Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Mengubah Sampah Plastik menjadi Busana Trendy

30 Maret 2016 Jurnalis : Fammy 高俪菁 (He Qi Timur)
Fotografer : Fammy 高俪菁 (He Qi Timur)

Garden Bash Fashion Show yang memasarkan produk-produk DAAI Technology digelar di mall Kelapa Gading pada tanggal 13 Maret 2016.

Minggu 13 Maret 2016 bertempat di Summarcon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengusung DAAI Technology bekerjasama dengan PT. Summarecon Tbk, menggelar Garden Bash Fashion Show, yang masih dalam rangkaian pekan fashion Mall Kelapa Gading. Dalam kesempatan ini memperkenalkan dan memasarkan hasil produksi busana dan assesoris sandang dari DAAI Technology.

Sebanyak 16 koleksi tampilan busana selama 20 menit diperagakan oleh para model ibukota. Rancangan yang sederhana dengan tatanan jahitan yang rapi dengan bahan halus  didominasi warna-warna seperti hijau muda, biru gelap, putih terkesan sejuk dipandang.

Terlihat para model berjalan di atas catwalk dengan latar belakang video gambar relawan-relawan Tzu Chi yang melakukan daur ulang. Tak disangka kalau busana-busana cantik itu diproduksi dari plastik-plastik bekas yang didaur ulang. Padahal plastik-plastik itu seperti diketahui adalah benda yang paling sulit terurai secara alami. Namun tampilan koleksi baju dari bahan daur ulang itu terlihat sangat berkualitas, mampu berdiri sejajar dengan produk-produk merk mode busana ternama komersial lainnya.

Tidak sedikit pengunjung Mall Kelapa Gading yang mampir pada acara yang diadakan di Mall Kelapa Gading 5 untuk ikut menyaksikan promosi rancangan busana produksi DAAI Technology di acara Garden Bash Fashion Show ini. Rizky Gunawan, marketing dan supervisor event spring fashion menjelaskan, “Kita ada komunikasi dengan Pihak Tzu Chi, kebetulan dari pihak Tzu Chi ada produk buat fashion atau tas, assesoris, yang terbuat dari bahan daur ulang, kita bantu untuk promosiin di Garden Bash ini, dengan diperagain model-model kita.” Lebih lanjut ia mengungkapkan hasil dari acara ini. “Hasilnya kita bisa lihat di sini, bagus sekali, bisa mengedukasi orang jadinya, bahwa dari bahan daur ulang plastik malah bisa dipakai sebaik seperti produk yang diperagakan oleh para model ini sendiri,” akunya. ”Go Green lagi buat semuanya, sayangi lingkungan,” tambahnya.

Tidak sedikit pengunjung Mall Kelapa Gading yang mampir pada stan untuk melihat produk-produk ini maupun menikmati peragaan busana oleh para model.


Sutikno Sanusi terus memasarkan produk DAAI Technology kepada setiap pengunjung yang mampir ke stan. 

Salah satu relawan, Sutikno Sanusi mengungkapkan, ”Saya sudah lihat DAAI Tech ini produknya bagus, jadi saya pengin coba untuk memasarkan produk tersebut.” Jodoh awalnya ketika Sanusi bertemu dengan Liliwati Rahardjo Sucipta membicarakan pemasaran produk DAAI Tech ini. Jodoh baik pun terjalin, saat itu mall Kelapa Gading mengadakan acara fashion show. Tzu Chi pun memasukkan produk DAAI Tech. “Sebetulnya produk-produk dari DAAI Tech sangat banyak, cuma yang diperlihatkan di sini baru sebagian. Harganya juga agak tinggi dibanding baju biasa. Kita mau buka mereka(pengunjung-red) punya hati tentang cinta kasih yang ada dibalik produksi baju-baju ini, walaupun agak sedikit mahal tapi dasarnya memberikan sumbangsih, mendukung cinta kasih, menolong orang lain,” ujar Sanusi. Ia berharap agar masyarakat lebih tahu bahwa dari bahan daur ulang bisa diubah menjadi bahan baju yang bisa dipakai dengan nyaman.

Patricia Sandjaja, pengajar kelas Fashion Design of Tzu Chi University Continuing Education Center (TCUCEC) juga membantu acara ini. “Ini belajar bagaimana melestarikan lingkungan maka produk yang dihasilkan bisa jadi lebih baik. Seperti yang terlihat di fashion show tadi bahwa baju-baju yang ada untuk segala usia bisa tetap stylish bahkan sesuai dengan trend.  Kita bisa lihat  bahwa cuma beberapa baju, tidak terlalu banyak tapi bisa dipadupadankannya, cantik sekali,” ungkap Patricia Sandjaja.  “Ketika kita cerita baju ini hasil produk recycle, warna bajunya tidak dari pewarna kimia, para modelnya tertarik ingin mengetahui lebih dalam, jadi ini upaya lebih cepat memperkenalkan produk ini,” imbuhnya.

Senada dengan Patricia, Livia Tjin, mewakili PT. Jing Si Mestika Abadi mengatakan, ” Ini salah satu cara memperkenalkan lebih luas, karena kalau hanya menunggu orang yang datang ke toko itu sangat terbatas. Di mall banyak pengunjungnya, lebih cepat untuk menyebar luaskannya.”,

Seperti kata perenungan Master Cheng Yen, “Mengubah sampah menjadi emas, mengubah emas menjadi cinta kasih,” Maka bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa selain mengubah sampah plastik menjadi adi busana yang trendy nan cantik yang bisa dinikmati masyarakat juga memberikan pemahaman bahwa ini upaya penyelamatan kelestarian bumi. 

Artikel dibaca sebanyak : 3488 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat