Minggu, 25 Agustus 2019
Indonesia | English

Perayaan Waisak dan Peresmian Titik Green Point Daur Ulang di Sekolah Letjen S.Parman

10 Juni 2019 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)


Siswa-siswi Sekolah Letjen S.Parman dari TK-SD-SMP-SMA mengikuti perayaan Waisak.

Dua minggu setelah Tzu Chi Medan memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak di Tiara Convention, maka pada 26 Mei 2019, relawan Tzu Chi di komunitas Hu Ai Medan Timur merayakan Tri Suci waisak di Sekolah Letjen S.Parman, di Jalan Wahidin Medan yang diikuti 152 siswa dan 18 orang guru dengan didampingi 22 orang relawan.

Perayaan Waisak di sekolah yang dijadwalkan dimulai pukul 08.30, namun sejak pukul 07.00 WIB pagi, relawan sudah mulai datang dan mempersiapkan altar persembahan. Relawan dengan penuh khidmat mempersembahkan pelita, air dan bunga dan dilanjutkan dengan pemandian rupang Buddha oleh relawan dan diikuti 152 siswa, di antaranya  dari siswa TK, SD, SMP, SMA, serta para guru.


Barisan relawan pembawa pelita, air dan bunga menuju ke altar persembahan.


Dengan ditemani relawan, anak-anak TK melakukan pemandian rupang Buddha.

Sebelum acara perayaan Waisak dimulai, terlebih dahulu Tony Honkley mengajarkan beberapa tata cara pemandian rupang Buddha.

“Sungguh bahagia melihat adik-adik TK, walaupun usianya masih kecil namun bisa mengikuti perayaan Waisak  dengan khusyuk dan rapi. Harapan kita agar anak-anak bisa mengerti arti perayaan Waisak di Tzu Chi juga memperingati hari Ibu dan hari Tzu Chi sedunia,” Kim Hong selaku koordinator menjelaskan.

Timbul Batubara.Spd selaku Kepala Sekolah Menengah Pertama yang sudah bekerja selama 30 tahun di sekolah letjen S.Parman juga mempunyai harapan yang sama. “Kita mengundang Yayasan Buddha Tzu Chi untuk menagadakan perayaan Tri Suci Waisak di sekolah ini agar anak-anak bisa berbudi luhur,  baik terhadap orang tua maupun terhadap sesama, dan bisa mencintai sesama serta membantu sesama manusia,” harap Kepala Sekolah Menengah Pertama ini.


Tony Honkley menjelakan maksud dan tujuan dibuatkan titik kumpul barang daur ulang.


Kata sambutan dari Bapak G. Marbun mewakili Kepala Sekolah SMP Letjen S.Parman.

Setelah pelimpahan jasa maka Jusni Lina mengajak para siswa untuk berdoa bersama, agar batin manusia tersucikan, masyarakat damai sejahtera dan dunia terbebas dari bencana. Usai pemandian rupang Buddha selesai maka dilanjutkan dengan peresmian titik green point daur ulang di lantai dasar.

Rapma Sihombing yang telah 12 tahun mengabdi sebagai guru di Sekolah letjen. S. Parman sangat mengenal Tzu Chi, apalagi Misi Amal Tzu Chi dan Misi Pelestarian Lingkungan.

“Kita semua bisa merasakan bahwa semakin hari lingkungan tempat kita berteduh sudah semakin kotor, sampah bertebaran di mana-mana. Kita pihak sekolah sangat mendukung misi pelestarian lingkungan dari Tzu Chi dan dengan kehadiran titik green point daur ulang memberikan dampak positif di dalam mengajarkan anak-anak agar sejak dini memahami tentang kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Rapma Sihombing.


Siswa-siswi begitu semangat memasukkan barang yang tidak dipakai lagi ke titik kumpul daur ulang.


Para relawan, guru, dan siswa berfoto bersama di akhir acara.

Tony Honkley menjelaskan ke anak-anak bahwa titik green point daur ulang ini bisa sebagai tempat para siswa mengumpulkan barang-barang yang masih bisa didaur ulang. Dan bila tempat ini sudah penuh maka relawan Tzu Chi akan datang mengambilnya. Uang hasil penjualan barang daur ulang akan disalurkan ke Misi Amal Tzu Chi, seperti bantuan untuk anak asuh, pengobatan, santunan hidup dan lain sebagainya.

“Sungguh bahagia dengan diresmikannya titik green point ini, semoga bisa menambah pengetahuan anak-anak tentang pelestarian lingkungan dan menjadi bagian dalam menyebarkan cinta kasih,” pungkas Sujono, Wakil Pengurus Pelestarian Lingkungan Mandala.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 267 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat