Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Mencontohkan Pola Hidup Sehat Melalui Baksos Degeneratif

14 Agustus 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Relawan Tzu Chi mendata pasien yang datang untuk berobat.

Tzu Chi Bandung mengadakan bakti sosial kesehatan degeneratif, bagi pasien yang berumur 45-65 tahun. Baksos berlangsung di Sekolah Dasar Negeri 002 Karang Mulya, Kel. Dunguscariang, Kec. Andir, Bandung. Baksos degeneratif ini merupakan lanjutan dari baksos degeneratif tahap pertama yang diikuti oleh warga di empat RW di antaranya 03, 04, 05, 07 yang berlangsung pada tanggal 9 Desember 2018, 6 Januari 2019 dan 27 Januari 2019.

Di bakti sosial yang digelar pada 21 Juli 2019 ini, pelayanan kesehatan dilanjutkan bagi warga di tujuh RW yaitu; RW 01, 02, 06, 08, 09, 10 dan 11. Dengan begitu, total keseluruhan RW di Kel. Dunguscariang yang dilayani oleh Tzu Chi Bandung melalui baksos degeneratif mencapai 11 RW. Dalam perencanaannya baksos ini pun akan berlanjut ditanggal 25 Agustus dan berakhir pada tanggal 15 September 2019.

 

TIMA Bandung bersama tim medis Tzu Chi lainnya memberikan penjelasan mengenai pola hidup sehat.


Relawan medis Tzu Chi menjelaskan mengenai penyakit yang tergolong pada degeneratif kepada para pasien baksos. 

Djonni Andhela selaku Ketua Tzu Chi Bandung mengatakan, Tzu Chi Bandung mengupayakan agar seluruh masyarakat di Kelurahan Dunguscariang dapat terakomodir secara merata mengenai baksos kesehatan degeneratif.

“Kita melanjutkan baksos yang dulu pernah diadakan, sekarang tujuh RW ini kita lanjutkan. Kali ini antusias warga cukup baik dari sebelumnya. Semoga saja setelah ini warga menjadi peka dan dapat menjaga kondisi kesehatannya,” kata Djonni.

Sambutan positif pun datang dari Lurah Dunguscariang yaitu Suharyanto, S.STP.

“Terkait baksos degeneratif ini di Kelurahan Dunguscariang telah masuk ke tahap 2, artinya seluruh masyarakat di Dunguscariang telah ter-cover bagi mereka yang ikut serta dalam baksos ini,” ungkapnya.

 

Relawan Tzu Chi mensosialisasikan visi misi Tzu Chi kepada warga yang ikut dalam baksos degeneratif.


Para pasien yang mengikuti baksos kesehatan degeneratif mendapatkan penjelasan mengenai visi misi Tzu Chi serta menjalani pola hidup sehat yang disampaikan langsung oleh relawan dan tim medis Tzu Chi.

Secara pribadi dan mewakili warga masyarakat Kelurahan Dunguscariang, ia sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah digagas dan dilaksanakan oleh Tzu Chi Bandung.

Bakti sosial kesehatan secara gratis ini tentunya sangat diharapkan oleh warga yang kurang mampu. Selain meringankan biaya sehari-hari, warga pun dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung mengenai penyakit yang dideritanya. Seperti yang disampaikan Dadan (50) warga RT 04/10.

“Kalau cek biasa di tempat umum itu biayanya lumayan mahal bagi saya, apalagi dengan tiga penyakit ini. Kolesterol contohnya itu harus seratus lebih kalau ke lab,” terang Dadan.

Dadan, bapak dua anak ini dulunya adalah karyawan di salah satu perusahan karet selama 24 tahun. Semenjak tempat aa bekerja mulai sepi pesanan dan mahalnya bahan baku, satu persatu karyawannya pun terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) termasuk Dadan di antaranya. Akhir 2017, ia pun menganggur, dan hanya mengandalkan biaya dari Jamsostek yang berkisar 30 juta.

 

Suharyanto, S.STP selaku Lurah Dunguscariang menerima cenderamata yang diserahkan langsung oleh relawan Tzu Chi.


Dadan, warga RT 04/10 sedang mendapatkan penanganan dari dokter ketika mengikuti baksos degeneratif.

Dadan beserta istrinya pun sadar bahwa uang simpanannya itu mulai menipis untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, ditambah lagi kebutuhan kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah SMK dan SMP. Terpaksa hingga saat ini Ia pun mencari nafkah dengan menjadi buruh lepas. Upah yang aa terima-pun jauh dari tempat ia bekerja dahulu.

“Sekarang apa saja juga dikerjakan yang penting halal hasilnya, sekarang kisaran 50 ribu sampai 100 ribu dalam sehari, itu pun kalau ada kerjaan. Sedangkan kebutuhan secara keseluruhan dalam sebulan bisa mencapai 3-4 juta,” lengkapnya.

Dadan berharap baksos ini dapat terus berkelanjutan karena menurutnya kesehatan sangat penting karena modal awal untuk menjalani aktifitas sehari-harinya. Dengan kondisi tubuh yang sehat mencari nafkahpun menjadi ringan.

Hal senada diungkapkan Sukarno Herman (52), warga RT 02/11. "Alhamdulillah setelah mengikuti ini, jadi saya lebih paham apa yang harus dikurangi pola makan atau mungkin apa yang harus kita lakukan setiap bulan untuk cek kesehatan," ungkap Sukarno.

 

Sukarno Herman mendapatkan penjelasan mengenai penyakit yang dideritanya yang ditangani langsung oleh tim medis Tzu Chi Bandung.


Relawan medis Tzu Chi menjelaskan aturan pemakaian obat kepada para pasien yang telah mendapatkan pemeriksaaan dari dokter.

Kisah Sukarno hampir serupa dengan Dadan, menjadi buruh lepas bukanlah pilihan karir yang ia harapkan. Namun dengan kondisi ekonomi serta sulitnya mencari pekerjaan yang layak menjadi pilihan akhir baginya. Ia sangat bersyukur dengan adanya baksos yang digelar oleh Tzu Chi Bandung ini mengingat manfaatnya yang besar bagi dirinya yang hidup pas-pasan.

"Menurut saya baksos ini sangat bagus sekali soalnya bisa membantu masyarakat yang kurang mampu khususnya, semoga kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana,” kata Sukarno.

Bakti sosial rutin dilaksanakan oleh Tzu Chi. Dalam himpitan hidup yang dialami masyarakat, Tzu Chi hadir. Selain itu, dengan adanya bakti sosial ini menjadi jembatan untuk mengikat tali persaudaraan dengan masyarakat setempat.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 187 kali


Berita Terkait


Cegah Penyakit dengan Baksos Degeneratif

12 Desember 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat