Sabtu, 24 Agustus 2019
Indonesia | English

Menjaga Niat Awal

26 Juni 2019 Jurnalis : Listania (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)
Fotografer : Wais, Beverly, Rirutolmo (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Sebanyak 40 orang berpartisipasi pada kegiatan Gong Xiu yang di adakan pada tanggal 23 Juni 2019, bertempat di Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun.

Minggu, 23 Juni 2019 Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun kembali mengadakan kegiatan Gong Xiu (kebaktian). Kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk yang lebih menarik lagi yang dimana bagian sesi penjelasan disertai canda sehingga para relawan tidak merasa bosan selama berlangsungnya kegiatan. Tepat pada pukul 09.00 WIB, para relawan Tzu Chi berserta para partisipan sudah mulai memenuhi ruangan kegiatan. Sebanyak 40 orang berpartisipasi pada kegiatan Gong Xiu kali ini.

Kegiatan pun diawali dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen, melantunkan Mars Tzu Chi dan pembacaan 10 sila Tzu Chi. Setelah itu, para relawan akan melakukan pradaksina bersama-sama. Supaya pradaksina berjalan dengan lancar, salah satu relawan yang bernama Susi terlebih dahulu menjelaskan tata cara melakukan pradaksina yaitu kapan harus bersikap anjali, memberikan penghormatan (聞訊) dan pada kalimat mana kita akan mulai berjalan. Seusai penjelasan, para relawan pun mulai mempraktikkannya dengan khidmat. Sekitar 15 menit melakukan pradaksina, kegiatan dilanjutkan dengan bermeditasi sejenak.


Sukmawati menjelaskan kembali misi dan visi Tzu Chi. ia juga memberikan suntikan semangat untuk bersama-sama giat melatih diri di Tzu Chi.


Nurhayati yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Gong Xiu dan melakukan pradaksina merasa memperoleh ketenangan batin dari melakukan ritual ini.

Setelah meditasi, para relawan suguhkan video tayangan ceramah Master Cheng Yen yang berjudul “Menuju Arah yang Benar dengan Keyakinan dan Pemahaman Mendalam.” Dalam tayangan tersebut, para relawan meluangkan waktu mereka untuk membimbing para narapidana di lapas agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Intisari dari ceramah tersebut adalah para relawan Tzu Chi menggalakkan pola makan vegetaris, pelestarian lingkungan, dan mengajarkan kerajinan tangan di lapas.

Nurhayati (41), salah satu relawan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan Gong Xiu dan melakukan pradaksina merasa dengan perbedaan dalam agamanya yang tidak diajarkan pradaksina, ia merasa pradaksina bagus untuk dilakukan. “Walaupun di agama saya tidak ada semacam pradaksina, saya merasa ini bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri sebagai penenang diri sama juga dengan meditasi itu juga bagus untuk penenang diri,” ucapnya.

Setelah itu, kegiatan pun berlanjut dengan penjelasan Misi dan Visi Tzu Chi yang disampaikan oleh Sukmawati. Ketua Tzu Chi Tanjung Balai Karimun ini menggunakan foto-foto kegiatan yang telah dilakukan untuk memudahkan para relawan dan partisipan dalam mendalami Misi dan Visi Tzu Chi. Para relawan pun tampak sangat tertarik dengan sesi sharing tersebut.


Joice yang kembali mengikuti kegiatan Tzu Chi merasa jadi mengingat kembali Misi dan Visi dari Tzu Chi.

Joice (22), salah satu relawan yang kembali mengikuti kegiatan Tzu Chi lantaran baru saja menyelesaikan pendidikan S1 nya merasa jadi mengingat kembali Misi dan Visi dari Tzu Chi. “Kalau dulu saya ikut Gong Xiu itu karena dipaksa sama mama saya, tapi sekarang semakin bertambahnya usia saya makin mengerti bahwa Gong Xiu ini ada maknanya, dan juga saya udah mulai tertarik lagi untuk mengikuti kegiatan Tzu Chi,” ungkapnya.

Guna membekali relawan yang akan melakukan pelantikan di Jakarta maupun Taiwan nantinya, kegiatan pelatihan ini akan memberikan penjelasan tentang tata krama makan dan bernamaskara yang akan disampaikan oleh relawan AA. Ada juga tata krama melipat selimut yang disampaikan oleh relawan Ema. Selain menyampaikan tata krama makan, bernamaskara dan melipat selimut yang benar. Ia juga menyampaikan bagian yang salah agar relawan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dilakukan saat mengikuti pelantikan nantinya.

Disela-sela kegiatan, Sukmawati yang merupakan MC sekaligus pemateri menanyakan “Siapakah Guru Kita?”  dengan serentak relawan menjawab “Master Cheng Yen.” “Seperti yang Master katakan, hati kita selalu bergenjolak, oleh karena itu kita harus senantiasa berbuat baik agar dapat meredakan hati yang bergejolak. Master juga menyampaikan 莫忘那一年, 莫忘那一念, 莫忘那一人 yang artinya Jangan Melupakan Tahun itu, Jangan Melupakan Niat itu dan Jangan Melupakan Orang itu.”


Suriati pada tahun ini akan mengikuti pelatihan Komite, ia pun teringat jalinan jodoh awal dirinya mengenal Tzu Chi.

Mendengar hal ini, salah satu relawan yang bernama Suriati (37) yang pada tahun ini akan mengikuti pelatihan Komite jadi teringat dengan jodoh awalnya sampai bisa menjadi relawan Tzu Chi. “Awalnya saya lagi ambil raport anak saya di sekolah, Lissa yang merupakan teman semasa saya sekolah menawarkan saya untuk memasukkan anak saya ke Kelas Budi Pekerti. Pada saat itu kan orang tua diwajibkan untuk mendampingi anaknya pada saat kegiatan Kelas Budi Pekerti berlangsung. Saya pun menyetujui penawaran dari Lissa karena sebagai orang tua saya mau anak saya berbudi pekerti yang baik, kalau dulu saya belajar agama Buddha di sekolah, sekarang di sini (Tzu Chi) tempat saya praktiknya. Saya juga mau mengucapkan Gan En (Terima Kasih) ke Lissa sudah mengenalkan saya dengan Tzu Chi,” ujarnya.

Kegiatan pun diakhiri dengan melantunkan doa dan penghormatan kepada Master Cheng Yen. Seperti salah satu Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Niat jahat yang terkilas sesaat dalam pikiran, akan menanamkan benih karma buruk. Niat baik yang terkilas sesaat dalam pikiran, akan mendatangkan buah kebajikan." Semoga dengan diadakan kegiatan pelatihan ini relawan dapat terus berpegang teguh dengan niat awalnya.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 264 kali


Berita Terkait


Pelatihan Diri Bersama untuk Menapaki Jalan Bodhisatwa

30 November 2018

Melatih Diri Dengan Tata Krama

01 Maret 2017

Terus Melatih Diri

08 April 2016

Mengubah Pola Makan Menjadi Vegetaris

03 Maret 2016

Menjalani Tata Krama dalam Keseharian

07 September 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat