Minggu, 25 Agustus 2019
Indonesia | English

Pelatihan Diri Bersama untuk Menapaki Jalan Bodhisatwa

30 November 2018 Jurnalis : Calvin (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)
Fotografer : Beverly Clara, Mie Li, Vincent (Tzu Chi Tj. Balai Karimun)


Minggu, 25 November 2018, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan Gong Xiu. Sebanyak 49 orang yang berpartisipasi pada kegiatan kali ini.

Pagi itu, tepat pukul 09.00 WIB, Kantor Tzu Chi Karimun mulai dipadati oleh para relawan dan partisipan yang akan mengikuti Gong Xiu atau kebaktian bersama. Sebanyak 49 orang mengikuti kegiatan pada Minggu 25 November 2018 ini, termasuk anak-anak Tzu Shao, Xiao Tai Yang dan masyarakat umum. Tak hanya bertujuan untuk melatih diri bersama-sama, Gong Xiu juga untuk mempererat tali silaturahmi.

Penghormatan kepada Master Cheng Yen, menyanyikan Mars Tzu Chi dan membacakan 10 Sila Tzu Chi mengawali kegiatan pada hari itu. Setelah itu, pradaksina pun dimulai. Selama melakukan pradaksina, para peserta terlihat sangat khidmat.  

Lentera Kehidupan Master Cheng Yen yang berjudul "Membuka Jalan Bodhisatwa Untuk Menyambut Keharmonisan Masyarakat," kemudian ditayangkan. Video tersebut menceritakan bahwa setiap orang harus selalu menggengam waktu dan selalu teguh dalam menapaki jalan Bodhisatwa.


Tampak para relawan dan partisipan sangat khidmat saat melakukan meditasi untuk menenangkan batin dan pikiran.


Sukmawati selaku pembawa acara memberikan dorongan dan motivasi kepada para relawan dan partisipan dalam menapaki jalan  Bodhisatwa ini.

Semangat dalam menapaki jalan Bodhisatwa di Tzu Chi bisa dilihat dari salah satu relawan yang bernama Suriati. Ia sudah bertekad untuk menjalankan misi dan visi Tzu Chi dan menjadi murid Master Cheng Yen.

“Saya ingin dilantik menjadi komite, semoga Master panjang umur dan bisa menunggu saya,” ucapnya sembari menangis.

Bervegetaris pun sudah mulai Suriati jadikan sebagai langkah awal menuju jalan Bodhisatwa. Pada Bulan 7 Penuh Berkah yang lalu, ia melihat tayangan yang menceritakan pembantaian hewan dan proses penyembelihan hewan untuk dikonsumsi. Hatinya pun tersentuh untuk mulai bervegetaris. Tidak mudah baginya untuk bervegetaris, tapi dengan keinginan teguhnya semua itu bisa ia lakukan dengan baik sampai sekarang. Keluarganya pun perlahan mulai mendukungnya.


Isyarat tangan yang berjudul "Jalan Tzu Chi" diperagakan oleh para relawan untuk menghangat suasana. Tampak para relawan sangat semangat memperagakannya.


Suriati memiliki semangat dan keinginan teguh menapaki jalan Bodhisatwa di Tzu Chi.

Sementara itu Susi, salah satu relawan yang baru dilantik menjadi komite tahun ini bertekad untuk mengajak lebih banyak orang dapat bergabung menjadi relawan Tzu Chi. "Kalau bertambah satu orang Tzu Chi berarti berkurang satu orang jahat di dunia ini,” ujarnya.

Indra Wijaya (21) salah satu relawan yang belum lama bergabung dengan Tzu Chi Karimun ingin lebih mengenal Tzu Chi karena ia ingin membantu orang-orang yang membutuhkan di kampungnya, di Tanjung Batu Kecil.

"Saya harus tahu apa itu Buddha Tzu Chi sebenarnya. Saya melihat di tempat saya di Tanjung Batu Kecil itu banyak orang yang butuh bantuan,” ujarnya saat ditanya tujuan bergabung di Tzu Chi.


Susi, relawan yang baru dilantik menjadi komite tahun ini bertekad untuk bisa merekrut lebih banyak orang menjadi relawan Tzu Chi.


Indra Wijaya ingin orang-orang yang membutuhkan bantuan di Tanjung Batu Kecil dapat terbantu.

Seperti salah satu intisari Lentera Kehidupan dari Master Cheng Yen yang menuturkan, “Menempuh perjalanan jauh untuk dilantik dengan penuh tekah dan ikrar. Mengawali langkah Bodhisatwa dengan berpegang pada prinsip kebenaran. Memperbaiki tabiat buruk dan bersumbangsih tanpa penyesalan dan keluh kesah dan giat melatih diri dengan welas asih dan kebijaksanaan.” Hal itulah yang dibutuhkan agar tiap orang bisa menciptakan berkah bagi dunia dan melenyapkan penderitaan semua makhluk.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 317 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat