Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Menghormati Kehidupan dengan Pola Hidup Vegetarian

12 Agustus 2019 Jurnalis : Agus (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi, Roberto, Jimmy Limando, Sofian (Tzu Chi Batam)


Satu bulan sebelum bazar, relawan sudah mulai membuat steak jamur.

Bencana kerap terjadi di berbagai titik belahan dunia. Master Cheng Yen selalu menghimbau agar para muridnya menerapkan pola makan vegetarian. Karena bervegetaris bisa membangkitkan welas asih terhadap semua makhluk, melindungi bumi, dan menjaga kesehatan diri. Himbauan ini disambut positif oleh seluruh insan Tzu Chi di dunia, termasuk insan Tzu Chi di Kota Batam. Dengan mengadakan bazar kuliner vegetarian, relawan mengharapkan bisa mensosialisasikan pola makan vegetarian kepada puluhan ribu warga Batam.

Berbagai persiapan pun dilakuan oleh tim konsumsi Tzu Chi Batam sejak tanggal 20 Juni, satu bulan sebelum bazar diadakan. Banyaknya jenis makanan yang diproduksi di Aula Jing Si menjadi tantangan tersendiri bagi Neli Novita, ketua tim konsumsi, dan timnya. Beruntung sekali banyak shijie-shijie (saudari-saudari sedharma) yang merupakan ibu rumah tangga yang bersedia meluangkan waktu mereka.


Walau lelah mempersiapkan makanan, relawan tetap memberikan senyuman terindah bagi pengunjung yang telah sabar menanti.


Pukul 03.00 WIB, relawan konsumsi sudah mulai berkumpul di dapur Aula Jing Si Batam.

“Biasanya jam 10 setelah mempersiapkan anaknya berangkat sekolah, dan masak nasi, sekitar jam 10 mereka sudah bisa ke sini hingga jam 5 sore. Mereka baru pulang rumah dan mulai mempersiapkan makan malam untuk keluarganya. Mereka benar-benar menyempatkan waktu mereka untuk berbuat kebajikan,” tutur Neli.

Saat memasuki lokasi bazar, para pengunjung segera disambut dengan gerbang besar yang menampilkan tulisan “Pola makan vegetarian dimulai dari diri kita. Dengan bervegetarian kita telah menghormati kehidupan sekaligus telah melestarikan bumi”. Kata perenungan Master Cheng Yen itu menyiratkan pesan kepada semua pengunjung bazar untuk segera menerapkan pola hidup vegetarian.


Matahari belum terbit, relawan dari Tanjung Balai Karimun sudah sibuk mempersiapkan bahan yang akan digunakan saat bazar.


Steak Jamur merupakan salah satu masakan yang dipersiapkan oleh tim konsumsi.

Dengan wajah ceria dan penuh penasaran, para pengunjung menelusuri 77 stan untuk mencari kuliner yang mereka inginkan. Di bazar cinta kasih ini tersedia berbagai kuliner nusantara seperti miso, nasi lemak, roti prata hingga makanan yang jarang bisa dibeli seperti Jian Pao (pao dari Taiwan). Rasanya tidak kalah sama sekali dibanding dengan masakan nonvegetarian biasanya.

“Tadi saya coba masakan vegetariannya. Tidak jauh berbeda rasanya dengan masakan yang biasanya kita makan, tetap terasa sangat lezat,” tutur Ibu Chua Hui Lang, pengunjung yang datang jauh-jauh dari Tg. Batu untuk mengadiri bazar Tzu Chi ini.

Senada dengan Ibu Chua Hui Lang, wanita muda  bernama Shelina juga mulai mengetahui bahwa masakan vegetarian bisa kaya dengan variasi dan rasa.


Pengunjung bazar tidak hanya bisa menikmati masakan vegetarian tapi juga alunan lagu Tzu Chi.


Di tengah kesibukannya mempersiapkan masakan saat bazar, Neli Novita juga perlu masak bagi relawan yang bertugas.

“Makanannya semuanya vegetarian, tapi saya tidak makan vegetarian, tapi menurut saya, orang yang tidak makan vegetarian tetap boleh kemari. Masih tetap bisa ketemu yang cocok karena di sini bukan cuma sayur aja, mereka menyajikan banyak makanan, contohnya es krim, laksa dan lain-lain, enak-enak kok makanannya,” tutur Shelina.

Sebagai makhluk yang diberkahi dengan kecerdasan tinggi, manusia hendaknya memanfaatkan akal dan kebijaksanaan mereka untuk melindungi bumi dan membawa keharmonisan kepada segenap makhluk. Semoga dengan diadakan bazar kali ini, tidak hanya pandangan masyarakat terhadap vegetarian yang berubah, tapi juga pola makan mereka.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 353 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat