Rabu, 13 November 2019
Indonesia | English

Merayakan Ulang Tahun Dengan Berbakti pada Orang Tua

18 April 2017 Jurnalis : Sherly, Vinson Theodoric (Tzu Ching Medan)
Fotografer : Sherly, Vinson Theodoric (Tzu Ching Medan)

Salah satu  Opa dengan gembira dan antusias mengikuti isyarat tangan “Ren Shi Ni Zhen Hao” pada kunjungan kasih para Tzu Ching pada tanggal 16 April 2017.

Minggu pagi, 16 April 2016 Tzu Ching dan para mahasiswa berkumpul di halaman Universitas Prima Indonesia (UNPRI) jam 08.00 WIB. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan kunjungan kasih ke salah satu panti jompo di daerah Titi Papan Kota Medan: Panti Jompo Harapan Jaya.

Tepat pukul 08.30 pagi, para peserta dan Tzu Ching mulai menuju ke panti jompo dengan menggunakan bus yang sudah disediakan pihak universitas. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Sesampainya di lokasi, para opa oma terlihat menyambut kedatangan Tzu Ching dan rombongan. Tzu Ching yang berjumlah 12 orang, serta 4 relawan Abu Putih, 2 Calon Komite, dan 6 relawan kembang mulai menyiapkan makanan dan minuman yang akan diberikan kepada opa dan oma yang berjumlah 38 orang.

Salah satu relawan dengan bahagia dan sabar menyuapi oma untuk menikmati kue ulang tahun.


Melany Jonathan mencoba menenangkan opa yang menangis saat semua Tzu Ching akan beranjak dan mengucapkan perpisahan dengan opa oma di panti tersebut.

Acara dimulai dengan memeragakan isyarat tangan Ren Shi Ni Zhen Hao yang artinya Senang Rasanya Mengenal Anda, di mana opa oma sangat senang melihat isyarat tangan ini bahkan mereka turut serta memeragakan isyarat tangan tersebut dengan didampingi Tzu Ching. Kemudian dilanjutkan dengan games “Mic Man” yang diikuti oleh opa dan oma. Mereka terlihat sangat antusias dalam mengikuti games tersebut.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun untuk merayakan HUT Tzu Ching UNPRI ke-2 dan opa oma yang berulang tahun di bulan April, Mei, dan Juni. Relawan Tzu Ching pun menyuapi opa oma dengan penuh kasih sayang. Juga perhatian yaitu memijat para opa dan oma dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Ini kali pertama saya mengunjungi panti jompo ini. Ketika saya tiba di panti, saya melihat ada oma yang sangat kurus, hingga yang tersisa hanya tulang berbalut kulit yang sedang duduk di kursi roda. Saya sangat sedih melihat oma tersebut. Saat itu juga saya tersadar bahwa saya juga harus segera berbakti dengan orang tua saya sendiri ketika mereka masih ada, jangan sampai ada kata terlambat, mungkin mereka tidak menunjukkan kasih sayangnya tapi mereka tetap berada di belakang kita, mendorong kita, dan membantu kita dalam mengatasi masalah yang kita hadapai,” kata Vivie Jayanty, mahasiswa jurusan Akuntansi di Universitas Prima Indonesia sekaligus ketua Tzu Ching UNPRI periode 2017-2018.

Foto bersama seluruh relawan dan opa oma penghuni panti di penghujung acara.

Melany Jonathan, mahasiswa jurusan Akuntansi yang sudah tiga kali mengunjungi panti ini merasa banyak pelajaran yang didapat, “Saya belajar sangat banyak dari opa dan oma yang ada di panti ini. Salah satunya adalah walaupun mereka kesepian, mereka tetap bisa ikut tersenyum, bernyanyi, dan tertawa bersama kita semua. Saya pun menyadari bahwa di saat seperti ini, yang mereka butuhkan hanya kasih sayang dan perhatian dari kita dan keluarga mereka.”

Jam sudah menunjukkan pukul 11.15 WIB di mana acara akan segera berakhir. Di penghujung acara Tzu Ching juga mempersembahkan isyarat tangan Satu Keluarga dilanjutkan dengan foto bersama para opa dan oma. Mengutip sebuah kata perenungan dari Master Cheng Yen, “Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan, yaitu berbakti pada orang tua dan melakukan kebajikan”, kita seharusnya berbakti kepada orang tua yang telah membesarkan kita. Selain itu, wujud bakti kita dapat dilakukan dengan berbuat kebajikan kepada semua makhluk yang ada di dunia ini.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 1766 kali


Berita Terkait


Mengantarkan Kehangatan Imlek kepada Oma Opa

13 Maret 2018

Sukacita Imlek Bersama Oma Opa

02 Maret 2018

Berbagi Kebahagiaan Tahun Baru Imlek

18 Maret 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat