Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Menjaga Kali Ruar Tetap Bersih

04 September 2019 Jurnalis : Marcopolo (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo (Tzu Chi Biak)


Relawan Tzu Chi Biak bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Biak, dan Nexus Global melakukan pemasangan jaring apung di Kali Ruar. Tujuannya untuk mencegah sampah-sampah plastik mencemari kali ini dan juga terbawa ke laut.

Dengan menggunakan mobil, sebanyak 22 relawan Tzu Chi Biak berangkat menuju Desa Rim, Distrik Biak Timur. Setelah 30 menit berkendara, sampailah relawan di tersebut. Sabtu, 31 Agustus 2019 bertempat di Kali Ruar Desa Rim, diadakan kegiatan pelestarian lingkungan pemasangan jaring apung untuk menahan sampah plastik. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Tzu Chi Biak, Dinas Lingkungan Hidup, dan Nexus Global.

Kali Ruar dipilih karena merupakan tempat bagi masyarakat Biak untuk mencuci baju ataupun kebutuhan bersih-bersih lainnya. Letaknya strategis dan tidak jauh dari Kota Biak sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk menjangkaunya. Airnya bersih dan relatif belum tercemar, namun yang menimbulkan keprihatinan adalah banyaknya sampah plastik bekas sabun, air, sampo, sikat gigi, odol dan lainnya yang tanpa disadari masyarakat terhanyut sampai ke laut. Anthon Koo, relawan Tzu Chi Biak mengatakan, “Jangan karena kita melihat kali ini tidak kotor, terus untuk apa memasang jaring apung di sini? Sesungguhnya banyak sampah-sampah plastik yang sudah mengotori aliran Kali Rim. Banyak juga yang tersangkut di akar-akar bakau dan menumpuk menjadi sampah.”


Kondisi Kali Ruar di Desa Rim yang masih bersih dan asri.


Namun sudah ada warga yang membuang sampah secara sembarangan sehingga dikhawatirkan akan merusak kebersihan Kali Ruar di masa mendatang.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka sampah plastik tersebut akan terus menumpuk hingga bisa mencemari dan membahayakan lingkungan dan bahkan menimbulkan bencana. Jika sampah plastik itu termakan ikan atau hewan lain maka akan membuat hewan-hewan itu mati dan pelan-pelan punah. Belum lagi jika menyumbat aliran kali hingga bisa menimbulkan banjir.

Diperlukan waktu 100 – 1.000 tahun untuk botol atau tas plastik agar dapat terurai secara alami. Sementara aluminium membutuhkan waktu 80 - 200 tahun, dan popok bayi 250 - 500 tahun untuk terurai. Oleh sebab itu masih belum terlambat bagi kita untuk mulai mengurangi sampah plastik sehingga anak cucu kita bisa menikmati alam yang bersih dan sehat di kehidupan mereka.

Ketua DPRD Biak, Numfor Zeth Sandy mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya mewakili masyarakat Biak Numfor berterima kasih kepada Tzu Chi Biak dan Nexus Asia yang memulai kegiatannya melestarikan lingkungan dengan pemasangan jaring apung untuk mencegah sampah-sampah plastik ke laut. Jika kita tidak menjaga alam maka akan terjadi bencana bagi umat manusia, namun jika kita bisa menjaga alam ini dengan baik akan menjadi manfaat bagi manusia.”


Pemasangan jaring ini melibatkan 22 relawan Tzu Chi dan 66 warga, terdiri dari tokoh masyarakat, aparat Pemda, anggota DPRD Biak dan Nexus Global.


Pemasangan jaring di Pasar Ikan agar sampah tidak langsung terbuang ke laut.

“Kegiatan ini sangat bagus, terima kasih buat dorang (relawan) yang sudah memperhatikan tempat kami ini. Dan kami harapkan ada juga pembuatan tempat sampah sehingga sampah yang sudah terjaring dapat dikumpulkan di satu tempat dan diangkat tiap minggunya,” kata Simson Kafiar, warga Desa Ruar yang sudah memberikan tempat untuk pemasangan jaring apung ini.

Sementara itu Mimi, dari Nexus Global yang ikut datang menyaksikan kegiatan ini merasa terkesan dengan kepedulian masyarakat Biak, relawan Tzu Chi, dan Pemda Biak Numfor terhadap lingkungan. “Kami terkesan dengan masyarakat Biak Numfor yang menerima dan mengerti makna kegiatan ini untuk kelestarian alam. Terima kasih kepada Tzu Chi Biak dan Pemda Biak Numfor yang diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup Biak Numfor yang sudah mau meluangkan waktu dan mendukung pemasangan jaring apung ini,” kata Mimi.

Setelah selesai di Desa Ruar, relawan kemudian menuju ke pasar ikan di Kota Biak. Ditempat ini dipasang jaring pada salah satu selokan utama yang pembuangannya langsung mengarah ke arah laut. Akibatnya, sampah-sampah plastik banyak yang ikut hanyut terbawa ke laut. Dengan pemasangan jaring ini diharapkan dapat mencegah atau mengurangi jumlah sampah plastik yang mengotori laut Biak yang asri.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 293 kali


Berita Terkait


Menularkan Semangat Bersumbangsih

18 Oktober 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat