Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Peduli Kesehatan Penerima Bantuan Melalui Bakti Sosial Kesehatan

25 Juli 2019 Jurnalis : Henny (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Gunawan Halim (Tzu Chi Medan)


Relawan Tzu Chi Komunitas Medan Utara melayani Gan En Hu & keluarganya yang hadir di bagian pendaftaran peserta baksos.

Sakit adalah salah satu bentuk penderitaan yang dialami manusia. Bagi mereka yang mampu mengobati penyakitnya, penderitaan ini bisa segera berlalu dan segera melanjutkan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Namun bagi mereka yang tidak mampu mengobatinya, apalagi membutuhkan biaya cukup besar, penyakit tersebut akan terus menggerogoti sedikit demi sedikit kehidupan mereka. Sakit berkepanjangan inilah yang menyebabkan manusia menjadi menderita. Yang kaya bisa menjadi miskin karena penyakit, apalagi mereka yang miskin, tentu jauh lebih menderita.

Dengan sebuah tekad dan persiapan, relawan Tzu Chi Medan dari Komunitas Hu Ai Medan Utara bersama dengan tim dokter dari TIMA Medan menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan pertama kalinya untuk para Gan En Hu (penerima bantuan) Tzu Chi pada Minggu, 7 Juli 2019.

Baksos kesehatan diadakan di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Jalan Cemara Boulevard Blok G No.1-3, Komplek Perumahan Cemara Asri Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan 59 relawan dan 24 dokter dan tenaga medis serta diikuti oleh 143 pasien yang terdiri dari Gan En Hu (penerima bantuan) dan keluarganya.


Dokter Muda sedang melakukan pemeriksaan Tekanan Darah pada pasien baksos.

Koordinator Baksos Kesehatan Hu Ai Medan Timur, Linda Karsumin menyebutkan tujuan diadakan kegiatan ini selain menjalankan Misi Kesehatan Tzu Chi, juga merupakan wujud cinta kasih dan kepedulian terhadap kondisi kesehatan para penerima bantuan dan juga keluarganya. “Biasanya kita hanya memperhatikan Gan En Hu saja, namun kali ini kita akan lebih menyebarkan cinta kasih dan kepedulian kepada keluarga mereka,” ungkap Linda, “semoga dengan diadakannya baksos kesehatan ini, kita sebagai insan Tzu Chi bukan hanya menjalankan misi, namun juga mewujudkan Visi Tzu Chi.”

Gan En Hu yang hadir umumnya mengajak satu orang anggota keluarganya sebagai pendamping. Mereka ini juga diperiksa kesehatannya. Mulai dari pendaftaran peserta, mereke kemudian diarahkan ke ruang pemeriksaan umum untuk melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, dan dilanjutkan dengan konsultasi dengan dokter. Dari hasil pemeriksaan ini dokter kemudian akan memberikan resep berupa obat dan vitamin bagi pasien yang membutuhkannya. Setelah itu pasien diarahkan ke ruang pemeriksaan gigi dan ruang farmasi untuk pengambilan obat. Di ruang farmasi pasien mendapatkan penjelasan tentang obat serta dosis yang dianjurkan dokter.

Dokter Sukirman Lie, koordinator kegiatan bakti sosial kesehatan ini merasakan tanggapan yang baik dari para pasien. Mereka merasa terlayani dan diperhatikan. “Semoga baksos kesehatan berikutnya kita akan melayani lebih baik lagi dengan mengajak beberapa dokter spesialis, seperti dokter mata dan dokter THT,” harapnya.


Pemeriksaan gigi pasien baksos oleh dokter gigi

Sebelum makan siang bersama, peserta baksos diajak ke depo pelestarian lingkungan untuk mensosialisasikan pentingnya pelestarian lingkungan. Di depo pelestarian lingkungan, peserta ada yang melakukan pemilahan kertas, melipat dan merapikan koran, memisahkan tutup dan botol serta memilah barang daur ulang lainnya. Tujuannya adalah untuk mengajak peserta sama-sama melakukan pelestarian lingkungan karena pemilahan bukan hanya dapat dilakukan didepo saja, melainkan juga di rumah masing-masing.

Yusli Edy, salah satu penerima bantuan biaya hidup dari Tzu Chi mengaku sangat merasakan manfaat dari baksos kesehatan ini. Ia mengatakan mendapat pelayanan ramah dari tim medis dan relawan Tzu Chi selayaknya keluarga dan saudara. “Selain bantuan biaya hidup, saya juga mendapatkan dukungan semangat dari relawan Tzu Chi. Sebelumnya saya sempat frustasi karena merasa tak berdaya duduk di kursi roda,”ungkap Yusli.

Dalam ceramahnya, Master Cheng Yen sering mengatakan, “Harapan saya dimana pun kalian berada, kalian mampu menabur benih kebajikan agar berakar dan tumbuh kuat seperti yang terkandung dalam Sutra Makna Tanpa Batas, dari satu benih tumbuh menjadi tak terhingga dan yang tak terhingga berasal dari satu benih. Inilah yang disebut mulai dari sebersit niat dan sebutir benih kebajikan.”

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 285 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat