Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Mendukung Sarana Belajar Online Anak Asuh Tzu Chi

14 September 2020 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A, dok pribadi.


Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 membagikan handphone dan laptop kepada 6 anak asuh Tzu Chi sebagai fasilitas untuk kegiatan belajar mengajar online.

Ditengah pandemi Covid-19, berbagai kegiatan dilakukan dengan cara online. Salah satunya kegiatan belajar mengajar di sekolah dan perguruan tinggi. Peralatan pendukung untuk belajar online seperti smartphone dan laptop juga diperlukan untuk menunjang belajar secara online tersebut. Tidak jarang banyak siswa dan mahasiswa yang kesulitan karena tidak memiliki fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar online ini.

Beberapa anak asuh Tzu Chi juga mengalami kesulitan-kesulitan dalam kegiatan belajar online. Diantaranya tidak memiliki smartphone untuk penunjang belajar online sehingga harus meminjam kepada saudara. Hal tersebut juga menjadi perhatian dari Tzu Chi di komunitas relawan He Qi Barat 1 dimana 6 orang anak asuh yang mengalami kesulitan fasilitas untuk belajar online diberikan bantuan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dari rumah pada Sabtu, 12 September 2020.


Lily Brahma, PIC kegiatan pembagian handphone dan laptop di komunitas He Qi Barat 1 sedang berbincang-bincang dengan anak asuh.

Bertempat di Kantor Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1 yang berada di Kompleks Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat, satu per satu para anak asuh datang untuk menerima bantuan berupa  smartphone dan laptop. “Bantuan ini berasal dari Pak Franky O. Widjaja, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Beliau meminta data anak-anak asuh yang kira-kira memiliki kendala selama masa pandemi Covid-19 (fasilitas gadget) dalam kegiatan belajar mengajar online dari rumah,” ungkap Lily Brahma, PIC kegiatan pembagian handphone dan laptop di Komunitas Relawan He Qi Barat 1.


Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 membantu para anak asuh membuka bantuan handphone dan laptop untuk kegiatan belajar online.

Kondisi para anak asuh dalam belajar online selama masa pandemi ini juga bervariasi. Saat melakukan survei, Lily Brahma juga menemukan kesulitan-kesulitan terutama masalah minimnya fasilitas smartphone dalam keluarga. “Setelah kita survei, beberapa anak ada yang kesulitan. Salah satunya yang hari ini mendapatkan bantuan ada yang satu buah smartphone dipakai untuk berempat. Jadi beruntung ada pembagian bantuan ini karena bisa meringankan beban mereka belajar di rumah,” jelasnya.


Cynthia Wijaya didampingi ibunya Reni saat menerima bantuan handphone dari Tzu Chi.

Salah satu anak asuh yang mendapatkan bantuan berupa smartphone adalah Cynthia Wijaya (14), siswa kelas 9 disalah satu sekolah swasta di Jakarta Barat. Sebelum mendapatkan smartphone dari Tzu Chi, ia kerap kali bergantian dengan kakaknya. “Handpone hanya satu dan ganti-gantian gitu,” cerita Cynthia.

Cynthia sendiri merupakan anak yang berprestasi. Ia mendapatkan ranking 1 di sekolah. Selama belajar online, ia kerap kali kesulitan saat mengumpulkan tugas karena bergantian handphone. Kesulitannya dalam belajar online semakin bertambah jika waktu belajar online berbarengan dengan kakaknya. “Dalam satu waktu cici saya dan saya sama-sama ada pelajaran, jadi ribet bergantin. Apalagi kalau ada kegiatan lewat aplikasi online yang bersamaan,” ungkap Cynthia menceritakan kesehariannya belajar online.


Kini Cynthia sudah bisa menggunakan handphone sendiri tanpa harus berebutan dengan kakaknya saat belajar mengajar online.

Reni, ibunda Cynthia yang kebetulan mengantar juga merasa senang atas bantuan smartphone bagi anaknya. “Bagus, mereka tidak lagi berebutan dan gantian. Biasanya kalau Cicinya (kakaknya) lagi ada ujian tidak bisa dia pakai. Bersyukur dapat hape ini,” jelasnya.

Dengan adanya handphone baru, Cynthia bertekad untuk memaksimalkan kegiatan belajar online dan mengumpulkan tugas-tugas dari sekolah tepat waktu. Tak lupa Cynthia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya. “Untuk Tzu Chi terima kasih sudah memberikan saya handphone ini sehingga saya tidak kesulitan lagi mengerjakan tugas online,” ungkapnya dengan penuh sukacita.


Didampingi Tommy, Weni berbincang-bincang dengan relawan Tzu Chi dan merasa bersyukur atas bantuan laptop untuk anaknya.

Selain Cynthia, ada juga Tommy Yogia (15) yang mendapatkan bantuan laptop dalam kesempatan ini. Tommy merupakan salah satu anak asuh Tzu Chi yang bersekolah di SMK Cinta Kasih Tzu Chi . Tommy tinggal bersama ibunya. Ayah Tommy sudah meninggal dunia 4 tahun yang lalu. Untuk menghidupi keluarga, Weni (39), ibu Tommy berjualan minuman di sekitaran Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Di SMK Cinta Kasih Tzu Chi, Tommy mengambil jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Menurutnya jurusan tersebut membutuhkan laptop dengan spesifikasi tertentu, sedangkan laptop yang ia miliki dari (almarhum) ayahnya dulu sudah tidak sesuai dengan kebutuhannya saat ini. “Kan saya memilihnya jurusan Rekayasa Perangkat Lunak dan itu harus membutuhkan laptop. Saya memiliki laptop tetapi spesifikasinya tidak mendukung dengan jurusan yang saya ambil, terkadang lemot dan susah,” kata Tommy.


Laptop yang diberikan Tzu Chi kepada Tommy Yogia sudah mulai digunakan untuk kegiatan belajar online.

Bantuan laptop dari Tzu Chi untuk mendukung sekolahnya membuat Tommy bahagia. “Terima kasih sudah memberikan sarana kepada saya yaitu laptop ini, semoga saya lebih baik, lebih giat lagi dalam belajar,” ungkapnya bahagia.

Bantuan laptop untuk Tommy juga membuat Weni turut berbahagia. Bersama relawan Tzu Chi, Tommy pun menghampiri ibunya yang sedang berjualan setelah mendapatkan laptop. “Seneng banget, dan terima kasih kepada Tzu Chi sudah membantu Tommy dengan laptopnya. Harapannya Tommy lebih giat lagi belajar,” ungkap Weni haru.


Ungkapan rasa terima kasih dari Tommy yang ia tuliskan dalam sepucuk surat kepada relawan Tzu Chi.

Bagi relawan Tzu Chi, membantu para anak asuh adalah kebahagiaan tersendiri. Mereka pun berharap dengan bantuan laptop dan handphone dapat menunjang kegiatan belajar dalam masa pandemi Covid-19 ini. “Harapannya mereka bisa lebih mudah dalam belajar online selama pandemi karena kita nggak tau sekolah online ini akan berlangsung berapa lama. Jadi setelah mereka mendapat fasilitas gadget ini belajar mereka jadi lebih mudah dan lebih berprestasi,” ungkap Lily Brahma, relawan Tzu Chi.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 293 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat