Sabtu, 24 Agustus 2019
Indonesia | English

Mendalami Tekad Pelatihan Diri

25 April 2017 Jurnalis : Oriana Widjaja (He Qi Utara 1)
Fotografer : Tan Surianto (He Qi Utara 1)

Minggu, 16 April 2017 diadakan Pelatihan Relawan Abu Putih yang diikuti sebanyak 160 peserta dari relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 dan He Qi Utara 2.

Pada Minggu, 16 April 2017, sebanyak 160 relawan Abu Putih berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Relawan Abu Putih komunitas relawan Tzu Chi He Qi Utara 1 dan He Qi Utara 2. Kegiatan ini berlangsung di Fu Hui Ting, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk. Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan Sepuluh Sila Tzu Chi agar seluruh relawan ingat kembali akan ikrar yang telah dipegang ketika awal bergabung dengan Tzu Chi.

Sesi pertama kegiatan training ini dibawakan oleh salah satu Relawan Komite Tzu Chi, Martha shijie (panggilan untuk relawan wanita Tzu Chi-red). Ia menceritakan kisah tentang tekad Master Cheng Yen untuk melatih diri. “Master mengatakan, dengan memperluas kasih sayang dan memberi kepedulian kepada masyarakat sehingga kebaikan bisa meluas ke setiap umat manusia sampai mereka bisa menyayangi sesama dan semua makhluk, inilah kebahagiaan sejati,” ungkap Martha shijie kepada para peserta training.

Dalam sesi pertama ini, Martha shijie juga memaparkan Niat Master Cheng Yen untuk meninggalkan kehidupan duniawi yang sempat tertunda beberapa kali. Pada saat itu, ibu dari Master Cheng Yen tidak mengijinkan anaknya menjadi biksuni dan menjemput Master untuk kembali pulang ke rumah. Akan tetapi, tekad Master Cheng Yen tidak pernah sirna, dan akhirnya pada suatu kesempatan yang sangat berjodoh, Master mencoba pergi lagi meninggalkan rumah untuk melatih diri di Wihara Wang Mu di Gunung Lu Ye. Di atas gunung, tanpa air dan listrik, dengan kehidupan yang sangat sederhana Master membina diri dalam ajaran Buddha. 

Hok Lay shixiong, salah satu Relawan Komite Tzu Chi menceritakan bagaimana nilai-nilai yang terdapat di Tzu Chi mengubah hidupnya.

Kisah kehidupan Master Cheng Yen tentunya sangat menginspirasi insan Tzu Chi yang hadir pada training tersebut. Dari kisah tersebut dapat diambil pelajaran bahwa setelah mengambil langkah pertama, seseorang harus memegang teguh tekadnya, jangan dibiarkan lenyap dan harus diperkuat agar dapat meneruskan pencariannya.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Hok Lay shixiong (panggilan untuk relawan laki-laki Tzu Chi-red). Pada sesi ini, Hok Lay Shixiong menceritakan pengalaman tentang bagaimana Tzu Chi mengubah hidupnya. Empat Sup Tzu Chi yaitu Puas Diri (Zhi Zu), Bersyukur (Gan En), Penuh Pengertian (Shan Jie), dan Berlapang dada (Bao Rong) telah menjadi pedoman yang berarti baginya.

“Menjalankan tekad untuk melatih diri tidaklah sulit. Kita hanya perlu berpikir, bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin. Jangan pikirkan hal-hal negatif yang bisa merisaukan kita,” ungkap Hok Lay shixiong. Ia juga mengungkapkan, setiap orang di dunia pasti pernah salah. Tetapi, dengan kesalahan tersebut kita tidak boleh berdiam di dalamnya. Harus ada perubahan kearah yang positif.

Hok Lay shixiong juga menjelaskan apa itu Empat Soup Tzu Chi yang dimulai dari Puas diri artinya tidak menyalahkan orang lain, ketika kita berhenti menyalahkan orang lain, barulah kita bisa bersyukur. Kalau kita sudah bersyukur, harus punya pengertian terhadap orang lain. Ketika kita bisa berempati kepada orang lain, kita harus bisa berlapang dada. Pelatihan diri ini harus senantiasa dilakukan, karena jika kita berhenti, kita bisa kembali kepada sifat buruk lama kita. Kepada setiap orang, kita harus bisa bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong.

Penampilan isyarat tangan “Sebuah Dunia yang Bersih” sebelum memasuki Materi Pelestarian Lingkungan.

Pada siang hari, materi training dilanjutkan dengan Pelestarian Lingkungan. Materi ini diawali dengan shou yu (isyarat tangan-red) oleh para relawan dengan membawakan lagu “Sebuah Dunia yang Bersih”. Kemudian sharing dibawakan oleh Usman Sutanto shixiong, fungsionaris Pelestarian Lingkungan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1. Ia pun menghimbau para relawan untuk menerapkan Misi Pelestarian Lingkungan di kehidupan sehari-hari dengan cara memilah sampah.

“Jika sudah memilah sampah, bisa di kumpulkan ke Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi yang menerima berbagai benda daur ulang seperti botol-botol plastik dan barang elektronik,” kata Usman shixiong. Selain itu, ia juga mengajak relawan untuk ikut dalam kegiatan Pelestarian Lingkungan yang diadakan di tiap komunitas relawan Tzu Chi.

Dalam materi Pelestarian Lingkungan ini, relawan Tzu Chi pun diperlihatkan berbagai cara untuk mengurangi jejak karbon di rumah kita. Salah satunya adalah menciptakan pembersih lantai dari sampah organik (kulit buah dan sayuran). Training Pelestarian Lingkungan kali ini berjalan dengan kreatif dan interaktif. Relawan bisa menyaksikan secara langsung proses kegiatan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilih sampah apa saja yang bisa dan tidak bisa di daur ulang.

doc tzu chi

Terdapat 4 stan dengan berbagai jenis barang daur ulang, para peserta dapat mengetahui secara langsung sampah yang bisa dan tidak bisa di daur ulang.

Sesi terakhir pada training kali ini dibawakan oleh Shelly Widjaja shijie dan Lily Tang shijie. Topiknya adalah menggalang hati dan menggalang dana. Karena salah satu tekad Master Cheng Yen adalah memperluas kebajikan hingga manusia bisa menyayangi sesama dan semua makhluk. Pada materi ini, relawan juga diajak untuk bisa menggalang hati dan membuka kesempatan kepada orang lain untuk ikut menyumbang ke Tzu Chi.

Pada materi ini, relawan juga diberi penjelasan tentang berdonasi melalui Tzu Chi berarti ikut berpartisipasi dalam Misi Amal, Kesehatan, Pendidikan, dan Budaya Humanis Tzu Chi. Menggalang dana haruslah dimulai dari hati. Untuk menyumbang, bukan berarti harus besar uang yang diberikan, tetapi berdasarkan niat kebaikan untuk membantu sesama. Materi Pelatihan Relawan Abu Putih yang kedua di tahun 2017 ini memiliki tujuan agar relawan selalu bersemangat mempraktekkan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 1889 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan kasih sayang kita menghibur batin manusia yang terluka, dengan kasih sayang pula kita memulihkan luka yang dialami bumi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat