Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Pameran untuk Kemanusiaan dan Lingkungan

07 Oktober 2019 Jurnalis : Anand Yahya
Fotografer : Anand Yahya


Relawan Tzu Chi sedang menjelaskan misi Tzu Chi kepada salah satu pengunjung Mall PIK Avenue. Dalam pameran ini Tzu Chi mengajak para pengunjung untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai wujud mencintai bumi.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menggelar pameran Visi dan Misi Tzu Chi yang bertemakan Bumi Kita Menangis – Stop 2050, 5 dan 6 Oktober 2019. Pameran ini merupakan pameran misi amal kemanusiaan dan lingkungan yang diselenggarakan dengan kerja sama antara Tzu Chi dan Mall PIK Avenue.

Banyak hal yang dilakukan dalam pameran ini, seperti mensosialisasikan ajakan untuk menjadi relawan Tzu Chi dan visi misi Tzu Chi kepada masyarakat. Mempromosikan untuk berbuat kebajikan, mensosialisasikan sumbangsih masyarakat melalui Tzu Chi pada Misi Amal yang turut membantu kebencanaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Dalam pameran ini juga disosialisasikan penjualan kupon pekan amal yang akan diadakan pada 19 dan 20 Oktober 2019 di Tzu Chi Center. Seluruh penghasilan dari pekan amal akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit Tzu Chi.


Puspa (dua dari kanan) memperagakan bahasa isyarat tangan bersama relawan lainnya. Bahasa isyarat tangan yang ditampilkan berhubungan dengan bagaimana kita menjaga Bumi dan menciptakan kebajikan di masyarakat.

Adapula mensosialisasikan program-program celengan bambu (SMAT), gaya hidup vegetaris sebagai bentuk konsistensi Yayasan Tzu Chi untuk menciptakan kedamaian umat manusia dan kelestarian lingkungan. Serta memperkenalkan teknologi pengelolaan lingkungan dengan eco enzyme dan eco bike pada masyarakat dalam memanfaatkan yang baik dan benar. Berbagai visi misi Tzu Chi dan program pelestarian lingkungan hidup pun tak luput ditampilkan oleh para relawan Tzu Chi yang telah menjalani kegiatan-kegiatan Tzu Chi.

Yuli Natalia, Ketua Komunitas relawan He Qi Utara 1 sekaligus ketua penyelenggara mengatakan pameran ini tujuannya untuk mengenalkan pengunjung Mall PIK Avenue untuk lebih mencintai bumi. “Kami mengajak setiap orang untuk menjaga bumi kita, caranya seperti mengurangi barang-barang yang hanya sekali pakai, juga mengurangi barang-barang yang tidak bisa didaur ulang,” tutur Yuli.

Dalam kesempatan ini, Ana (42), pengunjung menuturkan bahwa awalnya dia sedikit bingung dengan pameran tapi setelah menonton tayangan video, poster-poster yang terpampang di sekeliling pameran dan penjelasan dari relawan Tzu Chi, dia baru mengerti arti diadakannya pameran ini.


Yuli Natalia saat bertugas menjaga stand bola dunia yang tersusun dari ratusan botol minum plastik yang terbuang. Yuli Natalia mengajak para pengunjung untuk mengurangi pemakaian barang yang hanya sekali pakai dan tidak bisa didaur ulang.


Dalam pameran ini juga dihibur oleh DAAI MAMA Tzu Chi School dengan menampilkan pertunjukan guzheng.

“Senang setelah tahu. Awalnya sih bingung ini pameran apa. Setelah tahu saya sangat mendukung sekali, apalagi Tzu Chi sedang membangun rumah sakit, jadi saya sangat mendukunglah aksinya Tzu Chi,” ujar Ana. Ana ikut bersumbangsih dengan membeli kupon bazar yang hasilnya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit.

Puspa, Wakil Ketua Komunitas relawan He Qi Utara 1 mengatakan, sebenarnya dalam kesempatan itu, relawan tidak hanya mengajak pengunjung untuk menjaga bumi, melainkan juga menjaga batin masing-masing. “Tujuannya bagaimana kita menghimpun energi positif dari satu wilayah. Kalau energi negatif yang timbul maka wilayah itu rentan akan terjadi bencana,” ujar Puspa. Ia juga menceritakan kepada pengunjung yang datang tentang pengalamannya ketika berkunjung ke Palu yang tahun lalu terkena bencana gempa bumi, likuifaksi, dan tsunami. “intinya kita di sini (Jakarta) harus benar-benar menjaga energi positif, menghimpun energi positif (di wilayah Jakarta) dari setiap orang maka kita akan terhindar dari bencana,” tandasnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 465 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat