Rabu, 17 Oktober 2018
Indonesia | English

Menyambut Kepulangan Gan En Hu dengan Rasa Syukur

11 Januari 2018 Jurnalis : Elin Juwita(Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Erik Wardi(Tzu Chi Tebing Tinggi)

doc tzu chi indonesia

Relawan menyambut Gan En Hu (Penerima Bantuan) dengan sukacita.

Untuk kesekian kalinya Tzu Chi Tebing Tinggi menggelar acara Pemberkahan Akhir Tahun, pada Minggu, 7 Januari 2018. Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB tersebut memberi makna mendalam bagi para relawan, juga para penerima bantuan. Suasana keakraban dan kekeluargaan sangat terasa antara relawan dengan penerima bantuan, juga sesama penerima bantuan sendiri. Mereka saling mengenal, saling berbagi layaknya saudara yang telah lama meninggalkan kampung halaman dan saatnya kembali untuk bersilaturahmi.

Setiap awal bulan, relawan Tzu Chi Tebing Tinggi mengunjungi para penerima bantuan untuk memberikan bantuan berupa beras, biaya hidup, pengobatan, dan juga pendampingan. Jadi bantuan yang diberikan bukan hanya berupa materiil saja, yang lebih penting lagi bantuan moril, khususnya mereka yang sedang sakit, yang membutuhkan pendampingan dan motivasi. Dengan demikian mereka tidak akan merasa berjuang sendirian, masih ada orang yang memerhatikan sehingga mereka lebih bersemangat menjalani hidup. Setelah sehat, relawan membina batin mereka agar bisa kembali menciptakan berkah untuk diri sendiri dan juga orang lain.

Sumbangsih yang bisa mereka berikan bisa berupa tenaga. Telah banyak penerima bantuan yang datang ke depo pelestarian Tzu Chi Tebing Tinggi untuk melakukan pemilahan sampah daur ulang, bahkan telah ada yang menjadi relawan Tzu Chi. Partisipasi mereka dalam setiap kegiatan Tzu Chi memberi inspirasi bagi penerima bantuan yang lain. Seperti hari ini, ada mantan penerima bantuan yang telah menjadi relawan, mereka turut menyambut para penerima bantuan dengan sukacita.

doc tzu chi indonesia

Dalam kegiatan ini, Relawan memperkenalkan Tzu Chi kepada para penerima bantuan.

doc tzu chi indonesia

Penampilan isyarat tangan Di Qiu De Hai Che dan Wei Wo Jia You dari anak–anak Sekolah Kharisma dan juga relawan Tzu Chi Tebing Tinggi.

Dalam kegiatan ini, ada sesi sharing yang menampilkan dua orang penerima bantuan yaitu Sartika Dewi (22 tahun) dan Yola (18 tahun). Dalam sesi sharing ini, Sartika Dewi menceritakan pengalaman hidupnya sejak menderita penyakit Duchenne Progressive Muscular (penyusutan otot), sejenis penyakit langka dan belum ditemukan obatnya. Sartika menderita penyakit tersebut sejak SD. Menjelang SMA, ia tidak mampu untuk berdiri lagi dan dengan perasaan berat terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Kehidupannya sangat menyedihkan, perasaan minder membuatnya tak berani keluar rumah karena kadang kala dilecehkan orang lain. Kadang ia merasa hidup tidak ada artinya lagi. Jodoh mempertemukannya dengan Tzu Chi. Relawan pun memberi perhatian khusus kepadanya untuk mengembalikan semangat hidupnya. Semenjak diajak ke depo pelestarian lingkungan, wajahnya mulai ceria. Ia juga mulai berani bergaul dengan relawan pelestarian lingkungan seakan telah menemukan kehidupan baru.

doc tzu chi indonesia

Sesi sharing yang disampaikan oleh Sartika Dewi dan Yola tentang pengalaman mereka berjodoh dengan Tzu Chi.

“Pada mulanya saya merasakan hidup ini berat sekali, harus berjuang melewati hari–hari. Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan. Sekarang saya bersyukur dan berterima kasih kepada relawan Tzu Chi yang mau mengunjungi saya, dan saya merasa bahagia dan bersemangat kembali. Saya senang datang ke depo PL. Orangnya ramah–ramah. Terima kasih Tzu Chi,” ujarnya.

doc tzu chi indonesia

Penerima bantuan dan relawan memperagakan isyarat tangan dari lagu Satu Keluarga.

doc tzu chi indonesia

Pemberian paket bingkisan dan angpau dari relawan kepada para penerima bantuan dengan menerapkan prinsip Gan En Zhun Jong Ai (Berterima kasih, menghormati, dan cinta kasih).

Perasaan sukacita juga dirasakan Rita, koordinator kegiatan ini. “Gan En Hu hari ini sangat tersentuh perasaannya. Kita mengumpulkan semua Gan En Hu agar mereka dapat saling mengenal diri masing–masing dan mendengar apa yang dilakukan dan apa gunanya datang ke Tzu Chi,” kata Rita.

Kegiatan ini juga menampilkan isyarat tangan Di Qiu De Hai Che dari anak–anak Sekolah Kharisma dan juga isyarat tangan Wei Wo Jia You dari relawan, serta lagu Satu Keluarga dengan mengajak semua penerima bantuan untuk turut memperagakannya. Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan makan bersama para penerima bantuan dan relawan. Setelah selesai, relawan membagikan paket bingkisan, beras, dan angpao dengan rasa penuh hormat kepada para penerima bantuan. Dari kegiatan ini, diharapkan agar batin para relawan dan juga para penerima bantuan selalu dipenuhi dengan rasa syukur.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 660 kali


Berita Terkait


Menyambut Tahun Baru dengan Penuh Syukur

12 Februari 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat