Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Semangat Keluarga Besar Tzu Chi

15 Desember 2016 Jurnalis : Lisda (He Qi Utara 1)
Fotografer : Anand Yahya, Joesuati (He Qi Utara 1)

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Semangat Keluarga Besar Tzu Chi

Widya Kasuma Lawrenzi (seragam biru putih), Ketua Tzu Chi Padang bersama relawan Padang lainnya ambil andil dalam Pekan Amal Tzu Chi 2016. Tzu Chi Padang berpartisipasi dalam pekan amal dengan menjual berbagai macam kuliner khas Padang.

Mendapat  kabar tentang Pekan Amal Tzu Chi 2016 yang dilaksanakan selama selama dua hari (10-11 Desember 2016) di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Widya Kasuma Lawrenzi, Ketua Tzu Chi Padang langsung menyampaikan kepada seluruh relawan Padang. Haji Nurli Zakir (67 tahun), salah satu relawan yang juga mendukung kegiatan amal Tzu Chi jauh hari sebelum hari H dilaksanakannya kegiatan. Ia bersama Widya Kusuma mulai melakukan persiapan untuk turut serta dalam Pekan Amal Tzu Chi 2016 dan menyemangati  semua relawan  padang untuk saling kerja sama, saling bahu membahu hingga bisa  berlangsung baik dan lancar.

Tzu Chi Padang berpartisipasi dalam pekan amal dengan menjual berbagai macam kuliner khas Padang. Untuk olahan makanan kering, seperti keripik singkong dan lainnya dikemas dan dikirim melalui ekspedisi. Sedangkan berbagai bumbu, tempurung kelapa untuk membakar sate, dan bahan masakan lain yang siap pakai dibawa langsung oleh relawan Padang.

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Semangat Keluarga Besar Tzu Chi

Haji Nurli Zakir (baju batik), warga sekaligus relawan Padang mendukung kegiatan pekan amal dengan menjual sate Padang. Ia beserta keluarganya berkesempatan hadir dan menyempatkan diri membantu relawan.

Ada sepuluh relawan padang yang membantu membawa semua bahan dari Padang hingga Jakarta sebelum kegiatan dimulai. Selain relawan, Haji Nurli melibatkan putrinya yang berada di Jakarta untuk membantu menyiapkan ketupat yang sudah masak dari rumah. “Persiapannya beli bahan tiga hari yang lalu,” kata Dewi. Hari itu. Ia beserta keluarganya berkesempatan hadir dan menyempatkan diri membantu relawan. “Saya mau membantu Tzu Chi karena Tzu Chi adalah yayasan sosial yang tidak memandang perbedaan agama,” kata Haji Nurli.

Ia mengenal Tzu Chi pascagempa bumi di Padang. Kala itu Tzu Chi membagikan beras cinta kasih tanpa memandang agama kepada penduduk setempat yang mayoritas beragama Islam. Kegiatan pembagian bantuan itu lalu membuka hati Haji Nurli dan ia mau meminjamkan gudangnya untuk menampung beras cinta kasih Tzu Chi.

Semangat  Ingin Bersumbangsih  

Waktu masih menunjukkan pukul 07.30 WIB, Kwee Sun Kie (67 tahun), relawan padang yang sudah datang di stan kuliner “Sate Padang”. Usianya sudah tidak muda lagi tapi ia memotong ketupat dengan cekatan. “Hati saya senang, nggak ada rasa capek. Soalnya kita di sini kan ingin mengabdi di Tzu Chi,” katanya.

Jumlah ketupat ada ratusan dikemas dalam karung, relawan dari Jakarta pun ikut turut membantunya. Di Stan itu sudah banyak antrean pengunjung maupun relawan yang ingin menikmati  sate padang dengan bumbu gurih yang diracik oleh tangan sendiri. Harum bakar sate mulai menyerbak di sekitar stan.

Kwee Sun Kie (67 tahun), relawan padang yang sudah datang di stan kuliner “Sate Padang” memotong ketupat dengan cekatan.

Doni, relawan Tzu Chi Padang sibuk membakar dan mengipas sate. Cinta kasih dan keinginan untuk membantu sesama membuatnya bersedia belajar membakar sate.

Tak jauh dari stan, tampak Doni, relawan Tzu Chi Padang yang sedang sibuk membakar dan mengipas sate, semburan hawa panas dan asap mengepul semakin terasa bila mendekatinya. “Saya bukan tukang sate sungguhan,” kata Doni yang sehari-harinya bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan. “Karena ada cinta kasih dan ingin membantu sesama jadi mau jadi tukang sate,” lanjutnya. Ia mengatakan kesediaannya mau membantu membakar sate walau tidak ada pengalaman hingga membuatnya harus bertanya ke sana-sini dan mempraktikan sendiri di rumah.

Selama dua hari Pekan Amal Tzu Chi 2016 dilangsungkan, banyak sekali pengunjung dan relawan yang bersumbangsih. Hal ini karena semua ikatan kekeluargaan yang menyatukan hati, serta saling dukung dan saling bersyukur untuk bisa bersama membantu sesama di dunia.

Artikel dibaca sebanyak : 2780 kali


Berita Terkait


Semangat Bersumbangsih

23 Desember 2016

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Menularkan Pola Hidup Vegetarian dan Cinta Lingkungan

21 Desember 2016

Semangat Cinta Kasih dari Timur

16 Desember 2016

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Bersumbangsih Melalui Kata Perenungan

15 Desember 2016

Pekan Amal Tzu Chi 2016: Kesempatan Setiap Orang Untuk Bersumbangsih

13 Desember 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat