Selasa, 19 Desember 2017
Indonesia | English

Perhatian Daai Mama di Desa Kampung Melayu Barat

07 Desember 2017 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah

doc tzu chi

Bakti sosial pembagian paket sembako yang digelar Daai Mama Sekolah Tzu Chi Indonesia di Vihara Boddhisatta, di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang diikuti oleh 220 warga sekitar. Salah satunya Loa Lan Nio.

Loa Lan Nio (70) pulang dari Vihara Boddhisatta, dengan hati yang gembira.Tangannya mendekap erat beras dan minyak goreng yang ia terima dari pelaksanaan bakti sosial pembagian sembako yang digelar oleh orang tua murid Sekolah Tzu Chi Indonesia atau yang biasa disebut Daai Mama.

“Senang sekali. Ini membantu banget. Saya banyak-banyak terima kasih sudah diberikan ini,” kata Loa Lan Nio.

Begitu juga dengan Khu Tjan Nio, tetangganya. “Semoga berkah. Yang kasih ke kami ini tambah rezekinya,” sambungnya. Keduanya merupakan umat Vihara Boddhisatta. Untuk mengikuti bakti sosial ini keduanya berangkat sejak pukul 09.00 WIB dengan berjalan kaki.

Daai Mama Sekolah Tzu Chi Indonesia kembali menggelar bakti sosial pembagian sembako, hari ini, Kamis, 7 Desember 2017. Kali ini lokasinya berada di Vihara Boddhisatta, di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Jumlah paket yang dibagikan sebanyak 90 paket untuk manula, dan 130 paket untuk warga tidak mampu.

Intan, koordinator pelaksanaan bakti sosial ini bahagia melihat dan merasakan sukacita warga usai menerima paket bantuan. Paket bantuan ini berupa 5 kilogram beras dan 2 liter minyak. 

doc tzu chi

Josh Hartanto murid Sekolah Tzu Chi Indonesia turut membantu pembagian sembako ini.

doc tzu chi

Para penerima bantuan ini terdiri dari 90 manula, dan 130 warga sekitar.

“Daai Mama memang punya keinginan kalau bisa setiap bulannya dapat menggelar bakti sosial. Kegiatan ini sebelumnya kami posting di grup whatsapp orang tua murid Sekolah Tzu Chi Indonesia, dan yang mempunyai niat untuk menyumbang, silahkan menyumbang. Ada yang berupa uang, beras, minyak, atau peralatan kebersihan atau yang sesuai usaha mereka sendiri,” terang Intan.

Bhante Aggadipo Anando bersyukur dengan perhatian orang tua murid Sekolah Tzu Chi Indonesia ini. Pasalnya secara ekonomi, masyarakat di sekitar Kampung Melayu Barat ini menengah ke bawah.

“Beras dan minyak minimal dapat meringankan biaya hidup warga selama satu bulan. Sekali lagi Bhante mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh yang mendukung bakti sosial ini untuk membantu umat dan masyarakat sekitarnya yang tidak mampu,” kata Bhante Aggadipo Anando.

doc tzu chi

Intan, koordinator baksos saat memberikan salam dan sambutan kepada warga sekitar.

doc tzu chi

Bhante Aggadipo Anando mengaku sangat bersyukur dengan perhatian orang tua murid Sekolah Tzu Chi Indonesia ini. Ia juga mendoakan para murid agar tumbuh menjadi pribadi yang terus menyayangi orang lain.

Pada pembagian paket sembako ini, Daai Mama juga mengajak beberapa murid Sekolah Tzu Chi Indonesia. Seperti Josh Hartanto dari kelas 5 Harmony yang terlihat begitu semangat. Dari kegiatan ini Josh bahkan bertekad untuk lebih hemat uang jajan sehingga dapat sering menabung.

“Gerah sih waktu bantu-bantu, tapi senang banget karena bisa menolong orang. Ini yang kedua kali saya ikut bagi beras,” ujarnya masih dengan seragam olahraganya.

Kesenangan yang sama juga dirasakan adik kelas Josh, Kim Jeha dari kelas 3 Love, “Saya juga sudah dua kali ikut. Kalau ada lagi saya mau lagi, jadi bisa sehat,“ kata Kim.

Usai pembagian sembako di Vihara Boddhisatta ini, beberapa Daai Mama melanjutkan perjalanannya di desa sekitar untuk melaksanakan survei guna bakti sosial selanjutnya. Tak hanya untuk dapat meringankan beban warga yang kurang mampu, pelaksanaan baksos juga diniatkan untuk dapat memberikan inspirasi kebaikan untuk orang lain.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 226 kali


Berita Terkait


Bahagianya Diperhatikan Daai Mama

18 April 2017

Pembekalan Budaya Humanis untuk Para Guru

10 Juli 2015

Mencari Kembali Cinta Kasih

07 Juli 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Security Code
Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat