Selasa, 23 Juli 2019
Indonesia | English

Paket Lebaran 2019: Menjalani Hari yang Tenang Menjelang Lebaran

28 Mei 2019 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari


Warga Bojonegara sumringah menerima paket cinta kasih lebaran di SMA N 1 Bojonegara, Sabtu 25 Mei 2019 lalu.

Suryati gusar melihat rumahnya kosong. Suaminya yang biasanya hanya tidur, hari itu tak ada di rumah. Tetangga rumahnya bilang, sudah sejak pukul 7 pagi, suaminya keluar rumah. Dengan tongkat bambu tipis dan seadanya, Master, nama suami Suryati, berjalan perlahan menjauhi rumah. Penuturan tetangga membuat ibu tiga anak itu semakin khawatir. Apalagi saat itu sudah lebih dari pukul 10 pagi.

Suara Suryati sedikit meninggi sambil berjalan menyusuri sawah dan rimbunnya pohon yang jauh lebih tinggi dari badannya. Hatinya cemas, ingin mengamuk dan memarahi suaminya. Sesekali ia menengok kanan kiri, ke samping tempat pemakaman umum. Mencari suaminya yang ia kira sedang beristirahat dari perjalanan yang cukup jauh. Suryati sebenarnya sudah tahu kemana suaminya pergi, karena kertas penting berwarna biru sudah tidak ada di tempatnya. Tapi ia tak sampai hati membiarkannya pergi sendiri.

Tujuan Master hari itu bukanlah tempat yang aneh-aneh. Sejak sekitar pukul 8 pagi, ia sudah duduk di depan salah satu ruangan kantor guru, di SMA N 1 Bojonegara. Tongkat bambu kering, alat bantunya berjalan, ia letakkan di samping kursi. Sementara itu ia duduk mengamati orang yang sejak pagi sudah lalu lalang menyiapkan berbagai hal.

Relawan memberikan paket cinta kasih lebaran secara simbolis kepada 10 warga.


Suryati tersenyum malu setelah menerima paket cinta kasih lebaran. Paket lebaran membuatnya tenang dan bisa menyisihkan penghasilannya yang tidak seberapa untuk keperluan lainnya.

Master sudah lama tidak keluar rumah. Stroke penyebabnya. Kedua kakinya saja masih bengkak dan kaku. Seingat Master, sudah 10 tahun ia menghabiskan waktu hanya untuk duduk dan tidur. “Bosan sekali,” katanya singkat. Makanya ketika ada hajat besar, ia datang. Sebenarnya Suryati sudah memperingatkan Master untuk tidak datang, tapi Master tak ingin melewatkan keramaian. Ia juga mengaku ingin membantu istrinya yang selama ini sudah susah payah menafkahi keluarga.

Penghasilan Suryati terbatas. Sehari hanya 20 sampai 30 ribu saja. Maklum, ia hanya seorang penjual makanan kecil di depan SD Bojonegara. Lapaknya hanya terpal, bukan toko besar berdinding tembok. Kalau panas, biasa ia bisa aman berjualan. Tapi kalau hujan, ia memilih tutup toko. Takut kardus camilan habis tergerus hujan. Kalau sedang ramai, ia bisa mendapat 50 ribu. Dua puluh ribu bisa ia pakai untuk membeli beras dan lauk, sementara sisanya ia pakai untuk kulakan camilan baru. Begitu saja ia memutar penghasilan. Tak jarang Suryati harus meminjam uang ke bank keliling, dengan bunga tentunya. Anaknya yang masih duduk di kelas 1 SMA masih membutuhkan biaya ini itu. Begitulah perputaran uang keluarga sederhana ini.

Tangan Master menggenggam erat kertas biru saat Suryati berhasil menemukannya. “Sudah dibilang jangan pergi, kalau jatuh siapa yang mau nolong,” kata Suryati begitu bertemu sang suami. Master hanya tersenyum simpul. Ia seakan sudah tahu bahwa istrinya pasti memarahinya. “Nggak papa,” katanya tersenyum sabar. Master lalu memberikan kertas biru kepada istrinya. Kertas itu adalah kupon pembagian paket cinta kasih lebaran yang diberikan oleh relawan Tzu Chi pekan sebelumnya (18/5/19).

Master, suami Suryati bersemangat mendatangi lokasi pembagian paket cinta kasih lebaran walaupun masih dalam kondisi yang susah berjalan karena stroke.


Sebanyak 1.100 paket cinta kasih lebaran dibagikan kepada warga Bojonegara, Banten. Walaupun dalam jumlah yang banyak, pembagian terhitung sangat rapi dan lancar.

Walaupun nada suaranya sedikit meninggi, Suryati lega suaminya tidak mengalami hal yang ia takutkan. Penjual jajanan itu bergegas mengikuti sosialisasi sebelum akhirnya menukarkan kupon dengan paket cinta kasih lebaran yang diberikan oleh relawan Tzu Chi. Isinya ada 10 kg beras, 1 kg beras merah, 1 lt minyak goreng, 10 bungkus Mi DAAI, dua buah sabun mandi, dan satu bungkus deterjen.

Hari itu (25/5/19) Suryati mencoba menyembunyikan rasa gembiranya. Ia mendekap tas berisi paket bantuan sambil tersenyum kecil saat seorang staf DAAI TV yang turut menjadi relawan membantunya memanggul beras.

Alhamdullilah, rasanya tenang,” kata Suryati yang duduk di bawah pohon jambu. Ia menunggu anak bungsunya menjemput mereka sepulang sekolah. “Ibaratnya saya nggak pernah punya beras langsung sebanyak ini. Biasa cuma bisa beli seliter dua liter. Ini tenang sekali,” lanjutnya.

Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang tinggal menghitung hari, Suryati mengaku tidak menyiakan sesuatu yang khusus. Baginya bisa berkumpul dengan keluarga saja sudah menjadi hal yang paling membahagiakan. Terlebih dengan persediaan sembako yang ia perkirakan bisa memenuhi kebutuhan keluarga selama seminggu. “Seminggu ini sudah nggak mikirin beli-beli beras. Duitnya bisa disimpen, biar ada pegangan buat lebaran,” ucapnya tertawa. “Walaupun duitnya sedikit, tapi tenang lah pokoknya,” imbuh Suryati.

H. Roiha (tengah) ditemani Muflihah (kanan) dan relawan dari PT. Samudra Marine Indonesia (kiri) membawa pulang paket cinta kasih lebaran dengan senyum yang sangat bahagia.


Sugiharto Widjaja, PIC pembagian paket cinta kasih lebaran turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh warga.

Selain Suryati, ada 1.100 warga Bojonegara, Cilegon, Banten yang juga mendapat paket cinta kasih lebaran dari Tzu Chi. Ada juga penerima paket bernama H. Roiha yang bahkan selalu tersenyum sejak relawan menyambutnya hingga ia selesai menerima paket. Ia mengaku sangat senang karena menerima paket sebelum lebaran. “Saya di rumah sendirian, nggak ada anak, semua merantau. Senang ada yang kasih bantuan ini,” katanya dengan suara serak. Beruntung ada Muflihah, tetangga desa yang baru saling mengenal di lokasi pembagian dan menemaninya sepanjang kegiatan. “(Pas lihat H. Roiha) Saya ingat orang tua saya, jadi saya dampingin terus sejak ketemu,” kata Muflihah yang hidup hanya dengan seorang keponakan yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.

Memupuk Berkah Bersama
Sugiharto Widjaja, PIC pembagian paket cinta kasih lebaran di Bojonegara, ikut senang melihat warga yang senang. “Kami sangat senang karena bisa berbagi cinta kasih dan menyambut Idul Fitri bersama warga. Ini adalah jalinan jodoh yang sangat baik,” ujarnya.

Pembagian paket yang hari itu bekerja sama dengan PT. Samudra Marine Indonesia (SMI) pun berlangsung lancar. “Saya senang melihat staf SMI ikut turun langsung membantu masyarakat. Benih cinta kasih mereka yang mungkin sebelumnya tertutup dengan kesibukan, kesempatan, dan terbatasnya wadah, kini sudah mulai terbangkitkan,” kata Cindy Lie, relawan He Qi Utara 1, yang juga merupakan istri Edy Wiranto, Komisaris PT. Samudra Marine Indonesia dan BOD DAAI TV Indonesia.

Syahri Kurniawan (depan kanan) masih terus membantu relawan menyelesaikan tugas hingga pembagian paket usai. Sebelumnya ia sudah membantu warga memanggul berpuluh kilo beras. Walaupun sedang beribadah puasa, Syahri tidak menampik tugas kerelawanannya.


Bukan hanya penerima bantuan paket, relawan yang turut membantu merasakan kebahagiaan mereka masing-masing.

Tak hanya itu, para staf DAAI TV yang turut menjadi relawan mengaku sangat terkesan. Terlebih bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa. “Seneng banget hari ini bisa bantu. Soalnya kan puasa aja itu sudah ibadah apalagi ditambah melakukan kegiatan yang bermanfaat dengan jadi relawan dan bantu orang. Insyaallah nambah lagi berkahnya,” kata Syahri Kurniawan, kameramen yang sudah bergabung selama 5 tahun di DAAI TV.

Bagi Syahri bergabung di televisi cinta kasih ini bukan hanya memberinya satu penghasilan, namun juga mengasah jiwa sosialnya dan kepekaan terhadap masyarakat sekitar serta lingkungan. “Saya juga merasakan kehangatan keluarga, kebersamaan bersama teman, sahabat, dan saudara. Bagi yang belum ikut (menjadi relawan), jangan ragu untuk turun langsung berbagi berkah,” imbaunya.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 413 kali


Berita Terkait


Paket Lebaran 2019: Selalu Bersyukur

29 Mei 2019

Paket Lebaran 2019: Merawat Jalinan Jodoh di Cirumpak

28 Mei 2019

Paket Lebaran 2019: Perhatian untuk Warga Bantargebang

27 Mei 2019

Paket Lebaran 2019: Berbagi Paket Cinta Kasih di Bulan Ramadan

23 Mei 2019

Paket Lebaran 2019: Menjalin Jodoh Baik Di Bulan Penuh Berkah

22 Mei 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat