Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Menjalin Silaturahmi dan Menebar Benih Cinta Kasih di Cilincing

21 Juni 2017 Jurnalis : Giok Chin Lie (He Qi timur)
Fotografer : Felicite Angela Maria, Giok Chin Lie (He Qi timur), Valentino(Tzu Shao)

doc tzu chi

Penyerahan simbolis paket lebaran yang terdiri dari 10 kg beras cinta kasih Tzu Chi, 2 botol sirup, dan 1 kaleng biskuit.

Di bulan Ramadhan, kaum muslimin menjalankan ibadah puasa. Bulan ini juga menjadi ajang berkumpul dengan sanak keluarga, sahabat, baik yang dekat maupun yang jauh. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh insan-insan Tzu Chi di tanah air untuk menjalin silaturahmi, dan memberikan uluran cinta kasih bagi warga yang membutuhkan.

Demikian juga yang dilakukan insan-insan Tzu Chi di komunitas Timur, Kelapa Gading. Di bawah koordinasi Johan Kohar, relawan menjalin silaturahmi dengan warga Cilincing, Jakarta Utara yang pernah dibantu program bedah rumah oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Selain menjalin silaturahmi, relawan juga membagikan paket lebaran. Sebelumnya, relawan telah membagikan kupon pengambilan paket pada Selasa, 6 Juni 2017.

Relawan mengantarkan paket lebaran kepada warga binaan bedah rumah lansia yang tidak bisa datang karena masalah kesehatan. Salah satunya ibu Yani.


Relawan mengantarkan paket lebaran dari pintu ke pintu warga yang berhak menerima.

Pada saat pembagian paket, Minggu, 11 Juni 2017, pukul 08.00 WIB, sekitar 18 perwakilan warga datang ke depo daur ulang Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk menerima sebagian paket.

”Tahun ini kita membagikan paket yang terdiri paket 10 kg beras, 2 sirup dan 1 kaleng biskuit kepada warga Cilincing. Kita mau menabur berkah cinta kasih sehingga suatu saat bisa menuai. Kami akan menggalang hati para warga Cilincing,” ujar Johan Kohar selaku penanggung jawab kegiatan ini.

Para warga binaan bedah rumah Tzu Chi, Cilincing ini diajak melakukan daur ulang bersama para relawan sebelum acara pembagian paket lebaran.

Giyarno (59), salah satu warga Cilincing yang saat ini menjadi relawan Tzu Chi merasakan suka cita bisa menjadi relawan dan mengikuti kegiatan Tzu Chi karena sesuai dengan hati nuraninya. 

“Saya berharap banyak dari warga yang juga mengikuti jejak saya  supaya saya ada yang menemani bekerja sosial di Tzu Chi,” ujarnya.

Sementara itu ada pula Yani (60), salah satu warga di RT 09/RW 04, yang rumahnya dulu dibedah. Ia menerima berkah paket lebaran yang diantarkan langsung oleh relawan karena tidak bisa datang langsung karena masalah kesehatan.

 “Banyak terima kasih kepada Buddha Tzu Chi, perasaannya senang, sirupnya dan berasnya bisa dipakai untuk berbuka puasa,” katanya.


Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 1032 kali


Berita Terkait


Pekan Amal Tzu Chi 2019: Tzu Ching Power - yang Muda yang Punya Semangat

22 Oktober 2019

Pekan Amal Tzu Chi 2019: Semarak Pekan Amal Tzu Chi

21 Oktober 2019

Sayuran Hidroponik di Pekan Amal

21 Oktober 2019

Pekan Amal Tzu Chi 2019: Berbagai Kuliner Nusantara Diboyong ke Pekan Amal

20 Oktober 2019

Pekan Amal Tzu Chi 2019: Membalas Budi Baik Lima Belas Tahun yang Lalu

20 Oktober 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat