan Master Cheng Yen yang paling menyentuh dirinya dan akan berusaha ia terapkan ke depannya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 752 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat