Jumat, 03 April 2020
Indonesia | English

Menggenggam Jalinan Jodoh dengan Para Penerima Bantuan

16 Desember 2019 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Erik Wardi, Lidyawati (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Relawan Tzu Chi menyambut kedatangan para penerima bantuan ke Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi bagaikan menyambut keluarga sendiri.

Setiap saat bersyukur maka setiap saat batin akan merasa damai. Giat menapaki jalan Bodhisatwa dengan terjun dan bersumbangsih secara langsung ke masyarakat. Dengan semangat ini relawan Tzu Chi Tebing Tinggi yang setiap bulannya rutin mengadakan kegiatan kunjungan kasih ke rumah-rumah para penerima bantuan Tzu Chi, kali ini berkesempatan untuk mengundang mereka kembali ke rumah batin insan Tzu Chi Tebing Tinggi dalam rangka Pemberkahan Akhir Tahun 2019. Kegiatan yang diadakan pada hari Minggu, 8 Desember 2019 di Kantor Penghubung Tzu Chi Tebing Tinggi ini dihadiri sekitar 30 orang penerima bantuan beserta keluarga yang mendampinginya.

Sebanyak 32 relawan Tebing Tinggi dan Laot Tador menyambut para penerima bantuan bagaikan menyambut kepulangan sanak keluarga sendiri dengan penuh sukacita. Kehangatan dan kekeluargaan juga dirasakan sesama para penerima bantuan yang sebelumnya belum saling mengenal, akan tetapi dalam kegiatan ini mereka berkesempatan untuk bisa saling menjalin jodoh baik dan saling menyemangati. “Tujuan dari kegiatan hari ini agar semua penerima bantuan dapat berkumpul dan menjalin jodoh baik dengan sesama,” kata Rita, relawan yang menjadi koordinator kegiatan ini. 

 

Para penerima bantuan yang hadir berkesempatan untuk saling mengenal, saling menjalin jodoh  baik, dan saling menyemangati karena merasa sebagai satu keluarga besar di Tzu Chi.

Menurut Rita, dalam kegiatan ini relawan juga berkesempatan untuk membimbing batin para penerima bantuan dengan memperkenalkan visi misi Tzu Chi, terutama misi pelestarian lingkungan karena sebagian dari mereka adalah relawan daur ulang. “Selama acara ini kita memberikan sosialisasi tentang Tzu Chi terutama pelestarian lingkungan dengan harapan bisa menggerakkan mereka untuk bisa bersumbangsih melalui misi ini,” terang Rita.

Setiap kali relawan melakukan kunjungan ke rumah-rumah para penerima bantuan setiap bulannya, relawan bukan saja mengantarkan bantuan berupa dana atau beras, tetapi relawan juga membuka hati para penerima bantuan dengan selalu menjelaskan kegiatan-kegiatan Tzu Chi, terutama kegiatan daur ulang. Relawan selalu menyemangati para penerima bantuan bahwa mereka juga bisa ikut membantu orang lain yang membutuhkan melalui tenaga ataupun dengan cara mengumpulkan barang-barang daur ulang di rumah. Hal inilah yang memotivasi mereka untuk meluangkan waktu di hari minggu melakukan pelestarian lingkungan di Depo Pelestarian Lingkungan Tebing Tinggi, Sumatera Utara.  

 

Murid-murid Kelas Budi Pekerti Tzu Chi menampilankan isyarat tangan berjudul Gan En De Mei Yi Tian (Bersyukur Setiap Hari).

Salah seorang penerima bantuan dari Desa Laot Tador, Amin, sangat terinspirasi dengan kunjungan relawan setiap bulan ke rumahnya. Cacat fisik yang dideritanya tidak menutup kejernihan batinnya untuk tergerak bersumbangsih melalui barang-barang daur ulang yang dikumpulkannya setiap hari. Amin yang membuka usaha warung kecil-kecilan di rumahnya setiap hari selalu mengumpulkan botol-botol minuman dan kardus-kardus. Ketika relawan Tzu Chi datang, ia selalu menitipkan barang daur ulang tersebut untuk dibawa ke Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Tebing Tinggi. “Kondisi fisik saya seperti ini. Saya tetap merasa bersyukur karena masih diberi kesehatan sehingga saya bisa berbagi kembali melalui barang daur ulang seperti kardus dan botol minuman yang saya kumpulkan setiap hari selama kurang lebih 4 tahun ini. Saya saat ini dibantu maka saya harus bisa membantu kembali orang yang membutuhkan,” kata Amin.


Salah satu penerima bantuan, Rahmadan, begitu terharu atas perhatian dan dukungan yang diberikan relawan Tzu Chi hingga membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan.

Demikian juga dengan Rahmadan, penerima bantuan Tzu Chi lainnya yang merasa bersyukur bisa berjodoh dengan Tzu Chi. Awalnya Rahmadan sempat merasa putus asa dengan kondisinya yang mengalami cacat dari bagian punggung hingga ke bawah kaki akibat kecelakaan kerja yang dialaminya. Kondisi ini membuat Rahmadan lumpuh. Dalam kondisi seperti ini Rahmadan merasa jika hidupnya sangat hampa. Akan tetapi kunjungan relawan setiap bulan ke rumahnya membawa harapan baru baginya. “Tahun 2016 saya mengalami kecelakaan akibat tertimpa mobil di bengkel yang menyebabkan kaki saya tidak bisa berfungsi sampai sekarang. Saya sangat bersyukur dimana saat saya merasa sangat sendiri, seakan-akan tidak ada yang peduli sama saya, ternyata ada relawan yang bukan hanya membantu secara materi untuk saya, tetapi mereka begitu peduli dan mendukung saya. Ini memberi kehidupan baru untuk saya,” ungkapnya. Rahmadan juga berjanji untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan karena yang cacat hanyalah kakinya, sementara kedua tangannya masih bisa dipergunakan untuk menolong orang lain.

 

Relawan memberikan paket bingkisan berisi sembako, kue, dan minuman serta angpau kepada para penerima bantuan.

Acara ditutup dengan doa bersama. Setelah selesai, relawan membagikan paket bingkisan berupa gula, roti, sirup, kue, kopi, minyak goreng, teh, susu, manisan, dan beras. Relawan juga membagikan angpau kepada para penerima bantuan sebagai wujud rasa syukur dan doa mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa membuka hati para penerima bantuan bahwa mereka juga memiliki potensi yang tidak terbatas untuk bangkit, mandiri, dan membantu orang lain.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 611 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat