Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Menumbuhkan Kesadaran Untuk Hidup Sehat Sejak Usia Dini

20 Februari 2019 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)


Tzu Chi Biak menggelar baksos pengobatan umum dan gigi di desa binaan Tzu Chi Biak yaitu di Dofyo Wafor Biak Utara, Sabtu, 16 Februari 2019.  Dalam baksos ini, petugas Puskesmas Korem juga turut serta membantu kelancaran baksos.

Bertempat di SD Negeri Dofyo Wafor Biak Utara, Sabtu 16 Februari 2019, Tzu Chi Biak mengadakan Baksos Pengobatan Umum dan Gigi. Desa Dofyo Wafor sendiri telah menjadi desa binaan Tzu Chi Biak.  Setiap Misi Tzu Chi yang telah dilaksanakan di Dofyo Wafor mendapat sambutan baik dari warga. Itulah sebabnya walaupun jumlah penduduk tidak begitu banyak tetapi setiap kegiatan Tzu Chi digelar, dipenuhi oleh para warga desa.  

Baksos kali ini pun bukan pengecualian, orang tua dan anak-anak berdatangan untuk memeriksakan kesehatan mereka. Walau ada kegiatan lain oleh Pemda Biak Numfor di desa Dofyo Wafor saat itu, namun mereka tetap berdatangan untuk memeriksakan kondisi kesehatan.


Pemeriksaan gigi oleh para dokter. Kegiatan baksos ini seperti telah direncanakan oleh Tima Biak diadakan setiap 3 bulan sekali.


Para siswa sekolah serius mendengarkan penjelasan para dokter tentang cara merawat gigi yang benar.

Selain Baksos Pengobatan Umum ada juga pemeriksaan gigi oleh tiga dokter gigi. Para siswa diajarkan cara menggosok gigi yang benar dan menjaga kesehatan gigi sehingga gigi tak mudah rusak.

“Jika dari kecil sudah menjaga kesehatan gigi dengan baik maka kita akan terhindar dari sakit gigi yang berlebihan, sebisa mungkin menggosok gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi,” ujar  Drg. Pandu Azhar kepada siswa-siswi.


Simon Arwam, siswa kelas 6 menjelaskan kembali cara menggosok gigi di depan kelas.


Beberapa murid SD ada yang giginya dicabut karena sudah goyang ataupun akan tumbuh gigi baru.

Di sela-sela pemeriksaan gigi, para dokter juga kembali mengulang pertanyaan kepada anak-anak tentang cara merawat gigi. Ini supaya mereka tidak lupa dengan penjelasan sebelumnya.

Salah satu siswa, Simon Arwam, siswa kelas 6 memberanikan diri untuk mengulang kembali penjelasan para dokter di depan kelas. Walaupun terpatah-patah dalam menjelaskannya, namun secara garis besar Simon sudah mengerti.


Relawan yang bertugas di bagian apotek tengah melayani warga dan menjelaskan aturan minum obat.


Relawan membagikan makan siang kepada warga desa yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan.


Relawan foto bersama setelah kegiatan baksos selesai.

Dalam baksos pengobatan umum ini sebanyak 80 pasien mendapatkan pelayanan oleh para dokter. Sedangkan baksos gigi, selain 30 murid SD yang sedang berada di dalam kelas, orang dewasa juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan gigi. Ada beberapa murid SD yang giginya dicabut karena sudah goyang ataupun akan tumbuh gigi baru. Pada baksos gigi ini hanya pelayanan cabut gigi pada anak saja yang bisa dilakukan. Sedangkan perawatan gigi yang lain tidak dapat dilakukan karena tidak ada alat yang mendukung. 

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 250 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat