Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Meringankan Duka Para Pengungsi di Wamena

03 Oktober 2019 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo AT


Ketua Tzu Chi Biak Susanto Pirono mewakili Tzu Chi Indonesia menyerahkan barang bantuan secara simbolis kepada Mayjen TNI Herman Asaribab, Pangdam XVII Cenderawasih.

Tanggal 23 september 2019, terjadi aksi teror dan kekerasan yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab di Kota Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua. Kejadian tersebut mengakibatkan ribuan masyarakat mengungsi ke tempat-tempat yang aman. Banyak masyarakat yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut. Selain korban jiwa, kendaraan bermotor dan kantor pemerintahan ikut terbakar. Aksi tersebut terpicu gelombang protes akibat isu rasial di Surabaya, Jawa Timur. Semula aksi berjalan dengan damai, tetapi kemudian berubah menjadi rusuh dan anarkis.  

Meski kerusuhan menyasar warga-warga pendatang, namun nyatanya banyak juga warga yang berasal dari luar Wamena diselamatkan oleh warga asli Wamena. Mereka diselamatkan ke tempat-tempat yang aman, seperti di Kodim 1702 Wamena, Polres Jayawijaya, masjid, dan gereja.

Kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Selain ketakutan mereka mereka juga khawatir dengan anggota keluarga mereka yang masih terpisah. Banyak yang memilih untuk keluar dari Kota Wamena untuk sementara waktu. Namun untuk keluar dari Kota Wamena sendiri sangat sulit. Kota Wamena ini berada ketinggian 1.800 mdpl di tengah Lembah Baliem yang dikelililingi Pegunungan Jayawijaya. Untuk menuju Kota Jayapura harus menggunakan angkutan udara, tetapi angkutan komersil tidak cukup untuk melayani masyarakat yang ingin mengungsi sementara waktu keluar dari Wamena. 


Para pengungsi yang turun dari pesawat didominasi oleh wanita dan anak-anak.


Relawan Tzu Chi memberikan perhatian dan motivasi kepada para pengungsi dan keluarganya.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), dalam hal ini Lanud Silas Papare Sentani kemudian mulai mengoordinir kegiatan pengungsian. Pesawat Hercules yang pada awalnya untuk angkutan personil dan logistik TNI kemudian mulai digunakan juga untuk mengangkut pengungsi dari Wamena ke Jayapura. Namun kapasitas angkut pesawat Hercules juga terbatas, sekali angkut hanya sekitar 150 -an pengungsi yang bisa naik.

Mendengar kabar bahwa TNI AU mulai bisa mengangkut pengungsi, ribuan masyarakat memadati Bandara Wamena untuk mendapat pelayanan. Mereka dengan sabar mendaftar dan menunggu giliran untuk diangkut ke tempat yang lebih aman.

Para pengungsi yang berada di posko-posko mulai kesulitan untuk melanjutkan hidup mereka. Kegiatan ekonomi masih lumpuh akibat kerusuhan tersebut. Mendengar hal tersebut, Tzu Chi Biak tergerak untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi di Wamena. Pemberian bantuan ini dilakukan pada Senin, 30 September 2019 bekerja sama dengan Kodam XVII Cenderawasih untuk penyaluran bantuan bagi para pengungsi. Penyerahan secara simbolis bantuan kemanusiaan dilaksanakan di Makodam XVII Cenderawasih, kemudian bantuan kemanusiaan Tzu Chi Biak ini diberangkatkan ke Base Ops Lanud Silas Papare.


Dalam kondisi cemas, kehadiran relawan Tzu Chi yang memberi perhatian menjadi penyejuk batin para pengungsi.


Total ada 28 jenis barang bantuan seberat 15 ton yang yang diberikan Tzu Chi dan diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Silas Papare.

Bantuan yang diberikan berupa beras (3 ton), mi instan (500 dus), biskuit (500 dus), air mineral (500 dus), telur ayam (300 rak), minyak goreng (100 dus), tikar plastik (1.000 buah), selimut (562 lembar), dan profil tank 1100 L (6 buah). Total ada 28 jenis barang bantuan seberat 15 ton yang yang diberikan Tzu Chi dan diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Silas Papare.

Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan, “Terima kasih kepada Tzu Chi Indonesia yang telah menaruh perhatian kepada warga pengungsi ini.” Beliau juga menyampaikan ke depannya Kodam XVII Cenderawasih siap bekerja sama dengan Tzu Chi di bidang bakti sosial, kesehatan, dan kegiatan lainnya yang bertujuan mengangkat dan mensejahterakan kehidupan masyarakat di Papua.

Danlanud Silas Papare Jayapura Marsekal Pertama TNI  Ir. Tri Bowo Budi Santoso,MM., M.Tr.(Han) yang mengoordinir pengangkutan dan juga logistik untuk para pengungsi mengatakan bahwa pengangkutan warga pengungsi dan bantuan dilakukan semata-mata demi keselamatan dan ketenteraman masyarakat, khususnya para pengungsi. “TNI AU tidak memungut biaya untuk pengangkutan ini. Bahkan bagi para pengungsi yang tiba di Jayapura kami siapkan makanan dan transportasi menuju titik kumpul para pengungsi yang telah ditampung oleh saudara-saudaranya,” kata Marsekal Pertama TNI  Ir. Tri Bowo Budi Santoso.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 210 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat