Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Perankan Drama, Relawan Dapatkan Pelajaran Berharga

14 Februari 2017 Jurnalis : Felicite Angela Maria (He Qi Timur)
Fotografer : Stefanus Prasetyo, Felicite Angela Maria (He Qi Timur)

Lee Johan bersama istri, Indriati dalam drama berjudul Budi Luhur Orang Tua Seluas Samudra pada kegiatan Pemberkahan Awal Tahun 2017 di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk Jakarta.

Pemberkahan Awal Tahun 2017 yang digelar Tzu Chi Indonesia pada Minggu 12 Februari 2017 bertepatan dengan hari kelima belas dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek. Tzu Chi Indonesia mengusung tema Budi Luhur Orang Tua Seluas Samudera yang dituangkan dalam drama. Drama ini bercerita tentang kehidupan keluarga. Hubungan antara anak dan orang tua, semenjak dalam kandungan, masa tumbuh remaja, dewasa, dan berumah tangga dengan segala dinamika yang terjadi dalam sebuah keluarga. Drama ini dikemas secara musikal dan penampilan bahasa isyarat tangan.

Drama yang diadaptasi dari sutra Buddha ini diperankan dengan sangat baik oleh insan-insan Tzu Chi. Meski banyak bertugas di lapangan, para relawan berhasil menghayati peran mereka dengan baik. Salah satu pemeran dalam drama ini adalah keluarga Lee Johan. Lee Johan (41) bersama istri, Indriati (41), mengenal dan bergabung di Tzu Chi karena kedua putri mereka, Felicia dan Valerie bersekolah di Tzu Chi. Sering membantu menyiapkan makan siang murid-murid di kantin sekolah, juga berinteraksi dengan guru-guru, dan para orang tua, membuat Lee Johan dan Indriati memahami kegiatan Tzu Chi. Ia juga kemudian mengenal sosok Master Cheng Yen dan dunia relawan Tzu Chi. 

Pada tahun 2012, Lee Johan dan Indriati sering diajak ikut kegiatan di Hu Ai Kelapa Gading oleh para relawan Tzu Chi. Hingga akhirnya mereka berdua aktif bergabung dalam barisan relawan di komunitas He Qi Timur sampai saat ini. Keduanya selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan, baik di komunitas maupun di pusat. Seperti pemberkahan akhir tahun, Waisak, pembagian kupon beras, pembagian beras, bakti sosial kesehatan, juga aktif membantu di bagian pelayanan (Sheng Hou Zhu). 

Lee Johan mendapatkan pelajaran dari peran yang dimainkannya.

Dalam kegiatan pemberkahan ini, Relawan Lee Johan dan Indriati mendapat ladang berkah satu peran dalam babak 10 Budi Luhur. Ia  berlatih sekitar tiga bulan lamanya.  

“Babak 10 Budi Luhur, itu maksudnya kasih orang tua pada anak tidak pilih-pilih kasih. Mama itu bagai bumi, papa itu bagai langit. Inti sebenarnya kasih orang tua kepada anak itu tidak terhingga,” ungkap Lee Johan.

Mendapat peran dalam drama ternyata memberikan pengaruh dalam hidup Lee Johan. “Kalau kita ikut pentas sutra berarti kita pastinya lebih kurang juga belajar sutra. Di Tzu Chi ini semua proses belajar, kita bisa belajar di situ. Asalkan kita semua mau belajar pasti bisa. Ya mesti  tidak boleh buang makanan, mesti agak disiplin, menghargai berkah,” kata Jhon Lee.

Jhon Lee juga menambahkan, Ia begitu bersyukur Tzu Chi ada dan hadir di Indonesia. Menurutnya, dari benih-benih cinta kasih Tzu Chi itu bisa ditularkan ke semua keluarga sehingga bisa merasakan kehangatan cinta kasih dan keharmonisan dalam keluarga.

Artikel dibaca sebanyak : 1330 kali


Berita Terkait


Siswa Tzu Chi Secondary School Mementaskan Drama Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua

20 September 2019

Upacara Kelulusan Berbalut Drama Kisah Nyata

22 Mei 2017

Pemberkahan Awal Tahun 2017: Drama Musikal yang Menggetarkan

13 Februari 2017

Pemberkahan Awal Tahun 2017: Menginspirasi Melalui Drama

13 Februari 2017

Memori 13 Tahun Lalu

02 Februari 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat