Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Pemberkahan Akhir Tahun Dengan Bersyukur, Menghormati, dan Mengasihi Kehidupan

26 Januari 2019 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan), Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Tebing Tinggi pada Minggu, 20 Januari 2019 dihadiri oleh berbagai unsur seperti suster Katholik, anggota Sangha, pemuka agama, tokoh masyarakat, donator dan penerima bantuan Tzu Chi.

Mengusung tema “Bersyukur, Menghormati, dan Mengasihi Kehidupan, Harmonis Tanpa Pertikaian, Menciptakan Berkah Bersama,” Tzu Chi Tebing Tinggi mengadakan Pemberkahan Akhir Tahun, Minggu, 20 Januari 2019. Sekitar 400 tamu undangan dari berbagai unsur memenuhi Aula Tzu Chi Tebing Tinggi. Di antaranya 10 suster Katholik dari Yayasan Rehabilitasi Harapan Jaya Pematang Siantar, 3 Anggota Sangha, pemuka agama, tokoh masyarakat, donatur dan penerima bantuan Tzu Chi. Relawan yang hadir juga berasal dari berbagai kota seperti Medan, Kisaran, Pematang Siantar, Laut Tador, dan juga Tebing Tinggi.

Alunan “Gatha Pembuka Sutra” mengajak seluruh relawan dan tamu undangan untuk bersama–sama melangkah masuk ke dalam Persamuan Dharma yang agung ini. Pementasan genderang dan genta Jing Si dari relawan Tebing Tinggi turut mengiringi pembukaan acara ini. Dengan semangat, 10 relawan Tebing Tinggi menampilkan genderang dan gentha dengan judul “Melambaikan Krayon Kehidupan”.


Pementasan genderang dan gentha Jing Si dari relawan sebagai pembukaan acara dengan judul “Melambaikan Krayon Kehidupan”.


Relawan bersama dengan Anak–anak Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi menampilkan isyarat tangan dengan adaptasi sutra “Wu Liang Yi Jing (Sutra Makna Tanpa Batas)”.

Adapun makna dari lagu tersebut adalah pikiran itu seperti seniman yang bisa mewarnai seluruh dunia. Dunia bagaimana yang ingin diciptakan, semua tergantung dari sebersit niat pikiran. Untuk menciptakan dunia yang indah, diperlukan lukisan penuh cinta kasih dan kebajikan. Berkat adanya cinta kasih dalam hati setiap donatur dan relawan Tzu Chi di seluruh dunia yang tiada lelah menebarkan cinta kasih ini sehingga Tzu Chi telah menanamkan jejak langkahnya di berbagai belahan dunia. Sumbangsih insan Tzu Chi diseluruh dunia ditampilkan dalam Napak Tilas Tzu Chi Internasional dan Indonesia dengan harapan membawa inspirasi dan semangat bagi setiap orang untuk terus melakukan kebajikan.

Relawan berkolaborasi dengan Anak–anak Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi menampilkan isyarat tangan dengan adaptasi sutra “Wu Liang Yi Jing (Sutra Makna Tanpa Batas)”. Ini merupakan inti semangat Tzu Chi dalam Jalan Bodhisatwa. Pementasan ini juga memberikan satu pemahaman Dharma bagi setiap orang bahwa Sutra adalah jalan, jalan harus ditapaki baru bisa mencapai pencerahan.

Dalam salah satu baitnya disebutkan “Dari satu benih tumbuh menjadi tidak terhingga. Yang tidak terhingga  berasal dari satu benih”. Inilah yang menjadi semangat relawan dalam menebarkan cinta kasih. Seperti salah satunya penerima bantuan Tzu Chi yaitu Siti Nurrayati yang menderita kanker payudara stadium 3 yang sharing di depan tamu undangan.


Sharing dari Siti Nurrayati sebagai penerima bantuan Tzu Chi yang sangat terharu dan bersyukur atas pendampingan relawan sampai ia sehat kembali.

Siti Nurrayati sangat tersentuh dengan pendampingan relawan selama ini. Pada saat ia berada pada titik terendah kehidupannya, muncul relawan yang bahkan tidak mengenal dirinya sama sekali, tapi dengan penuh ketulusan berhasil membawa harapan kembali kepada dirinya. Ia juga bertekad untuk kembali bersumbangsih dengan menjadi donatur dan mengumpulkan barang daur ulang di rumahnya.

“Saya merasakan manfaat dan rasa syukur yang besar dengan mengenal relawan sehingga saya bisa melanjutkan pengobatan saya kemoterapi dan radiasi di Medan sehingga saya bisa sehat kembali seperti sekarang. Ceramah Master Cheng Yen yang mengatakan hidup ini harus dijalani dengan semangat dan tidak berputus asa serta harus selalu membantu sesama. Inilah yang menjadi semangat bagi saya untuk bangkit dari penyakit saya,” tutur Siti. Demikianlah, dari satu cinta kasih tumbuh menjadi cinta kasih lainnya.


Acara ditutup dengan doa bersama.


Para tamu undangan dituntun ke depan untuk menerima Angpau Keberkahan dan Kebijaksanaan dari Master yang diserahkan oleh relawan.

Dengan tulus para tamu undangan mendengarkan Pemberkatan oleh Master Cheng Yen melalui ceramah beliau. Acara ditutup dengan doa bersama. Setiap orang memegang pelita hati yang bermakna cahaya kebajikan menerangi hati setiap orang dan seluruh dunia.

Di penghujung acara, para tamu undangan menerima Angpau Keberkahan dan Kebijaksanaan dari Master. Di dalam Angpau tersebut terkandung doa pemberkatan dari Master Cheng Yen yang berharap setiap orang dapat memupuk berkah dan kebijaksanaan secara bersamaan setiap tahunnya. Kebijaksanaan juga tumbuh berkembang setiap harinya, sehingga dinamakan sebagai “Angpao Penuh Berkah Dan Kebijaksanaan”.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 380 kali


Berita Terkait


Cinta Kasih dan Rasa Syukur dalam Tindakan Nyata

11 Januari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat