Senin, 20 Mei 2019
Indonesia | English

Menjawab Penantian Junaedi

01 November 2018 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A.


Relawan Tzu Chi memberikan semangat serta perhatian kepada Junaedi pada saat screening pasien baksos Tzu Chi Indonesia ke-124 di RSUP Nusa Tenggara Barat.

Doa dan harapan Junaedi (36) yang selama ini ia nanti akhirnya terjawab. Setelah menunda selama 5 tahun untuk memeriksa benjolan yang ada di dahi sebelah kirinya, ia pun bahagia karena bukan hanya diperiksa tetapi ia juga mendapatkan penanganan operasi gratis oleh Tzu Chi Indonesia dalam kegiatan baksos kesehatan yang bekerja sama dengan TNI di Lombok Nusa Tenggara Barat pada 1-2 November 2018.

Bagi Junaedi, baksos kesehatan ini menjadi angin segar untuk memperbaiki kehidupannya khususnya mengembalikan kepercayaan dirinya di masyarakat. “Yah, rasa malu pasti ada. Tapi mau gimana lagi,” kata pria yang kesehariannya menjadi buruh tani tersebut. Dalam menjalani keseharian, Junaedi sering sekali menggunakan topi untuk menutupi benjolan di dahinya. Bahkan terkadang ia kerap kali menekan benjolan tersebut dengan tangan supaya mengecil. Apa yang Junaedi lakukan tersebut ternyata malah membuat benjolannya semakin besar.


Junaedi saat melakukan tes darah dengan dibantu para petugas medis dari TNI.


Semangat, motivasi, serta perhatian juga ditularkan relawan kepada pasien wanita.

Jalinan jodoh baik antara Tzu Chi dan pria asal Batukliang Utara, Lombok Tengah tersebut ternyata bertemu dalam screening pasien baksos Tzu Chi Indonesia di RSUP Nusa Tenggara Barat. Setelah mendapat informasi dari Babinsa dan kepala kampung di lingkungan tempat tinggalnya tentang baksos kesehatan gratis, ia langsung mendaftarkan diri. Memang cukup berat baginya untuk memeriksakan kesehatan karena upah sebagai buruh tani memang tidak menentu setiap bulannya.

“Istri saya juga buruh tani, penghasilan kami terkadang cukup terkadang tidak. Yah yang penting bisa buat makan sama anak-anak,” ungkap Junaedi. Junaedi dan istrinya dikaruniai dua orang anak yang saat ini usianya 7 dan 2 tahun. Karena kesulitan ekonomi, anak pertamanya pun sampai saat ini tidak bersekolah karena kesulitan biaya. Baksos kesehatan Tzu Chi ini sangat membantu dirinya dan ia pun begitu senang saat dokter bisa menangani benjolan yang selama ini menggangu kehidupannya. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget. Semoga bisa cepat sembuh ini benjolan,” kata Junaedi.


Para relawan membersihkan peralatan baksos kesehatan untuk ruang operasi.


Persiapan pelayanan kesehatan gigi di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

Selain screening pasien, Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia beserta para relawan Tzu Chi dari Jakarta juga mempersiapkan ruangan untuk pelayanan kesehatan baksos sejak Selasa (30/10). Peralatan dan logistik medis yang dibawa langsung dari Jakarta menuju Lombok, NTB dengan bantuan TNI.  

Baksos kesehatan Tzu Chi ke-124 ini pun terselenggara dalam rangka menyambut HUT TNI yang ke-73 serta Tzu Chi Indonesia yang tahun ini berusia 25 tahun. Sebelumnya Tzu Chi Indonesia juga  dibantu TNI untuk penyaluran bantuan secara estafet bagi para korban gempa di Lombok. Baksos kesehatan ini juga diadakan di dua lokasi yaitu RSUP Nusa Tenggara Barat di Mataram yang melayani operasi Minor GA serta lokasi kedua di Lapangan Tanjung, Lombok Utara yang melayani pengobatan umum serta gigi. 

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 297 kali


Berita Terkait


Berbagi Kebaikan Lewat Pelayanan Kesehatan

05 November 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat