Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Mensosialisasikan Tzu Chi di Misi Kesehatan

04 September 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Tzu Chi Bandung mengadakan baksos kesehatan degeneratif bagi warga lanjut usia di Dunguscariang, Kec. Andir, Bandung, Jawa Barat.

Hidup sehat dimulai dari diri sendiri dengan menjaga pola makan secara teratur disertai asupan gizi sangat diperlukan oleh tubuh. Hal lainnya tentu dengan rajin berolahraga agar kondisi tubuh tetap prima dan tidak mudah terserang penyakit.

Namun kondisi tersebut sering diabaikan, diantaranya minimnya pengetahuan mengenai pola hidup sehat, kesibukan bekerja maupun aktivitas sehari-hari, jauhnya fasilitas kesehatan hingga minimnya pendapatan yang menyebabkan urungnya seseorang untuk berobat ke dokter. Faktor ekonomI umumnya paling dominan menjadi kendala besar bagi warga kurang mampu untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat.

Melihat kondisi tersebut, pada tanggal 25 Agustus 2019, Tzu Chi Bandung menggelar bakti sosial (baksos) kesehatan degeneratif. Kegiatan ini merupakan baksos lanjutan yang pernah dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2019 lalu.

Baksos kesehatan degeneratif ke-2 ini berlangsung di SD Negeri 002 Karang Mulya, Kel. Dunguscariang, Kec. Andir, Bandung. Sebanyak 222 pasien berhasil terhimpun dan mendapatkan pelayanan kesehatan.


Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan penjelasan tentang Visi dan Misi Tzu Chi.


Setelah memeriksa, dokter akan memberikan obat dan juga menganjurkan kepada pasien untuk menjalani pola hidup sehat.

Tujuan dari baksos kesehatan ini selain memberikan pengobatan juga memberikan edukasi kepada warga agar dapat mencegah penyakit degeneratif seperti darah tinggi, kolesterol, asam urat, dan gula. Disamping itu, ini juga menjadi ajang sosialisasi tentang keberadaan Kantor Perwakilan Tzu Chi Bandung yang berada di wilayah Kecamatan Andir. Diharapkan dengan penjelasan mengenai Visi dan Misi Tzu Chi, masyarakat sekitar dapat terketuk hatinya untuk menjadi bagian dari relawan Tzu Chi.

"Harapannya masyarakat bisa ikut sebagai relawan sehingga dapat merasakan juga bagaimana manfaat dari menebar kebajikan kepada sesama,” kata Marlius, relawan Tzu Chi Bandung yang juga penanggung jawab baksos kesehatan ini.

Kegiatan baksos kesehatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat, salah satunya Eman Sulaeman (62), Ketua RT 02. Eman merasa baksos kesehatan ini sangat membantu bagi warga yang mempunyai penyakit atau hanya sekedar kontrol penyakit degeneratif. Dengan begitu, warga setempat dapat mengetahui penyakit yang sedang dideritanya. Dan yang lebih penting, dapat meringankan biaya sehari-hari.

"Alhamdulillah bagus sekali baksos kesehatan ini. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi yang telah memperhatikan masyarakat kecil, khususnya dalam kesehatan,” terang Eman.

Selain Eman, warga lainnya, Nana Sukmana (59) mengharapkan kegiatan ini dapat berkesinambungan dan bukan hanya kesehatan saja, namun pembagian sembako bagi masyarakat. Karena menurutnya, masih banyak warga yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.


Eman Sulaeman (62), Ketua RT 02 merasa terbantu dengan adanya  baksos kesehatan ini.


"Alhamdulillah yang asalnya tidak tahu penyakit yang sedang dialami, sekarang jadi tahu jenis penyakit yang sedang diderita,” kata Nana Sukmana.

Dahulu saat Nana masih bekerja di salah satu pabrik garmen di Kota Bandung, Nana dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan bahkan menyekolahkan ketiga anaknnya hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) dan satu diantaranya telah lulus perguruan tinggi swasta di Bandung. Memasuki tahun 2002, perusahaan mengurangi jumlah pegawai dan Nana termasuk salah satunya. Khawatir anak-anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah serta membiayai kebutuhan rumah tangga, Nana pun rela menjadi buruh lepas. Mulai dari kuli panggul di Pasar Andir, berjualan aksesoris hingga menjajakan makanan ringan yang tak jauh dari rumahnya.

Perjuangan seorang ayah bagi anak-anaknya agar lulus sekolah membuahkan hasil yang cukup manis. Setelah lulus anak-anaknya mulai mendapatkan pekerjaan hingga ketiga anaknya mendapatkan pasangan hidup dan berkeluarga. Setelah itu, Nana beserta istrinya dapat bernapas lega, karena biaya kebutuhan sehari-hari ditanggung oleh anak-anaknya.

“Alhamdulillah, walau anak-anak suka ngasih, kadang bapak sama ibu suka dikasihkan kembali uangnya. Karena mereka kan sudah punya keluarga masing-masing, dan biar bapak hanya sebagai buruh lepas tapi masih dapat  memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupun tidak banyak,” ucapnya bersyukur.

Nana merasa sangat terbantu dengan adanya baksos kesehatan ini, "Alhamdulillah yang asalnya tidak tahu penyakit yang sedang dialami, sekarang jadi tahu jenis penyakit yang sedang diderita,” tambah Nana.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 131 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat