Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Merajut Kembali Tali Silaturahmi

18 Agustus 2015 Jurnalis : Fammy 高俪菁(He Qi Timur)
Fotografer : Fammy 高俪菁; Willy Japri 叶伟亮 (He Qi Timur)

Yusdeli Aimei (relawan) bersama relawan lainnya berinisiatif mengajak anak-anak yang sedang bermain sepeda, berlari-lari di sekeliling tenda untuk berkumpul, berbaris rapi dan berlatih bernyanyi lagu Satu Keluarga sembari menunggu acara halal bihalal dimulai pada tanggal 15 Agustus 2015.

Dalam rangkaian bulan Syawal, Hari Raya Idul Fitri berlalu satu bulan yang lalu, dan persiapan menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70, keluarga besar relawan komunitas He Qi Timur bergiat menjalin silaturahmi, salah satunya dalam bentuk kegiatan halal bihalal bersama warga Cilincing pada 15 Agustus 2015. Bertempat di lapangan Brimob RW 007 Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, sejumlah relawan logistik bersama beberapa warga tengah mempersiapkan acara, seperti pemasangan tenda biru Tzu Chi, bangku-bangku untuk peserta acara, pemasangan sound system dan kelengkapan lainnya pada pagi itu.  

Di tengah-tengah kegiatan, nampak pria paruh baya berlari menuju lokasi acara dan dengan ringan tangan membantu memasang tenda, mengatur bangku, dan lainnya. ia adalah Masrul Wahab (55 tahun). Ternyata Masrul terkenang dengan Tzu Chi sebelas tahun silam yang pernah membantu pengobatan hernia pada anaknya, Mohammad Feriza Rama Putra yang saat itu masih balita melalui bakti sosial kesehatan umum. Seragam biru putih dan lambing Tzu Chi di tenda lah yang mengingatkannya akan masa-masa itu. Ingatannya akan cinta kasih yang dirasakannya dari pendampingan para relawan Tzu Chi, tim medis selama anaknya dirawat. Hal ini lah yang membuat Masrul turut bersumbangsih membantu menyukseskan acara halal bihalal ini.

Masrul Wahab (kanan berkumis) membantu  mendirikan tenda Tzu Chi bersama relawan untuk acara halal bihalal sebagai ungkapan terima kasihnya atas bantuan Tzu Chi sebelas tahun silam. 


Yoddi Santosa (batik) memberikan apresiasi kepada Tzu Chi  atas apa yang sudah dilakukan Tzu Chi di pemukiman warga Pademangan hingga warganya menjadi aktif di kegiatan Tzu Chi.

Sementara itu kesibukan lain juga dilakukan relawan pelayanan yang tengah mempersiapkan sebanyak 400 nasi kotak. Isnaeni Hasyim, ketua PKK menyambut baik kegiatan ini. ia bersama warga lainnya bersama relawan menyiapkan konsumsi. “Senang, bisa ikut masak bareng ibu-ibu relawan Tzu Chi, kita jadi tambah saudara, tambah pengalaman, yang tadinya tidak tahu sekarang jadi tahu,” ujar Isnaeni. “Harapan saya agar bisa lebih terjalin lagi tali silaturahimnya,” tambahnya.

Jam 3 sore halal bihalal pun dimulai. Banyak pihak yang memberikan apresiasi dan dukungan kegiatan ini, salah satunya Yoddi Santosa, Lurah Cilincing. Yoddi berbagi pengalaman tentang Tzu Chi yang telah membantu orang yang yang membutuhkan dalam program bebenah kampung ketika ia masih menjabat sebagai lurah Pademangan, Jakarta Pusat. “Saya sangat mengenal cara kerja Tzu Chi saat turun membantu warga bedah kampung di wilayah Pademangan, hingga kampung itu bisa berkembang menjadi pemukiman yang humanis, bersih, dan higienis,” ujar Yoddi. Ia juga mengajak warga Cilincing seperti kaum muda, Karang Taruna untuk melakukan hal yang sama, menjadi relawan aktif Tzu Chi seperti menjalankan program bank sampah di Cilincing bisa meluas dan diperbanyak.

Acara diselingi dengan games untuk menghangatkan suasana. Para relawan berbaris bersama-sama warga melakukan aksi pijat, suasana jadi lebih gembira, lebih ceria, penuh keakraban.


Para relawan sedang membagikan buletin Tzu Chi dan celengan bambu yang baru kepada warga Cilincing usai menuangkan celengan mereka yang lama.

Wie Sioeng, relawan Tzu Chi memberikan sharing tentang sejarah Tzu Chi dan apa yang dilakukan Tzu Chi di Indonesia. Dalam sharingnya, Wie Sioeng juga menjelaskan bahwa di Tzu Chi adalah lintas agama, lintas suku yang bisa menjalankan tanggung jawab bersama dengan berdampingan dan harmonis tanpa ada perbedaan.

Juga ada sharing tentang pelestarian lingkungan dari Endang Supriatna yang mengajak para warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas sampah. “Selain menjadi relawan informasi, juga menjadi relawan pelestarian lingkungan yang bisa dimulai dengan program depo mini di rumah masing-masing dengan mengumpulkan botol plastic bekas, kardus-kardus,” kata Endang.

Acara halal bihalal diakhiri dengan acara penuangan celengan dan pemeragaan bahasa isyarat tangan “Satu Keluarga” bersama-sama para warga. Suasana pun menjadi bertambah hangat dan menyentuh. Tidak sedikit warga yang ikut bernyanyi menjadi terharu saat mendengarkan alunan melodi lagu dengan latar gambar santri dan santriwati pondok pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor yang bernyanyi dan memperagakan isyarat tangan ini. kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan menikmati makanan yang sudah disiapkan bersama.

Artikel dibaca sebanyak : 1348 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat