Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Menjaga Kesehatan Gan En Hu dan Anak Asuh Tzu Chi

04 September 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan, Ryanto Budiputra (Tzu Chi Medan)


Drg. Sri Wahyuni (sebelah kiri) mempunyai berbagai cara agar anak-anak mau membuka mulut untuk diperiksa kondisi kesehatan giginya.

Cinta kasih yang  diberikan ke Gan En Hu atau penerima bantuan Tzu Chi dalam berbagai bentuk bantuan, diantaranya bantuan Pendidikan (anak asuh), bantuan pengobatan, bantuan biaya hidup (santunan bulanan) dan bantuan beras. Namun sejak beberapa waktu lalu, Tzu Chi juga memberi perhatian dalam bidang kesehatan. Kesehatan sangat penting, karena dengan tubuh yang sehat maka semua orang bisa beraktivitas. Menyadari hal tersebut, relawan Tzu Chi di komunitas Hu Ai Medan Timur pada Minggu, 1 september 2019 mengadakan Baksos Kesehatan untuk Gan En Hu dan Anak Asuh yang diadakan di Depo Pelestarian Lingkungan Mandala Medan, Sumatera Utara.

Bakti sosial kesehatan kali ini diikuti oleh 133 orang Gan En Hu (anak asuh, penerima bantuan kesehatan, santunan bulanan, dan bantuan beras). Baksos kesehatan kali ini meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, tensi darah, dan pemeriksaan gigi. Baksos kesehatan melibatkan 47 orang tim medis dan didukung oleh 48 orang relawan.


Para pasien yang datang mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Salah seorang penerima bantuan, Rudi Setiawan, kini harus membesarkan 4 anaknya sendirian. Istrinya telah meninggalkan mereka tiga bulan lalu karena penyakit kanker payudara. Rudi merasa terharu atas perhatian yang relawan berikan kepada istrinya saat pengobatan. Perhatian yang diberikan relawan seperti perhatian kepada keluarga sendiri. Namun Tuhan berkehendak lain dan sekarang ia harus menjalani kehidupannya sebagai orang tua tunggal.

Rudi mengenal Tzu Chi saat mengalami kesulitan membayar uang sekolah anaknya. Ia kemudian meminta bantuan Tzu Chi dan anaknya menjadi anak asuh Tzu Chi. Kemudian karena kondisi fisik Rudi sendiri yang tidak sehat, sering mengalami sesak nafas maka Tzu Chi kembali membantu Rudi yang semula dianggap mengidap penyakit paru-paru, namun ternyata hanya alergi saja. Penderitaan belum pamit meninggalkan kehidupan Rudi. Sang istri yang membantu keuangan rumah tangga dengan berjualan makanan tiba-tiba demam dan kembali oleh relawan dibantu dengan membawa istrinya ke rumah sakit. Cobaan berat kembali menghampiri Rudi, istrinya dinyatakan mengidap kanker payudara stadium akhir dan tidak lama kemudian meninggal dunia.


Poli gigi yang ditangani 12 orang dokter gigi  dengan dibantu 10 orang mahasiswa kedokteraan gigi.

Untuk menghidupi keluarga, Rudi sekarang bekerja di bengkel mobil dengan penghasilan yang tidak tetap. Hingga saat ini Rudi masih dibantu Tzu Chi dengan bantuan santunan hidup tiap bulan. Merasakan rangkulan kasih dari relawan Tzu Chi, Rudi merasa sangat berhutang budi. Karena itulah ketika diajak untuk melakukan daur ulang di Depo Mandala setiap hari Minggu, Rudi tak pernah menolak. “Sungguh aneh memang, saya merasa sangat tenang dan damai saat melakukan daur ulang karena saya merasa saya juga bisa ikut bersumbangsih tenaga. Semoga sumbangsih saya ini juga bisa menolong orang lain,” kata Rudi.

Penerima bantuan lainnya adalah Ariyanto, yang sekarang kelas X yang dibantu dalam bantuan Pendidikan sejak Ariyanto masih kelas 3 sekolah dasar. Mengenal Tzu Chi selama 6 tahun, Ariyanto juga sering melakukan daur ulang di Depo Pelestarian Lingkungan Mandala, dan Ariyanto ingin sekali jika kelak bisa menjadi relawan Tzu Chi dan membantu orang lain.

 

Dokter WijayaTaufik Tiji Sp.KJ, selaku koordinator umum tim medis ikut melayani pemeriksaan kesehatan di poli umum.

Para tim medis juga sangat bersungguh hati memperhatikan kesehatan para Gan En Hu, salah satunya drg. Sri Wahyuni, dimana awalnya banyak anak asuh atau anak dari Gan En Hu yang takut melihat peralatan dokter gigi, namun dengan segala cara dan berkelakar, drg. Sri Wahyuni bisa mengatasi ketakutan anak-anak.

Melihat sumbangsih dari para tim medis dan juga sumbangsih dari para relawan yang sudah bekerja satu hari sebelumnya dalam mempersiapkan segala kebutuhan bakti sosial ini maka, dr. Wijaya Taufik Tiji Sp.KJ sebagai koordinator kegiatan mengatakan, “Saya merasa sangat gembira, semua teman- teman relawan dan teman- teman TIMA sangat bersemangat dalam melayani pasien dengan penuh  kasih. Saya pribadi, sangat berterima kasih karena kami (tim medis) diberikan ladang berkah yang luar biasa untuk menanam kebajikan.”

Hal yang sama dirasakan Imelda, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator baksos kesehatan. Imelda merasa senang walaupun sangat capek, namun melihat kerja sama dan kekompakkan dari semua relawan dan tim medis, semua letih dan lelah pun terasa ringan. " Jika penerima bantuan hidup sehat maka kita sebagai insan Tzu Chi juga merasa senang," ungkap Imelda.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 344 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat