Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Peresmian Aula Jing Si Batam: Siap Menyongsong Lembaran Baru

28 Agustus 2018 Jurnalis : Khusnul Khotimah, Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Suwati (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Arimami SA, Amir Tan (Tzu Chi Medan), Beverly (Tzu Chi Tj Balai Karimun)

Aula Jing Si Batam yang diresmikan pada Sabtu, 18 Agustus 2018 lalu ini membuat para relawan Tzu Chi Batam makin termotivasi untuk lebih banyak bersumbangsih.

Satu pekan telah berlalu dari acara peresmian Aula Jing Si Batam. Sedikit kilas balik, peresmian Aula Jing Si Batam ini dihadiri oleh empat Shifu dari Griya Jing Si, Hualien Taiwan yakni Dé Jù Shīfu, Dé Chún Shīfu, Dé Ní Shīfu, dan Dé Níng Shīfu.

Pada peresmian Aula Jing Si Batam yang juga dihadiri para pejabat daerah, masyarakat sekitar, dan relawan Tzu Chi dari berbagai kota, Dé Ní Shīfu membacakan surat dari Master Cheng Yen.  

Para tamu yang terhormat, para budiman, para relawan dan simpatisan Tzu Chi,

salam sejahtera!

Menyambut peresmian Aula Jing Si Batam, semua orang dipenuhi rasa sukacita yang mendalam. Di mana-mana dipenuhi oleh kehangatan antarmanusia. Dalam kesempatan yang indah ini, rasa syukur di hati saya sungguh sulit diungkapkan. Terima kasih kepada para hadirin dan pada budiman yang telah hadir membawa doa yang tulus. Terima kasih juga atas kepercayaan dan dukungan Anda sekalian bagi pengembangan misi Tzu Chi selama ini.

Mengenang masa-masa lalu, banyak kenangan di hati. Dimulai tahun 2000, di bawah pendampingan dari relawan Tzu Chi Indonesia dan Singapura, diadakan baksos kesehatan yang menjadi jalinan jodoh awal benih Tzu Chi di Batam.  Pada tahun 2005, didirikan kantor penghubung. Terima kasih kepada insan Tzu Chi Singapura yang memberi bimbingan serta insan Tzu Chi Indonesia yang menjalankan misi di komunitas setempat.

Dimulai dari misi amal dan kesehatan, Kantor Penghubung Tzu Chi Batam mulai melangkah dengan mantap dan menggalang lebih banyak Bodhisatwa, hingga kini sudah 13 tahun berjalan. Terima kasih kepada semua relawan dan simpatisan Tzu Chi yang saling membantu dan mendukung dengan satu hati untuk membuka jalan dari masa-masa sulit tanpa keluh kesah dan penyesalan; bersumbangsih tanpa pamrih. Kita juga telah menyaksikan sosok-sosok Bodhisatwa yang setiap hari mengembangkan potensi kehidupan mereka, menggarap ladang berkah dalam misi amal, kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis.

“Jalan cinta kasih menyelimuti dunia, jalinan kasih bertahan hingga selamanya.”

Tzu Chi telah memasuki tahun ke-53, terima kasih kepada para relawan dan simpatisan yang bersumbangsih tanpa pamrih dengan ketulusan dan tekad yang teguh; mengembangkan cinta kasih tanpa pamrih yang tanpa membedakan agama, ras, bahasa, dan sebagainya; juga secara aktif mengadakan upacara Waisak, Bulan Tujuh Penuh Berkah, dan kegiatan budaya humanis lainnya untuk menyebarkan semangat Buddhisme Humanistik. 

Para relawan dan simpatisan semua telah mengembangkan Empat Ikrar Bodhisatwa dengan hati yang hening dan jernih serta tekad yang luas dan luhur; mempraktikkan Empat Pikiran Tanpa Batas dengan semangat “berbagai pintu Dharma terpapar di hadapan; memperoleh kebijaksanaan agung dan memahami segala kebenaran.” Semua orang saling berinteraksi dengan ketulusan dan kasih sayang; saling bergandengan tangan dengan semangat cinta kasih Bodhisatwa yang berkesadaran; menyelami penderitaan di dunia; membangun istana harapan.

Saat ini, setiap orang tentu semakin dipenuhi sukacita. Aula Jing Si Batam yang para relawan dan simpatisan nantikan sejak lama, telah rampung berkat kesungguhan hati dan dukungan dari semua orang. Terima kasih atas kesungguhan hati tim pembangunan. Upacara peresmian bersejarah ini melambangkan hasil himpunan kebajikan dari semua orang. Ini juga merupakan tonggak baru bagi perkembangan misi Tzu Chi.

Bangunan yang merupakan perangkat keras sudah rampung. Saya berharap semua orang lebih bersungguh hati dalam pengembangan semangat dan perangkat lunak. Manfaatkanlah bangunan yang telah ada dengan baik untuk menghimpun kekuatan demi mengembangkan misi; menyelami Dharma dan giat melatih diri; mempraktikkan penggalangan Bodhisatwa dunia.

Hari peresmian Aula Jing Si Batam yang bersejarah ini merupakan hari yang penuh rasa sukacita dan keindahan di mana para Bodhisatwa berkumpul. Saya tidak dapat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada masing-masing orang. Dengan ini, saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus dan doa tiada terhingga. Semoga para hadirin senantiasa bahagia dan tenteram; dipenuhi berkah setiap hari; senantiasa bersukacita dalam Dharma; bertumbuh dalam berkah dan kebijaksanaan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Taiwan

18 Agustus 2018

Shih Cheng Yen


Salah satu momen saat peresmian Aula Jing Si Batam.


Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma mengajak para relawan terus bersemangat.

Memunculkan Harapan yang Besar

Peresmian Aula Jing Si Batam memang memberikan harapan yang besar. Terutama bagaimana relawan Tzu Chi Batam lebih bersatu hati menjalankan misi-misi Tzu Chi. Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma dalam sambutannya mengajak para relawan terus bersemangat.

“Kita harapkan semua Shixiong dan Shijie bersama-sama bergotong royong menjalankan Tzu Chi di Batam,” ujarnya.

Semangat yang lebih besar lagi sebagaimana yang diharapkan oleh Sugianto Kusuma tersebut rupanya juga menghinggapi muda-mudi Tzu Chi Batam. Desminar, Ketua Tzu Ching Batam mengatakan, dengan rampungnya bangunan Aula Jing Si Batam, muda-mudi Tzu Chi Batam dapat lebih banyak lagi menggelar kegiatan. Karena adanya ruangan yang lebih luas, otomatis mereka bisa melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih besar manfaatnya.

“Dulu, karena keterbatasan ruangan, Tzu Ching pun dalam pemilihan kegiatan tidak bisa terlalu banyak aktifitas bergeraknya. Padahal anak muda lebih suka kegiatan yang lebih banyak bergerak. Dari dulu bisa dibilang hampir setiap bulan ada kegiatan. Hanya saja dulu kan ruangannya kecil dan sering bentrok dengan kegiatan shigu shibo. Jadi sekarang dengan adanya rumah baru ini, kegiatan kita bisa bareng dengan shigu shibo,” kata Desminar antusias.

“Kapasitas orangnya kita bisa lebih banyak, malah yang kita pikirkan sekarang itu bisa tidak ya orangnya yang lebih banyak. Kalau dulu kan muat tidak ya tempatnya,” tambahnya.


Salah satu penampilan para relawan dalam acara persemian Aula Jing Si Batam yang dihadiri oleh 1.262 orang.


Ketua Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Sukmawati (paling kanan) merasa makin termotivasi dengan diresmikannya Aula Jing Si Batam.

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun Juga Makin Termotivasi

Tzu Chi Batam yang resmi berdiri pada 17 Agustus 2005, tambah tahun tambah berkembang. Berkat keaktifan relawannya, Tzu Chi pun berkembang hingga ke pulau-pulau di sekitarnya. Dua kantor penghubung telah berdiri yakni Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Pinang. Relawan Tzu Chi Batam juga mendampingi relawan di Selatpanjang.

Ketua Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, Sukmawati merasa makin termotivasi dengan diresmikannya Aula Jing Si Batam. Bagi Sukmawati, keberadaan Aula Jing Si Batam bisa memudahkan akses relawan Tanjung Balai Karimun dalam mengikuti pelatihan-pelatihan.

“Kalau digelar di sini bisa Sabtu datang lalu Minggu bisa pulang. Selain itu adanya rumah baru ini memotivasi relawan Tanjung Balai Karimun lebih giat lagi,” kata Sukmawati.

Pei Yu, relawan Tzu Chi senior asal Taiwan mengaku sangat terkesan dengan semangat para relawan Tzu Chi Batam.

Sementara itu, Pei Yu, relawan Tzu Chi senior asal Taiwan yang sebelum acara peresmian, sempat mengisi materi dalam sesi sharing mengaku sangat terkesan dengan semangat para relawan Tzu Chi Batam. Ia sangat yakin 27 relawan komite dan 100 lebih relawan lainnya yang ada di Batam dapat mengurus dan mengembangkan Aula Jing Si yang begitu besar berlantai 6 ini.

“Pasti bisa, begitu banyak relawan pasti bisa mengurus dan mengembangkan Tzu Chi di Batam,” kata relawan yang telah bekerja di Tzu Chi selama 22 tahun ini.

Pei Yu menambahkan, di Taiwan rata-rata umur relawan di atas 50 tahun, sementara di Batam rata-rata relawan masih sangat muda. Ia mengatakan dengan melihat relawan yang rata-rata sangat muda ini adalah harapan yang sangat besar untuk mengurus Aula Jing Si dan mengembangkan Tzu Chi.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 630 kali


Berita Terkait


Peresmian Aula Jing Si Batam: Masyarakat Sekitar yang Turut Bersukacita

18 Agustus 2018

Peresmian Aula Jing Si Batam: Semakin Giat Menggalang Bodhisatwa

18 Agustus 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat