Mengenang Jasa Ibu

Jurnalis : Akien (Tzu Chi Aceh), Fotografer : Supandi (Tzu Chi Aceh)

Usai mengadakan kegiatan donor darah, di hari yang sama pada sore harinya relawan Tzu Chi Aceh juga mengadakan perayaan Hari Ibu di Wihara Samudera pada tanggal 14 Mei 2017.

Tzu Chi Aceh mengadakan dua kegiatan di hari yang sama dalam rangka memperingati Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia. Jika pada pagi hari relawan mengadakan kegiatan donor darah, siang harinya relawan bersama-sama menyelenggarakan acara perayaan Hari ibu. Perayaan Hari ibu diadakan di Wihara Dewi Samudera, Banda Aceh pada 14 Mei 2017.

Perayaan Hari Ibu ini diperuntukkan untuk anak-anak sekolah minggu di Wihara Dewi Samudera yang bertujuan untuk mengajak anak-anak merayakan Hari Ibu bersama relawan Tzu Chi Aceh. Dalam acara ini para peserta diajak untuk menonton video tentang berbakti. Juga peragaan isyarat tangan yang dibawakan oleh relawan Tzu Chi. Tidak hanya itu, anak-anak juga memeragakan isyarat tangan Gǎn'ēn měi yītiān dan mempersembahkan 2 lagu Terima Kasih Mama dan Senyuman Terindah.

Relawan Tzu Chi memeragakan isyarat tangan dalam kegiatan perayaan Hari Ibu.


Di puncak acara anak-anak mempersembahkan setangkai bunga mawar kepada mamanya masing-masing diteruskan dengan membasuh kaki sang Mama.

Di puncak acara anak-anak mempersembahkan setangkai bunga mawar kepada mamanya masing-masing diteruskan dengan membasuh kaki sang Mama. Setelah kaki Mama dibersihkan anak-anak bersujud tiga kali disertai pelukan dan ucapan “Mama ..Wo Ai Ni ..mencintaimu saat ini dan selamanya...memohon maaf atas segala kesalahan dan perbuatan tidak baik selama ini kepada Mama”. Tangis beberapa orang tua pun pecah disaat anak-anak memberikan pelukan hangatnya. Suasana dan perasaan menjadi haru melihat kondisi ini bahkan pemandu acara pun tidak kuasa menahan perasaannya, menangis terisak.

Acara dilanjutkan dengan penuangan koin cinta kasih dari anak-anak sekolah minggu Wihara Dewi Samudera. Semua orang yang hadir bersukacita mengikuti acara yang diadakan Tzu Chi Aceh.

Juga ada penuangan koin cinta kasih dari anak-anak sekolah minggu Wihara Dewi Samudera.

Dalam satu hari yang sama, dua kegiatan yang diikuti membuat orang yang mengikutikegiatan keduanya memahami pesan Master Cheng Yen dalam kata perenungannya yakni “Ada 2 hal yang tidak bisa ditunda di dunia ini yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.“ Di pagi hari telah berbuat kebajikan dengan donor darah dan di siang hari melakukan kebajikan berikutnya yaitu berbakti kepada orang tua serta berbuat amal dengan celengan cinta kasih. Sungguh suatu berkah yang luar biasa.

Semoga setiap hari akan menjadi demikian adanya. Terus melakukan kebajikan dan berbakti kepada orang tua. Semoga kegiatan hari Ibu ini memberi pembelajaran kepada anak-anak untuk menghormati dan selalu menyayangi orang tua. Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama, mendoakan dunia terbebas dari bencana, masyarakat hidup tentram, dan aman sentosa.

Editor: Yuliati


Artikel Terkait

Keharuan di Hari Ibu yang Tak Pernah Berubah

Keharuan di Hari Ibu yang Tak Pernah Berubah

26 Desember 2018
Di akhir semester ganjil, 21 Desember 2018, giliran murid-murid kelas X SMA Cinta Kasih Tzu Chi yang merayakan Hari Ibu. Ada 89 murid SMA yang membawa ibu mereka dan berkumpul di Aula Gedung B, Sekolah Cinta Kasih.
Perayaan Hari Ibu 2023 Bersama Tzu Chi Medan

Perayaan Hari Ibu 2023 Bersama Tzu Chi Medan

11 Mei 2023

Tzu Chi Medan mengadakan perayaan Hari Ibu 2023 di Kantor Cabang Cemara Asri.  Setelah tiga tahun dilakukan secara online, kali ini perayaan dilakukan dengan tatap muka dengan penuh keharuan. 

Perayaan Hari Ibu Sebagai Wujud Mengingat Budi Luhur Orang Tua

Perayaan Hari Ibu Sebagai Wujud Mengingat Budi Luhur Orang Tua

25 Mei 2018
Untuk memperingati Hari Ibu Internasional, pada Minggu 20 Mei 2018, Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan perayaan yang diikuti anak-anak kelas budi pekerti di Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi. Acara yang dimulai pada pada pukul 15.00 ini dihadiri oleh 44 Bodhisatwa cilik (xiao pu sat) dengan didampingi oleh orang tua masing–masing. 
Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -