Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Pendampingan dan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

15 Maret 2018 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Ardi Chandra (Tzu Chi Kisaran), Wardi, Sutanto (Tzu Chi Tebing Tinggi)

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi memberikan bantuan berupa paket kebutuhan sehari-hari dan uang pemerhati (santunan) kepada korban bencana kebakaran di Tanjung Balai.

Awal bulan Maret bencana kebakaran kembali melanda Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Kebakaran tersebut terjadi di beberapa tempat yang berbeda dengan waktu yang berdekatan, 8, 9, dan 12 Maret 2018. Dalam waktu yang dekat pula, relawan Tzu Chi segera berangkat ke lokasi kebakaran untuk memberikan bantuan kepada korban.

Sehari setelah kebakaran yang terjadi di Jl. Cendrawasih, Kel. Benteng Kuala Kapias, 8 Maret 2018. Sebanyak 7 relawan Tzu Chi dari Tebing Tinggi dan 4 relawan Tzu Chi dari Kisaran ikut dalam tanggap darurat tersebut. Warga bercerita bahwa, kebakaran yang terjadi pada pukul 03.00 WIB pagi itu melalap 2 rumah.

Rosdiana, salah seorang korban bencana kebakaran terlihat sangat terpuruk karena rumahnya habis dilalap api. Tak ada yang tersisa kecuali pakaian yang melekat ditubuhnya. Saat relawan Tzu Chi datang untuk memberikan bantuan dan pendampingan, Rosdiana langsung memeluk relawan. “Saya senang bapak dan ibu datang memperhatikan saya. Alhamdullilah bantuan dan cinta kasih dari Tzu Chi meringankan beban penderitaan saya. Terima kasih dan hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan bapak ibu yang datang hari ini menghibur saya,” katanya terharu.

doc tzu chi indonesia

Kebakaran yang terjadi di pemukiman warga meninggalkan sisa puing-puing dari rumah warga.

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi dan Kisaran melakukan survei ke lokasi kejadian dengan didampingi oleh kepala lingkungan dari lingkungan setempat.

Pada hari yang sama, 9 Maret 2018, kebakaran kembali terjadi dan menghanguskan 11 rumah di Jl. Simpati, Kel. Kuala Sillau Bestari. Ada 17 KK yang menjadi korban kebakaran pada sore itu. Untuk mencegah api menjalar ke rumah lainnya, warga terpaksa merubuhkan 2 rumah warga. Dua kejadian kebakaran di dua tempat yang berbeda ini diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.

Dari kejadian tersebut, relawan memberikan pendampingan dan bantuan berupa paket kebutuhan sehari-hari dan uang pemerhati (santunan) untuk meringankan beban warga. Relawan juga memberi semangat agar mereka tidak terlalu lama larut dalam kesedihan dan bisa kembali menata hidup baru.

Terlihat para korban, aparat, dan warga setempat sangat tersentuh dan berterima kasih kepada Tzu Chi yang begitu cepat datang memberi bantuan dan peduli kepada mereka, tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan ras. “Terima kasih Tzu Chi”, ujar S. Sinaga mewakili para korban, “Saya sudah kenal Tzu Chi melalui DAAI TV sejak saya masih kuliah, dimana ada bencana, Tzu Chi selalu datang tepat waktu dan sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada bapak ibu yang meluangkan waktu mengunjungi kami.” Kepala Lingkungan setempat juga menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas kedatangan Tzu Chi ke daerahnya dan bantuan Tzu Chi bisa meringankan beban warga binaanya.

doc tzu chi indonesia

Rasa syukur terlihat di wajah relawan dan korban bencana kebakaran melalui jalinan jodoh ini.

Berselang 2 hari kemudian, Senin, 12 Maret 2018, sekitar pukul 22.00 WIB kebakaran juga melanda Kota Tebing Tinggi. Api menghanguskan 3 rumah warga yang terletak di Jl. Pulau Buru, Kel. Tualang. Dalam kejadian ini, seorang kakek yang berumur 73 tahun dan tunanetra bernama Yatim menjadi korban. Ia harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

Tim Tanggap Darurat Tzu Chi langsung menuju ke lokasi keesokan harinya untuk survei bersama Lurah Tualang Khairuddin, S.H. Relawan juga memberikan pendampingan dan bantuan berupa paket kebutuhan sehari-hari dan uang pemerhati kepada korban bencana kebakaran ini.

Dalam memberikan bantuan, relawan dan warga juga berdoa bersama agar kejadian serupa tidak terulang di lokasi yang lainnya. Semoga dunia dijauhkan dari bencana dan masyarakat bisa hidup dalam kondisi aman sejahtera.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 739 kali


Berita Terkait


Peduli Korban Kebakaran

09 November 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat