Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Menanamkan Welas Asih Anak Sejak Usia Dini

28 Januari 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Kelas budi pekerti Tzu Chi Bandung yang pertama di tahun 2019, Minggu 20 Januari 2019. Para relawan Tzu Chi mendata Xiau Pu Sa yang hadir pada kelas budi pekerti.

Tzu Chi Bandung kembali menggelar kelas budi pekerti yang pertama di tahun 2019, Minggu 20 Januari 2019. Di awal tahun 2019 ini, jumlah siswa meningkat, dengan total 39 siswa dari 25 siswa di tahun 2018. Di hari itu, turut diadakan sosialisasi mengenai visi misi Tzu Chi kepada para orang tua khususnya bagi yang baru saja mendaftarkan anaknya.

Selain mengenalkan Tzu Chi, relawan Tzu Chi juga mengajak orang tua untuk menjadi bagian dari dunia Tzu Chi, diharapkan dapat mengembangkan serta menyebarluaskan kembali kebajikan dan kewelasasihan Tzu Chi kepada masyarkat luas. Hal ini pun disambut positif oleh para orangtua, salah satunya adalah Filyanawati Santoso (38). Ia mengikutsertakan anaknya pada kelas budi pekerti agar sifat kewelasasihannya dapat tumbuh.

“Motivasi saya sebagai orangtua karena saya merasa di sekolah pada umumnya anak-anak kurang mendapatkan pendidikan karakter. Karena itu saya berharap mengikutkan anak-anak di kelas Tzu Chi ini anak-anak mendapatkan pendidikan karakter yang baik,” katanya.

Filyanawati menambahkan, ia ingin anaknya bisa hormat kepada orang tua, dan memberi perhatian pada orang-orang di sekitar.


Para Xiau Pu Sa memperkenalkan diri sesaat sebelum sesi belajar Bahasa Mandarin.


Filyanawati Santoso (kiri) orang tua dari Tiara (10) dan Wira (8), mengikuti sosialisasi mengenai visi misi Tzu Chi yang disampaikan langsung oleh relawan. 


Relawan Tzu Chi muda (Tzu Ching) mengajak para Xiau Pu Sa untuk bermain bersama, sementara orangtuanya mengikuti sosialisasi Tzu Chi.

Kelas budi pekerti yang diterapkan sejak dini oleh Tzu Chi bertujuan membangun karakter setiap individu dengan hal-hal kebaikan, mencintai, menghormati dan bersyukur. Pendidikan moral yang diterapkan bukan hanya bagi anak saja namun peran orangtua pun dilibatkan. Maka dari itu, keduanya dapat saling mengisi.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 314 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat