Rabu, 24 Juli 2019
Indonesia | English

Mengenal Lebih Jauh Tzu Chi

23 Februari 2017 Jurnalis : Marcopolo (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo (Tzu Chi Biak)

Para mahasiswa yang berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak belajar isyarat tangan “Satu Keluarga” yang dipandu oleh relawan Tzu Chi Biak.

Pada Senin, 20 Februari 2017 Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Penghubung Biak menerima kujungan tujuh mahasiswa yang berasal dari Kyadiren STIH Biak, Aperik Biak dan Yapis IISIP Biak. Kegiatan kunjungan yang berlangsung secara kekeluargaan ini bertujuan untuk lebih mengenal kegiatan-kegiatan yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Kedatangan para mahasiswa ini disambut oleh Wakil Ketua Hu Ai Papua, Yenny The dan para relawan Tzu Chi Biak yang lain dengan suka cita. Setelah diajak berkeliling di area kantor Tzu Chi KP Biak mereka dikumpulkan dengan relawan yang lain untuk mendengarkan sosialisasi tentang Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.  

Sosialisasi tentang Tzu Chi ini dibawakan oleh Chandra, salah satu relawan Tzu Chi Biak. Penjelasn pun dimulai dari sejarah singkat asal mula Tzu Chi, sampai dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Sebelumnya para mahasiswa ini sudah pernah mengetahui informasi tentang Yayasan Buddha Tzu Chi di Biak. Tetapi karena beberapa keterbatasan akan informasi yang mereka terima maka mereka agak ragu untuk mengenal lebih dalam lagi, hingga mereka mendapatkan sosialisasi dalam kunjungan ini. 

Perkenalan tujuh orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Biak saat mengunjungi kantor Tzu Chi Biak.

Setelah mendengarkan sosialisasi tentang Tzu Chi, para mahasiswa bertanya jawab seputar kegiatan di Tzu Chi khususnya di wilayah Biak.

Setelah sosialisasi, para mahasiswa ini bertanya jawab dengan para relawan tentang segala hal yang berkaitan dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mereka sangat antusias dalam mendengarkan jawaban-jawaban yang diberikan oleh relawan. Pada sesi sharing relawan yang memandu adalah Nataniel Ngilawane, ia menceritakan jalinan jodoh baik dan pertemuan pertama Nataniel dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Dalam kunjungan ini, para mahasiswa yang berkunjung di Tzu Chi Biak juga diperkenalkan dengan isyarat tangan “Satu Keluarga“. Chandra juga menjelaskan secara singkat arti dan makna yang terkandung dari isyarat tangan satu keluarga adalah tidak membeda-bedakan manusia dan status sosial.

Menjelang jam istirahat, para mahasiswa ini kemudian dijamu oleh para relawan untuk makan siang bersama, disaat itu pula para relawan menjelaskan makna mengapa dalam setiap kegiatan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia harus bervegetarian. Setelah rangkaian kegiatan kunjungan selesai, para mahasiswa tersebut juga berjanji akan mengikuti kegiatan Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Biak sesuai dengan panggilan hati mereka.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel dibaca sebanyak : 1637 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat