Rabu, 08 April 2020
Indonesia | English

Menghimpun Berkah dan Menggalang Hati

06 September 2016 Jurnalis : Mettayani (Tzu Chi Pekanbaru)
Fotografer : Dok. Tzu Chi Pekanbaru

Yayasan Tzu Chi Kantor Penghubung Pekanbaru mengadakan Bazar Amal dan Vegetarian pada tanggal 30-31 Juli 2016 (Sabtu-Minggu) yang diadakan dari jam 10.00 WIB - 21.00 WIB di Mal Ska Pekanbaru.

Yayasan Tzu Chi Kantor Penghubung Pekanbaru mengadakan Bazar Amal dan Vegetarian pada tanggal 30-31 Juli 2016 (Sabtu-Minggu) yang diadakan dari jam 10.00 WIB - 21.00 WIB di Mal Ska Pekanbaru.

Sebagai salah satu cara untuk menggalang hati serta menyosialisasikan pola makan vegetaris, Tzu Chi Pekanbaru mengadakan acara Bazar Amal dan Vegetarian yang diadakan di Mal Ska. Kegiatan bazar yang memperkenalkan berbagai makanan vegetaris dan banyak hal lainnya ini sudah diadakan sejak tahun 2009 dan kemudian menjadi agenda tahunan Tzu Chi Pekanbaru.

Lokasi pelaksanaan bazar di mal terbesar di Pekanbaru sudah direncanakan relawan sejak jauh hari. Mereka dengan gigih mencari informasi dan mendatangi manajemen mal untuk memperkenalkan diri. Melalui pertemuan singkat, relawan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya bazar, yakni sepenuhnya untuk penggalangan dana guna mendukung program bedah rumah bagi masyarakat yang tidak mampu. Pihak manajemen Mal Ska merespon dengan sangat baik dan sukacita meminjamkan tempat seluas 400 meter persegi  tanpa pungutan biaya sewa untuk bazar. Dengan berbagai persiapan dan koordinasi, akhirnya Bazar Amal dan Vegetarian dapat terealisasi pada tanggal 30 dan 31 Juli 2016 (Sabtu-Minggu) yang diadakan pukul 10.00 WIB – 21.00 WIB.

Arcin, penanggung jawab Mal Ska memberikan sambutan di hari pertama bazar. Ia mengungkapkan rasa bahagia dan berbangga hati karena Tzu Chi memilih Mal Ska dalam melakukan kegiatan bazar.

Arcin, penanggung jawab Mal Ska memberikan sambutan di hari pertama bazar. Ia mengungkapkan rasa bahagia dan berbangga hati karena Tzu Chi memilih Mal Ska dalam melakukan kegiatan bazar.

Persiapan bazar sudah dilakukan sejak tanggal 28 Juli 2016 dan puncak persiapan di hari Jumat tanggal 29 Juli 2016. Dengan penuh semangat, semua relawan bersatu hati mempersiapkan arena bazar ini yang baru mulai bisa dipersiapkan mulai pukul 10 malam. Persiapan baru selesai hingga larut malam, namun kelelahan dikalahkan oleh semangat untuk menyebarkan cinta kasih dan menggalang hati.

Sabtu pagi yang cerah, relawan sudah mulai mempersiapkan diri di pos masing-masing, menanti kedatangan pengunjung. Sebanyak 27 stan yang terdiri dari aneka makanan vegetarian, minuman, camilan, kerajinan tangan, tanaman hias, sembako, lukisan, dan produk-produk lainnya melengkapi bazar ini.

Sebanyak 27 stan yang terdiri dari aneka makanan vegetarian, minuman, snack, kerajinan tangan, tanaman hias, sembako, lukisan dan serta produk-produk lainnya melengkapi bazar.

Sebanyak 27 stan yang terdiri dari aneka makanan vegetarian, minuman, snack, kerajinan tangan, tanaman hias, sembako, lukisan dan serta produk-produk lainnya melengkapi bazar.

Relawan yang berkontribusi ada juga yang datang dari luar kota seperti dari Bagansiapiapi. Bahkan ada juga relawan dari Malaysia yang tidak mau ketinggalan ikut serta menggarap lahan berkah ini. Anak-anak Tzu Ching dan Tzu Shao juga ikut bersumbangsih melalui hasil lukisan mereka. Salah satunya Cynthia Sabrina yang merasa senang ketika hasil lukisannya terjual.

“Kami dari manajemen Mal Ska cukup bahagia dan berbangga hati karena Mal Ska telah dipilih sebagai tempat untuk beramal, sehingga kami juga mempunyai kesempatan untuk beramal. Semoga amal Tzu Chi dapat berkembang,” ucap Arcin, penanggung jawab Mal Ska di hari pertama bazar.

Semua stan dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai lapisan termasuk para pegawai di Mal Ska juga tidak ketinggalan untuk mencicipi ataupun membeli barang yang ditawarkan di bazar. Makanan dan minuman sudah habis terjual jauh lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Kendati demikian, suasana bazar di stan non food dan sembako masih ramai diserbu pengunjung. Bazar hari pertama baru berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Sehari telah berlalu, semua relawan dengan sukacita melewati satu hari menggarap lahan berkah ini.  Dan pulang untuk memulihkan stamina untuk kembali beraktifitas pada hari esoknya.

Serangkaian acara lainnya juga turut meramaikan acara bazar, yakni kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK hingga kelas 2 SD. Acara lomba mewarnai ini dihandle oleh anak-anak Tzu Ching dan Tzu Shao. Gambar dasar yang dipergunakan untuk lomba mewarnai digambar sendiri oleh mereka. Acara lomba mewarnai ini juga berlangsung dua hari. Tishe yang membantu memandu lomba mewarnai menanyakan perasaan anak-anak yang telah memenangkan lomba.  Semua serantak menjawab “Bahagia”. Lalu Tishe bertanya kepada Ananda yang merupakan Juara Harapan III yang ikut lomba sesi tanggal 30 Juli 2016. “Bagaimana perasaan Ananda kalau hari ini tidak menang Lomba?” Ananda menjawab, “Akan tetap bahagia”. “Kenapa akan tetap bahagia?” tanya Tishe. “Saya bahagia melihat teman juara,” jawabnya.

Serangkaian acara lainnya juga turut meramaikan acara bazar, salah satunya kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK – 2 SD. Acara lomba mewarnai ini dihandle oleh anak-anak Tzu Ching dan Tzu Shao.

Serangkaian acara lainnya juga turut meramaikan acara bazar, salah satunya kegiatan lomba mewarnai untuk anak-anak tingkat TK – 2 SD. Acara lomba mewarnai ini dihandle oleh anak-anak Tzu Ching dan Tzu Shao.

Para peserta lomba menerima hadiah dari perlombaan.

Para peserta lomba menerima hadiah dari perlombaan.

Sebuah drama yang berjudul Segelas Susu Hangat yang didramakan oleh relawan juga hadir dalam acara bazar. Drama yang membawa pesan agar tidak menunda untuk berbakti kepada orang tua, cukup membuat pengunjung bazar terharu dan bahkan ada yang meneteskan air mata.

Pengunjung mal pada hari Minggu jauh lebih ramai dari hari sebelumnya. Begitu kegiatan dimulai, sudah ramai pengunjung yang datang. Pengunjung yang sudah datang di hari Sabtu, hari Minggunya juga  kembali datang untuk mencicipi menu yang lainnya. Makanan yang tersedia sudah habis sebelum waktunya. Ada sepasang suami istri yang juga merupakan kenalan relawan, dengan sukacita meminjamkan rukonya untuk dipakai relawan memasak maupun meletakkan barang-barang keperluan bazar. Ketika mengetahui bahwa makanan yang tersedia sudah habis, mereka kemudian mengeluarkan semua bahan-bahan vegetarian yang ada di kulkas mereka untuk dimasak oleh relawan. Dari hasil sumbangan sepasang suami istri ini relawan berhasil memasak makanan untuk dijual di bazar.

Makanan vegetarian sebenarnya bisa dibuat banyak variasi dengan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan dengan bervegetaris kita juga menyelamatkan kehidupan, bumi, dan lingkungan. Semoga melalui bazar ini dapat menyosialisasikan ke lebih banyak masyarakat untuk menerapkan pola makan yang sehat sekaligus menyelamatkan bumi dan kehidupan. Semoga semua himpunan kebajikan ini bisa membawa berkah bagi masyarakat.

1.       Sebanyak 27 stan yang terdiri dari aneka makanan vegetarian, minuman, snack, kerajinan tangan, tanaman hias, sembako, lukisan dan serta produk-produk lainnya melengkapi bazar.

Artikel dibaca sebanyak : 1779 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat