Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Menanti Hadirnya Tzu Chi Vegan Catering

03 September 2018 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari

Yoelanny P. Lukman Jaya (kanan), PIC Tzu Chi Vegan Catering bersama relawan He Qi Timur lainnya menyiapkan pendistribusian makanan vegetaris yang siap diantarkan kepada para konsumen.

Setiap tahun di momen Bulan Tujuh Penuh Berkah, dapur relawan di Komunitas He Qi Timur di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak pernah sepi. Minimal dua minggu dalam satu bulan itu, sekitar 20 relawan selalu datang per harinya untuk menyiapkan sajian-sajian vegetaris untuk melayani para konsumen Tzu Chi Vegan Catering.

Di tahun ini, Tzu Chi Vegan Catering hadir dua gelombang, pertama pada 6 hingga 10 Agustus 2018, dan kedua pada 27 hingga 31 Agustus 2018. Menu yang tersedia ada nasi padang, nasi medan, nasi singapura, nasi bento, nasi rames, nasi hainam, dan menu-menu menarik lainnya. “Semuanya tanpa bawang dan telur, semuanya vegan,” ucap Yoelanny P. Lukman Jaya, PIC Tzu Chi Vegan Catering.

Tzu Chi Vegan Catering digagas oleh relawan komunitas He Qi Timur sejak lima tahun lalu untuk mengimbau masyarakat agar bisa turut bervegetaris di bulan tujuh. Tujuannya agar setiap orang bisa mengembangkan rasa cinta kasihnya, berbakti, dan berbuat kebajikan kepada sesama sehingga dapat menjalin jodoh baik dengan semua makhluk, sekaligus turut melestarikan lingkungan. “Tapi untuk bisa mengajak orang bervegetaris memang agak susah karena dulu mereka tidak biasa memasak vegetaris dan masih susah menemukan restoran vegetarian,” kata Yoelanny. Dari sanalah Tzu Chi Vegan Catering hadir untuk mengatasi kerisauan sekaligus menyosialisasikan makanan vegetaris.

Untuk menyiapkan masakan vegetaris, relawan mulai mempersiapkan semuanya sejak jam 7 pagi setiap harinya.

Dalam lima tahun perjalanannya, Yoelanny menuturkan bahwa Vegan Catering kerap dirindukan oleh para konsumennya. “Banyak yang tanya kapan bisa pesan makanan lagi,” ungkap Yoelanny. Padahal dulunya, pesanan sangat jarang menyentuh angka 80 porsi. Berbeda dengan saat ini yang dalam sehari saja mereka bisa membuat sekitar 100 hingga 150 porsi makanan vegetaris. Pada Kamis, 30 Agustus 2018, relawan mendapatkan pesanan sebanyak 134 porsi. “Bahagia pasti karena bisa menyosialisasikan tentang vegetaris. Ditambah lagi kali ini hasil penjualannya akan kami donasikan untuk para korban gempa di Lombok,” jelas Yoelanny.

Kekompakkan relawan pun terlihat amat jelas di dapur yang berada satu lokasi dengan Depo Daur Ulang Kelapa Gading, Jakarta Timur ini. Alan, relawan komunitas He Qi Timur menjelaskan bahwa kekompakkan ini terus dijaga dari tahun ke tahun dengan menciptakan suasana kekeluargaan dalam berkegiatan. “Semua relawan yang datang sudah tahu hari ini ladang berkah mereka apa. Jadi tidak ada suruh-suruhan, relawan semua langsung pegang apa yang bisa dikerjakan,” kata Alan. “Bahkan karena melihat kekompakkan kami, banyak juga konsumen yang akhirnya ikut menjadi relawan,” imbuhnya.

Alan (kanan) bersyukur karena setiap tahunnya relawan tetap kompak dan solid untuk mewujudkan dan menyosialisasikan menu masakan vegetaris bagi masyarakat.

Pada Kamis, 30 Agustus 2018, relawan mendapatkan pesanan sebanyak 134 porsi. Mereka bahagia karena selain bisa menyosialisasikan manfaat pola hidup bervegetaris, kali ini hasil penjualannya juga akan mereka donasikan untuk para korban gempa di Lombok.

Satu dari mereka adalah Yanti. Belum genap satu tahun, ibu tiga anak ini bergabung menjadi relawan karena awalnya menjadi konsumen Vegan Catering. “Dulu saya suka pesan Vegan Catering, setelah itu suka bantu-bantu masak juga, nggak lama langsung ikut training relawan baru,” cerita Yanti. Menurut Yanti, menu makanan vegetaris tidak kalah lezat dengan menu lainnya. Dari sana, ia pun menawarkan Vegan Catering ke keluarga sekaligus teman-temannya.

“Hari ini saya sendiri dapat pesanan 20 porsi. Dari Christine, anak saya yang juga tawarin teman-teman sekantornya di Summarecon dan ada dari teman-teman saya juga. Intinya biar semua tahu kalau makanan vege itu enak apalagi sekarang ada momen bantu korban gempa di Lombok,” tuturnya.

Sementara itu ketika Yanti mengantarkan makanannya ke tempat anaknya bekerja, ia mendapat sambutan yang meriah. “Ini yang kami tunggu-tunggu,” tukas Wiesusanti, Adviser Pertanahan Summarecon Kelapa Gading yang telah menanti makan siangnya. Selain dirinya, ada juga Christine dan beberapa teman lain di ruangannya yang seluruhnya memesan 10 porsi makanan.

Yanti (baju abu-abu) berfoto bersama anaknya, Christine (baju ungu) serta Wiesusanti (batik hijau - kanan) serta teman-teman satu divisinya. Mereka tidak pernah absen memesan Tzu Chi Vegan Catering.

“Setiap ada catering, kami selalu pesan. Makanannya enak dan kami sebenarnya ingin belajar mengurangi makanan hewani. Nah pas banget Christine tawarin, jadi kami langsung mau,” jelas Wiesusanti. “Hari demi hari, varian menunya enak sekali. Sampai kami tanya ini kecapnya pakai apa, bumbunya takarannya berapa. Saya juga pengen ajak anak-anak ke dapurnya juga biar belajar karena kita kan ibu rumah tangga, jadi biar bisa masakin masakan sehat buat keluarga di rumah,” imbuhnya antusias disambut tawa oleh lainnya.

Dengan antusias yang begitu besar dari masyarakat, relawan berharap dapat mencapai tujuan awal yakni agar setiap orang bisa mengembangkan rasa cinta kasihnya, berbakti, dan berbuat kebajikan.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 416 kali


Berita Terkait


Tzu Chi Vegan Catering

28 Agustus 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat